Kamis, 26 Februari 2009

GELAR DRAMA MUSIKAL “SAMSON AND DELILAH”

Happy Valentine 2009

ANTARA CINTA dan PRAHARA

Ide awal mula dari keprihatinan Orang Muda Katolik (OMK) di Gereja Katolik Paroki Kelahiran Santa Maria-Kepanjen (Kelsapa, red.) yang jarang sekali nampak di kegiatan Gereja. Sungguh menjadi kerinduan bagi mereka untuk berkumpul bersama untuk menumbuhkembangkan kebersamaan dalam membangun Gereja Kelsapa, papar Donata Yohanadiati, selaku pemerhati OMK.

“Perlu diketahui bahwa Gereja Kelsapa merupakan bangun cagar budaya dan menjadi gereja wisata. Tidak hanya itu dari segi arsitekur sangat indah dan klasik. Karena arsitekturnya bergaya Geothic.”

Alhasil, nantinya Gereja Kelsapa diwarisi kepada OMK. Kalau OMK tidak mempunyai kepedulian dan kepekaan terhadap Gerejanya. How, satu kata tanya yang layak direfleksikan bersama?

Dari latar belakang inilah, beberapa aktivis OMK Gereja Kelsapa mengelar Konser Drama Musikal. Drama Musikal ini diadakan Sabtu (14/2) yang lalu bertepatan dengan Hari Valentine. Momen ini sekaligus mengajak OMK untuk memberikan kasih sayang untuk Gereja Kelsapa. Bergerak bersama menumbuhkembangkan sinergi antar OMK yang lain dalam membangun dan memelihara Gereja Kelsapa.

Drama Musikal dihadiri oleh Romo Sapta, Romo Astanto, Romo Rudy CM, Dewan Paroki, yakni Bapak Daryana. Tidak hanya itu gedung Empire Palace dipadati oleh ratusan OMK dan orang tua.

Romo Antonius Sapta Widada, CM selaku Pastor Paroki Kelsapa dalam sambutannya mengatakan terselenggaranya drama ini bentuk dari usaha untuk mempersatuakan OMK, karena mengumpulkan dan mempersatukan OMK “jaman baru” ini tidak mudah. Karena gaya hidupnya berkumpul melalui hobby, status sosial, pekerjaan yang sama. Paling berbahaya, yakni gaya hidup yang hedonisme. Dengan adanya drama ini, Romo Sapta mendukung sekali karena tujuannya mulia sekali.

”Terima kasih semua, terutama di hari Valentine bagi semua OMK. Proficiat!,” seru Romo Sapta.

Sebelum digelar drama musikal, para hadirin dan undangan dimanjakan dengan santap malam bersama di di depan Hall lantai Empire Palace, Blauran 57-75. Tradisi mengatakan kalau setelah santap malam pasti terjadi katuk di benak hadirin dan undangan.

Dengan sigap panitia memanjakan hadirin dan undangan dengan band, yakni Amin Band, konser organis dari komunitas organis Kelsapa, Paduan Suara Mudika Bernadette Soubirous dengan conductor-Stephanus Slamet.

Menginjak inti dari konser ini dimulai Trio Stefani melalui suara apiknya dengan mengumandangkan lagu “Sejuta Tangan”. Melalui Sejuta Tangan hadirin dan undangan diajak untuk berbagi berkat dengan memberikan tali asih kepada anak-anak Panti Asuhan Don Bosco.

Tali asih langsung diberikan langsung kepada anak-anak Panti Asuhan Don Bosco melalui perwakilan dari Panti Asuhan, Sr. Gita, P.K.

Selang beberapa menit, drama musikal yang berjudul ”Samson dan Delilah”. Drama ini mengisahkan seorang anak muda itu bernama Samson yang menjalin kasih dengan seorang putri raja yang bernama Delilah.

