Senin, 02 Februari 2009

Sekolah Pertama yang Mutu Pendidikan Diakui Asing

Suster menerima sertifikat ISO 9001:2000 dari Bapak Rudy Wijaya (URS)
(foto : suarasurabaya.net)

SMA Santa Maria Raih ISO

Manajemen Mutu pendidikan di Surabaya mulai diakui kalangan internasional. Pengakuan itu dibuktikan dengan prestasi mengagumkan yang diperoleh SMA Santa Maria Surabaya.

Tidak main-main, SMA Santa Maria mendapatkan pengakuan dari The United Kingdom Accreditation Service berupa International Organization for Standardization 9001:2000 (ISO 9001:2000) mengenai kualitas manajemen mutu.

Luar biasa bagi SMA Santa Maria, karena ribuan dari sekolah menengah atas yang ada di Surabaya. SMA Santa Maria pertama kali di Surabaya memperoleh ISO 9001:2000. Untuk memperolehnya itu hal yang tidak mudah, SMA Santa Maria berjuang memperbaiki dan menerapkan standar mutu yang terbaik, mulai dari penerimaan siswa baru, administrasi tata usaha, pengelolaan belajar, kualitas guru, dan output sekolah yang layak.

Kepala Satuan Pendidikan SMA Santa Maria, Sr. Agatha Linda Chandra MBA. OSU menuturkan untuk mendapatkan ISO 9001:2000 itu tidak mudah. Sekolah melakukan sejumlah perubahan pada tekanan pendidikan di antaranya mencakup kualitas guru dan model belajar siswa.

Setiap guru pada saat mengajar di kelas harus menuliskan semua yang diajarkan, mulai dari materi, jumlah siswa yang absen, menilai kepribadian, dan daya tangkap siswa. Padahal, dulu guru hanya melakukan pembelajaran secara lisan. “Perubahan ini cukup sulit, beberapa guru masih menyesesuaikan diri untuk memberikan laporan tertulis sebagai perkembangan terbaru pengajaran di kelasnya,” ujar Sr. Agatha.

Untuk meningkatkan dan mengontrol kualitas dan mutu pendidikan, pihak SMA Santa Maria mengangkat seorang Wakil Manajemen Mutu atau disebut WMM sekaligus Wakil Kepala Satuan Pendidikan bidang umum dan operasional.

Wakil Manajemen Mutu SMA Santa Maria, Ir. Marceline Prophylia akan langsung bertindak begitu sekolah mengalami penurunan kualitas.

Sr. Agatha menambahkan dengan adanya ISO 9001:2000 ini, SMA Santa Maria semakin diakui oleh perguruan tinggi di luar negeri untuk menjalin kerjasama. “Secara status kami sudah diakui kalangan internasional. Itu keuntungan yang bisa kami dapat,” tambahnya.

Kualitas dan perkembangan SMA Santa Maria ini tidak hanya berhenti di sini. Tetapi dikontrol perkembangnnya terus menerus. Bahkan tetap diaudit eksternal oleh United Regristear System (URS) dibawah lisensi United Kingdom Acreditation Services (UKAS).

Audit ISO yang melibatkan lisensi luar negeri ini merupakan yang pertama untuk sekolah di Surabaya. Peninjauan sendiri mulai dilakukan sejak awal tahun 2008. Mulai pertengahan tahun 2008 banyak perubahan yang mau tidak mau harus dilakukan oleh semua elemen di sekolah. Tidak hanya siswa, namun juga kebiasaan guru dan para karyawan.

”Kini budaya di sekolah mulai berlaih, dari budaya lisan menjadi tulisan,” terang Sr. Agatha.

Sabtu, (31/1) kemarin di aula Santa Maria, SMA Santa Maria mengelar Seminar Interatif ”Membangun Semangat Entrepreneurship” dan Penyerahan Sertifikat ISO 9001:2000. (sep/diambil dari Seputar Indonesia dan Surabaya Pagi)

Jumat, 09 Januari 2009

Kesaksian













Aku, Lukas

Lukas/29 thn, seorang penderita HIV dengan stadium empat. Tetapi Lukas mempunyai semangat hidup yang tinggi sampai sekarang diperkenankan hidup oleh Tuhan memberikan kesaksian dan pelayanan di Jayapura. Dengan kisah ini, semoga dapat membantu teman-teman untuk merangkul penderita aids dan virus hiv dan menghindari narkoba dan seks bebas.


Ini kesaksian ku: akhir 2005 aku sakit gak jelas sakit apa. pokoknya badan lemes, gak napsu makan, diare, batuk, berat badan turun 14 kilo. Hasil pemeriksaan: TBC, radang usus kronis, kurang gizi. Awal tahun 2006 tgl 18 januari aku tak sadarkan diri n dibawa oleh saudara-saudari di persekutuan doa ke rumah. (ortu dann kakakku belum terima Yesus, masih buddha), terus aku di bawa ke RS Husada, Mangga Besar. Ternyata aku HIV, Stadium 4, radang usus kronis, TBC, dan gagal hati.

Aku tak sadar sampai 18 hari. Dokter memvonis aku paling lama umurnya sampai akhir Febuari. Tapi awal Februari aku siuman, tetapi karena dokter sudah lepas tangan aku dibawa pulang ke rumah. Setelah 1 minggu ke rumah aku sesak napas n dibawa ke RSPI. SS- Sunter. Aku tidak sadar lagi tapi dalam keadaan antara sadar dan tidak aku hanya bisa berkata: "Tuhan Yesus tolong aku…, Jika aku mau Kau panggil aku harus yakinkan kalau Yesus sendiri yang Jemput aku, kalau ini rencana iblis aku batalkan dalam nama Yesus," hanya itu yang aku ingat.

Dalam keadaan sadar dan tidak sadar aku dengar perkataan: "apakah kamu bisa tetap mengucap syukur dalam keadaan seperti ini?". Aku jawab: "ya Tuhan Yesus, aku lupa. aku lupa mengucap syukur, dan aku hampir lupa bahwa rancanganMu adalah rancangan damai sejahtera bukan kecelakaan, ampuni aku Yesus Raja ku,"aku tersadar dan aku langsung berdoa dan mengucap syukur. Aku katakan: "Tuhan Yesus kalau sekarang Kau panggil aku aku siap, tapi kalau kau ijinkan aku tetap hidup aku akan menjadi saksiMu dalam sisa hidupku." Jawabny: “aku siap Tuhan!”, kondisinya mulai berangsur-angsur pulih.Tanggal 14 desember 2006, YESUS masih ijinkan aku hidup dan terus menjadi saksiNya. walau HIV + masih ada.

Hal itu tidak membuat aku lelah untuk bersaksi, karena hanya Yesus Kekuatan dalam Hidupku. Aku ada saat ini bukan karena kuat, gagah, sehat, pintar ku sendiri, melainkan hanya karena KASIH YESUS padaku.Tanggal 11 maret 2007, Tuhan mengutus aku untuk pelayanan di Jayapura-Papua, disini ternyata banyak juga orang yan terinfeksi HIV mati tanpa penngharapan, ternyata untuk itu aku diutus kesini, aku meginjil dan bersaksi di gereja-gereja dan di rumah sakit semua untuk memberikan pengharapan kepada mereka bahwa yesus adalah satu-satunya yang bisa kasih pengharapan.Tanggal 10 september 2007, Tuhan ijinkan aku untuk melatih perawat dan dokter untuk mengatasi masalah terkait pasien HIV dan AIDS di Merauke, bayangkan bagi orang aku tidak berarti, ternyata Janji Tuhan ditepati untuk menjadikan kita hidup dengan hari depan yang penuh harapan dan semakin berguna.