Terjalinnya kasih sayang dengan Samson itu, karena Delilah ditolong pada saat di hutan. Delilah pada saat itu terancam oleh Singa. Semua prajurit keraajaan tidak ada yang bisa mengatasinya. Datang Samson menolong Delilah.

Akhirnya Samson mengalahkan Singa tersebut dengan kekuatannya. Pulanglah Delilah ke kerajaan. Dengan hati yang bergembira, Delilah menceritakan kepada ayahnya tentang kejadian di hutan yang menimpa diri Delilah. “Delilah selamat ayah, karena diselamatkan oleh anak muda yang cakep itu, ayah!”, cerita Delilah. Ayah bertanya kepada putri: “Siapakah anak muda tersebut?”. Dengan gembira Delilah mengatakan kepada ayahnya: “namanya-Samson.”

Usut punya usut, akhirnya Samson terketahui keberadaannya oleh penasehat kerajaan. Penasehat kerajaan memberitahukan kepada raja: ”Samson adalah anak muda dari buruh tani”. Dengan terkejut baginda raja menjawab itu memalukan bagi kerajaan.

Setelah diketahui oleh baginda raja. Sang baginda raja tidak setuju, anaknya menjalin cinta dengan anak muda tersebut. Akhir baginda raja mempunyai akal untuk memusnahkan Samson dengan memotong rambutnya. Karena letak kekuatannya berada di rambutnya.

Delilah dimanfaatkan oleh ayahnya dengan rayuan bahwa kalau ayah ingin awet muda harus dengan rambut samson. Maka ambil dan pangkaslah rambutnya, putriku!, pinta baginda raja.

Akhirnya Delilah dan Samson ngedit bertemu di taman pada saat bulan purnama. Dengan rayuan Delilah, Samson tertidur pulas dan saatnya Delilah melaksanakan amanat ayahnya.

Setelah memotong rambutnya, Delilah memberikan kepada ayahnya. Baginda raja memerintahkan penasehat dan serdadu untuk menangkap Samson. Samson tidak dapat berbuat apa-apa. Karena kehilangan kekuatannya.

Dari situlah Samson sadar bahwa perbuatannya hanya mementingkan dirinya sendiri. Melalui kesadarannya, Samson kembali memiliki kekuatannya dan memperjuangkan tanah leluhurnya.

Drama Musikal Samson dan Delilah diperankan oleh OMK Paroki Kelsapa. Peran sebagai Samson adalah Ignasius Suramin dan peran sebagai Delilah adalah Cecilia. Drama musikal berkat ide dari Bapak Prio Utomo selaku sutradara dan didampingi dua asisten sutradara, yakni Agus dan Dita.

Drama musikal lengkap sekali melalui nyanyian merdu dari Paduan Mudika Bernadette Soubirous dengan melantunkan lagu Haec Dies dan Sempurna dari Andra and The Backbone. (sep.)

Rabu, 25 Februari 2009

Seminar Kitab Suci


Siapa takut Menafsirkan Kitab Suci?

”Seringkali umat Katolik lupa bahwa gereja mempunyai kekayaan terbesar diantara Alkitab. Tetapi Alkitab kurang digeluti oleh umat katolik. Atau sibuk dengan urusannya mereka atau lebih familier dengan pujian syukur. Bahkan terbiasa dengan teks misa. Jadi tidak perlu membawa alkitab di saat ke gereja. Atau bahkan takut dan salah menafsirkan Alkitab.”


Melalui kalimat ini, umat katolik masih canggung untuk membuka dan membaca kitab suci. Mengapa demikian?, Mungkin karena takut menafsirkannnya salah atau gimana?. Dengan melihat ini Forum Studi Ilmiah Katolik (FOSIL Katolik) tergerak untuk mengadakan seminar kita suci sehari untuk menfasilitasi kebutuhan umat Katolik saat ini.