Tanggal 22 Desember 2007, Tuhan mengutus aku untuk masuk kepedalaman Papua (Suku Yetfa merupakan salah satu suku dari 14 suku terasing di papua),Tuhan Yesus Menguatkan aku untuk dapat berjalan kaki 11 hari di hutan, melewati sungai, gunung, lembah, hutan belantara, dan lintah di mana-manahanya untuk menemui mereka saudara-saudara kita di pedalaman, dan mengabarkan bahwa YESUS sanggup dan mampu mengubah hidup mereka. Aku sempat tinggal di pedalaman 12 hari bersama mereka untuk mengabarkan cerita sukacita, cerita tentang Tuhan YESUS, walau terkadang bahasa agak tidak nyambung dengan mereka.

Tanggal 2 Februari 2008, kembali Tuhan ijinkan aku untuk melatih perawat dan dokter di kab. Nabire terkait masalah HIV-AIDS. Tanggal 3 Maret 2008, kembali Tuhan ijinkan aku melatih perawat dan dokter di Kab-Biak terkait masalah HIV-AIDS.Tanggal 2 September 2008, ikut serta dalam pelatihan Manager Kasus yang dilakukan oleh Dinkes Provinsi Papua. Sekarang saya adalah seorang manager kasus untuk masalah HIV di Provinsi Papua.

Tanggal 8 Oktober 2008, Tuhan ijinkan hasil pemeriksaan CD4 ku turun lagi hingga 87, dokter sempat panik dan saya mengucap syukur kepada Tuhan: "Tuhan Yesus, Kaulah yang membuat aku tetap dapat bertahan apa pun yang terjadi saya akan naikkan ucapan syukur bagiMu dan kalau Engkau nyatakan waktu ku sudah selesai saya siap untuk pulang ke rumah yang telah Kau sediakan bagiku."

Ternyata dari hasil diskusi dengan beberapa ahli ternyata saya gagal dalam terapi ARV Lini I dan saya harus mengkonsumsi Lini II, tetapi Provinsi papua obat itu tidak tersedia. mendengar hal itu saya katakan kepada dokter: " Puji Tuhan, dok ini adalah rancangan Tuhan yang indah yang dapat membuat obat ARV lini II dapat masuk ke Papua. Hasilnya pada tanggal 5 Januari 2009 akhirnya obat ARV lini II dapat tersedia di Papua.Selama di Papua, Tuhan ijinkan untuk 8 kali kena malaria: Tropika dan Tersiana, tapi Tuhan ijinkan aku dapat melalui dengan iman dan pengharapan pada Yesus tanpa harus di opname, bahkan tetap pelayanan di Rumah sakit.

Sungguh rancangan Tuhan memang terlihat dapat menyakitkan kita tapi justru di balik ganasnya badai pencobaan Tuhan selalu memberkati kita dan mengingin kita dapat selalu menjadi berkat bagi sesama.Pelangi yang indah muncul selalu setelah badai seperti itulah janji Tuhan Yesus, satu satunya Tuhan kita yang HIDUP dan berkuasa karena Dialah yang maha kuasa.Untuk semua saudara yang baca… yakinlah hanya YESUS penolong kita, yang mampu lakukan ini. Biarlah kesaksian ini dapat menguatkan hati saudara-saudari yang mungkin ada dalam pergumulan. Ingat YESUS HIDUP dan tetap menyertai kita sampai akhir zaman. Semua kesaksian ini hanya untuk kemuliaan bagi Tuhan Yesus kristus. Terpujilah namaNya kekal sampai selamanya. (smbr. email as_024@yahoo.com)

Minggu, 04 Januari 2009

Orang Muda Katolik


OMK, Kampaye Udara Sehat

Beberapa Orang Muda Katolik (OMK) dari berbagai Paroki di Surabaya dan Kelompok Mahasiswa Katolik (KMK) diantaranya OMK Paroki Stefanus, Paroki St. Yakobus, Paroki Redemptor Mundi, dan KMK Wijaya Kusuma mengelar kampaye udara sehat, Sabtu lalu (30/12).

Kegiatan kampaye ini, awalnya hanya sekedar mengisi liburan Natal dan Tahun Baru. Pada saat kita mengumpul di jalan Mayjen Sungkono, Rich Palace H-18, kita tidak ingin . hanya sekedar mengisi liburan dan muncul ide tersebut untuk mengagas kampaye udara sehat, jabar Eddy Prasetyo selaku Koordinator Lapangan.

Alhasil kampanye udara sehat disetting sedemikian rupa oleh anggota dan koordinator lapangan. “Kampaye udara sehat ini dilakukan oleh 40 Orang Muda Katolik di 20 titik jantung kota, seperti Jalan Wiyung, Panglima Sudirman, Kedung Doro, Margerejo, Joyoboyo, dan Gubeng.”

Tepat pukul 13.00 kampaye udara sehat tiba di perempat jalan depan Hotel Sahid, jalan Sumatra. Setiap kali lampu merah sekitar 15 orang membentangkan spanduk yang bertuliskan Kampaye Udara Sehat dan membagikan 8.000 masker yang disponsori oleh salah satu obat batuk.

Kampaye udara sehat ini, salah satu langkah awal untuk mengerakkan Orang Muda Katolik dalam berperan serta dalam gereja dan masyarakat. (sep.)

Jumat, 02 Januari 2009

Natal Tahun 2008


Serukan Kedamaian

Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan. (Lukas 2:11-12).

Umat Katolik seluruh dunia merayakan Natal, sebelum merayakan pesta Natal, 25 Desember 2008. Umat Katolik merayakan malam Natal, di setiap Gereja Katolik menjadwalkan perayaan ekaristi menyambut malam Natal, ada yang satu kali perayaan ekaristi, dua kali perayaan ekaristi, dan bahkan tiga kali perayaan ekaristi.

Saat dikonfirmasi di Pasturan Gereja Katolik Paroki Kelahiran St. Perawan Maria (Kelsapa)-Kepanjen lewat by phone, Rabu (24/12). Perayaan Ekaristi Malam Natal ada dua jadwal, diantaranya jam enam sore dan jam sembilan malam. kami berangkat misa malam Natal yang jam sembilan.

Memasuki halaman parkir di susteran Santa Perawan Maria telah penuh dengan kendaraan roda dua dan empat. Alhasil kami mendapatkan tempat di depan halaman SDK St. Angela.

Dengan berjalan cepat koresponden menuju gereja Kelsapa, ternyata sudah dimulai perarakan menuju pintu utama gereja. Tak lama kemudian koresponden mendapat tempat duduk di sebelah kiri.

Sambil melihat perarakan kami mendengar pujian yang mengiringi perarakan, yakni Maklumat Tuhan. Perarakan berhenti sampai depan altar, Romo Paulus Suparmono, CM meletakkan bayi mungil ke palungan bersama misdinar, lalu mendupainya.

Sebelum perayaan ekaristi, Rm. Paulus Suparmono mengajak umat untuk berbagi kebahagiaan dengan berjalan tangan sambil mengucapkan selamat Natal. Selain itu hadiah Natal yang paling utama bukanlah pesta pora, seperti pernak-pernik di kemeriahan di mal, hotel, ucapan yang diungkap lewat kartu Natal, ataupun parsel. Melainkan kehadiran Sang Mesias ke dunia melalui kaum miskin. Bahkan mereka, orang pertama yang menerima warta Allah, ajak romo yang menjabat Provinsial CM.

Kehadiran Sang Mesias ke dunia melalui kaum miskin, Sang Mesias menerima apa adanya dan tidak pernah membedakan mana kaya atau miskin.

Dari sinilah kita diajak untuk mewartakan kedamaian Natal, seperti yang diserukan pula oleh Bapa Suci Paus Benedictus melalui pesannya.