Seminar Kitab Suci diadakan di Catholic Center tepat di jalan Bengawan No. 3, Minggu lalu (8/2) dimulai pukul 09.00 wib. Seminar ini menghadirkan narasumber yang kompeten, yakni Romo Prof. Dr. H. Piedyarto G., O.Carm. Seminar Kita Suci bertajuk ”Cara Menafsirkan Alkitab Secara Katolik.

Romo Piedyarto mengatakan Alkitab satu kesatuan dengan Allah. Allah berbicara dengan kita melalui PuteraNya, yakni Yesus Kristus. Membaca kitab suci, kita juga membaca sejarah perjalanan Tuhan dengan Allah. Jadi, sebelum menafsirkan kita harus belajar banyak hal mengenai Alkitab. Tidak boleh tergesa-gesa pada saat membacanya, umat perlu menghayati dan mengimaninya ayat demi ayat, kata Romo Piedyarto.

Alhasil, bila kita hanya membaca sendiri tanpa pendampingan menjadi percuma. Terasa hambar rasanya. Pastor atau romo dapat membantu kita sebagai pendamping atau pembimbing, karena romo salah satu penganti para rasul. Para rasul merupakan seorang Magisterium (guru, red.) yang menjaga dan menafsirkan dengan setia sabda Allah, jelas Piedyarto.

Umat Katolik saatnya membangun budaya membaca Alkitab yang tinggi. Perlu diingatkan bahwa membaca Kita Suci dengan kecintaan hati yang tulus dan satu-kesatuan, tidak sepenggal-penggal atau “asal comot”.

Bila asal comot begitu saja, nantinya penafsirannya akan menjadi salah kaprah. Kesalahkaprahan akan membuat salah tafsir dan menjadi perdebatan yang “carut marut”.

Lebih jauh lagi, Romo Piedyarto juga membagikan lima prinsip penafsiran Alkitab, diantaranya prinsip penelitian ilmiah, prinsip roh kudus, prinsip isi dan kesatuan seluruh Alkitab, tradisi hidup seluruh Gereja, serta Analogi Iman.

Kelima prinsip ini harus kita kuasai dan umat diperbolehkan menafsirkan Alkitab. Jadi tidak hanya kaum hiraki saja yang mampu dan boleh menafsirkan Alkitab. Seluruh Gereja termasuk kaum awam boleh membaca dan menafsirkan Alkitab.

”Bahkan Komisi Kepausan Kitab Suci menyatakan bahwa kaum kecil dan tertindas sering kali mampu memahami Alkitab dengan baik. (bdk. Ucapan Yesus pada Mat 11:25; Luk 10:21).”

Untuk itu umat Katolik memerlukan petunjuk praktis lain dalam menafsirkan Alkitab, diantaranya berdoa sejenak, membaca teks dengan penuh perhatian dan teliti, melihat konteksnya, menganalisa kalimatnya (menurut subjek, predikat, dan objeknya), menganalisa makna kata dengan jalan melihat teks-teks lain yang memaknai kata yang sama, mencari gagasan penting suatu teks, dan mencoba melihat logika teks.

Selain beberapa petunjuk praktis, dalam menafsirkan Alkitab. Kita juga memerlukan beberapa penguatnya supaya semakin memahami ayat-ayatnya, diantaranya konkordasi dan kamus Alkitab.

Alhasil, Romo Piedyarto juga menjelaskan bahwa Alkitab memakai bahasa Perumpamaan. Di Alkitab banyak arti dan jenis-jenis perumpamaan. Kata ”perumpamaan” mengandung arti pembandingan suatu hal dengan hal lain. Dalam bahasa Yunani perumpamaan adalah parabole dan dalam bahasa Ibrani mashal. Misalnya ucapan ”Hai tabib, sembuhkanlah dirimu sendiri” disebut ”perumpamaan” (terjemahan LAI: ”pepatah”). Perumpamaan bisa juga berupa satu kisah yang cukup panjang, misalnya tentang penabur (Mat 13:24-29).