Dalam pesan perdamaiannya, Bapa Suci ingin mengajukan refleksi terhadap tema “Melawan Kemiskinan Untuk Membangun Perdamaian.” Kemiskinan kadang merupakan salah satu faktor pembentuk konflik. “Di dunia kita,” tulis pendahulu saya Paus Yohanes Paulus II, “menunjukkan peningkatan penanganan yang suram terhadap perdamaian. Banyak individu yang hidup dalam kemiskinan yang ekstrim. Perbedaan antara kaya dan miskin ini makin jelas, terutama pada kebanyakan negara berkembang.”

Perayaan ekaristi malam Natal berakhir jam 22.30 WIB, umat masih bertegur sapa di halaman gereja sambil mengucapkan selamat hari Natal. (sep.)

Selasa, 30 Desember 2008

Kumpul Kempel Art Santa Maria


Ingatkan Anak Muda, Lestarikan Budaya Bangsa

SETIAP tahun SMA Santa Maria mengadakan konser Paduan Suara dengan Orkestra. Akhir tahun lalu, Paduan Suara dan Orkestra konser di Hotel Equator, Selasa (18/12) lalu bertajuk “Let My Little Light Shine”.

“Kali ini tidak ada konser, konser diganti dengan Kumpul Kempel Art.”

Menurut Dini Respati P,S.Psi, Ketua Panitia, ide memunculkan kalimat tersebut dari Pambuko Kristian, sekaligus menjadi tajuk dari event Santa Maria. Mengapa Santa Maria?, karena memberi kesempatan kepada siswa-siswi Santa Maria untuk mengembangkan talentanya dan menampilkan kreasinya maka digagaslah pagelaran bersama siswa/ siswi TK, SD, SMP, dan SMA.

“Untuk mewujudnyatakan misi Sekolah Santa Maria yakni menumbuhkembangkan kecintaan pada budaya, bangsa, dan tanah air melalui penghargaan kepada pluralitas budaya, agama dan membangun kepedulian”, jelasnya.

Sekolah Santa Maria juga berorientasi pada pengembangan potensi siswa yang ditunjukkan melalui beragamnya aktivitas ekstrakurikuler di Santa Maria. Dengan demikian, Sekolah Santa Maria membuka kesempatan seluasnya agar siswa/siswi Santa Maria dapat menampilkan kreasinya.

Kumpul Kempel Art ini diadakan di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya-Genteng Kali, Jumat Legi (19/12) yang lalu.

Kumpul Kempel Art ini dimulai pukul 19.00 wib, sebelum acara para undangan dihibur oleh Karawitan karyawan-karyawati Santa Maria. Harmonisasi dan power yang dimainkannya membawa suasana di gedung Cak Durasim semakin meriah.

Alhasil, opening art Kumpul Kempel Art dibuka dengan tarian gunungan wayang kulit yang dibawakan oleh anggota teater, sendratari, dan Karawitan Komtemporer SMA Santa Maria.

Tidak lama kemudian, Sr. Agatha Linda Chandra, OSU, Kepala Satuan Pendidikan SMA Santa Maria, Kumpul Kempel Art selain pengisi acaranya dari TK, SD, dan SMP.

Kepanitiaannya juga dikerjakan oleh sebagian besar dari ekstrakurikuler SMA Santa Maria, diantaranya ekstra sinematografi-dokumentasi kegiatan, ekstra desain grafis-desain poster, undangan/tiket, backdrop, buklet, ekstra Sanmar FM-liputan kegiatan, publikasi dan MC kegiatan, ekstra jurnalistik dalam liputan kegiatan, publikasi dan pembuatan buklet, dan ekstra grooming atau ekstra kepribadian sebagai tim penerima tamu, seru Kepala Satuan Pendidikan SMA Santa Maria.

Berbagai acara disuguhkan pada malam itu, mulai paduan suara dari SMA dengan mempersembahkan lagu (Janger, I Will Sing With The Sprint, Go Tell it to The Montain, Sigulempong, dan Frog), tari Dongklak dari TK, fashion Show dari TK dengan menyuguhkan kekayaan budaya yakni Batik, orkestra dari SMP mempersembahkan dua lagu (Pandang Pertama dan Bukan Super Star), musik keroncong dari SMP melantunkan pujian Tuhan Menyapa, karawitan mempersembahkan lagu (Palawakya-Karw Bali dan Parisuka), karawitan kontemporer menunjukkan eksistensi dengan mempersembahkan Jenggleng, dan teater.

Dipenghujung acara Kumpul Kempel Art menampilkan kreasi dari ekstrakurikuler teater SMA dengan lakon Colong. Colong ini menceritakan salah seorang yang bernama Colong ini kehilangan kekayaannya, seperti angklung, batik, dan topeng. Walaupun kekayaan telah hilang, Colong masih enak-enak tidur tanpa berbuat apa-apa. Melihat itu si mbah jadi jengkel, kenapa ya Colong sebagai anak muda tidak mempunyai semangat untuk melestarikan kekayaan yang luar biasa ini.

Melalui si Mbah, Colong sebagai anak muda diingatkan untuk selalu peka dan peduli terhadap budayanya. Jangan sampai hilang satu persatu diakui negara lain. Apalagi di hak paten oleh negara lain. Ini lebih parah lagi. (sep.)

Selasa, 09 Desember 2008

Hari Raya Idul Adha


Umat Katolik Berbagi Daging Qurban















Foto diambil dari images.google.co.id

Minggu Wage malam (7/12), Seluruh umat Muslim menggemakan takbir menyambut Idul Adha 1430 H. Saat melintas jalan raya Darmo samping Taman Bungkul ratusan umat Muslim mulai anak-anak remaja maupun dewasa mengumandangkan takbir. Di depannya tampak replika atau tiruan sapi yang terbuat dari kertas dan bintang diwarni dengan cahaya lampu diarak menuju masjid Al-Fala.

Keesokan harinya, Senin Kliwon (8/12) seluruh umat Muslim merayakan Hari Raya Idul Adha dengan menjalankan sholat Ied bersama. Barulah umat Muslim mengadakan penyembelihan qurban, diantara kambing dan sapi.

Berdasarkan pantau penulis di jalan raya Darmo, tepat Bank Bukopin dan Bank Jatim, jalan Basuki Rahmat ikut berpartisipasi menyembelih daging qurban. Bahkan sejak pagi, kaum Dhuafa berjubel di depan pagar Bank Bukopin.

Lebih jauh lagi, di Pengadilan Negeri jalan Arjuno ikut membagikan daging qurban dengan menyediakan 1500 kupon (Jawa Pos, 9/12).

Begitu juga umat Katolik Paroki Aloysius Gonzaga ikut membagikan qurban. Partisipasi ini sudah beberapa kali diadakan oleh umat Katolik Paroki Aloysius Gonzaga bekerjasama dengan Forum Komunikasi Masyarakat Pelangi (FKMP) Surabaya, terang Romo Haryanto Prajitno, Pr. Romo Haryanto juga menambahkan ini bentuk dari kebersamaan umat sebagai upaya mewujudkan kebersamaan lintas agama, tambahnya. (suarasuarabaya.net, Senin (8/12).

Kegiatan ini langsung mendapat pantauan dari Romo Haryanto Prajitno, Pr, selaku Pastor Paroki Aloysius Gonzaga dan Ketua Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Keuskupan Surabaya , diawali dengan bersama. Berlanjut dengan doa secara Islam untuk pelaksanaan penyembelihan ternak qurban.

Umat Katolik Paroki Aloysius Gonzaga membagikan kurang lebih 600 Kepala Keluarga di daerah sekitar Paroki Aloysius Gonzaga, seperti Donowati, Tanjungsari dan Sukomanunggal (suarasuarabaya.net). (as.)