”Tujuan perumpamaan adalah menantang para pembaca agar ikut berfikir, mengambil sikap, dan mengubah cara hidup umat Katolik,” jelas Romo Pied. (sep.)

Ilustrasi diambil dari Internet.

Rabu, 18 Februari 2009

Prestasi


Siapa Takut Belajar Biologi

Siapa tak kenal ilmu biologi. Di Indonesia, mata pelajaran ini diperkenalkan kepada siswa sejak SD dalam mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA). Karena cakupan bahasannya lebih dispesifikasikan, di SMP dan SMA, IPA "dicerai" menjadi bilogi, fisika dan kimia.

Ilmu biologi memang tidak termasuk mata pelajaran favorit bagi sebagian besar siswa. Gambarannya, jika satu kelas rata-rata berisi 30 siswa, hanya 5-6 siswa yang mencintai mata pelajaran tersebut. Mencintai di sini berarti siswa tertarik belajar lebih dalam. Misalnya, membaca buku-buku di luar buku yang ditetapkan sekolah dan mencari sumber lain seperti internet.

Kondisi itu bukan tanpa sebab. Yang sering menjadi kendala adalah cara belajar siswa yang masih suka menghafal, bukan memahami, dan cara mengajar para guru yang masih one way communications. Pengajar biologi juga minim (satu sekolah rata-rata hanya punya 3-4 guru). Selain itu, perangkat mengajar tidak memadai.

Itu masih ditambah penggunaan bahasa Latin pada penyebutan aneka jenis makhluk hidup, (siswa sering mengistilahkan serasa mimpi buruk) dan kurikulum yang masih sering "kejar tayang". Dampaknya, siswa enggan menikmati lebih banyak "menu" yang disediakan ilmu biologi.

Padahal, Indonesia dikenal dunia sebagai salah satu negara "kaya" karena punya jutaan spesies makhluk hidup. Bisa dibilang, potensi pembelajaran dan pengembangan ilmu biologi di Indonesia sangat besar. Ratusan peneliti asing juga hilir mudik ke Indonesia untuk melakukan riset tentang keanekaragaman makhluk hidup di Indonesia. Menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), sejak 2003 hingga September 2005, tak kurang dari 654 peneliti asing mendapatkan izin meneliti di Indonesia. (http://www.geografiana.com/nasional/politik/perketat-izin-peneliti-asing-3.)

Tak ada asap kalau tak ada api. Tentu, tak selayaknya pula hanya bisa menyalahkan diri sendiri. Sudah saatnya kita mengubah cara mengajar agar dapat menelurkan siswa-siswi mandiri yang mencintai biologi.

Caranya? Main drama bisa jadi alternatif. Cara ini mungkin asing di sini. Namun, di kebanyakan negara maju yang telah menerapkan prinsip two way communications bahkan lebih, cara begitu bukan hal baru. Metode pengajaran yang digunakan adalah "metode apersepsi". Inti metode pengajaran tersebut adalah memotivasi siswa agar mereka tertarik secara mandiri untuk mempelajari, bahkan mengembangkan materi yang didapatkan di kelas. Depdiknas mulai memberikan arahan penggunaan metode ini pada 2000-an.

Saya menerapkan metode itu saat merangkum pokok materi tentang monera. Monera adalah salah satu kingdom dalam pengelompokan makhluk hidup, berisi organisme yang tidak memiliki membran intisel. Contoh paling mudah adalah bakteri.

Saya membagi 40 siswa dalam satu kelas menjadi empat kelompok, masing-masing diminta menyiapkan sebuah naskah drama tentang empat jenis bakteri. Salah satunya, bakteri Treponema Palladium (penyebab penyakit sifilis).

Di luar dugaan, siswa sangat berminat menyiapkan "pentas" tersebut, meski saya hanya memberikan waktu dua minggu. Bahkan, pengajaran yang semua bersifat presentasi kreatif siswa itu berkembang menjadi sebuah "opera sabun" menarik, lengkap dengan atribut pentas (meski masih minimalis).

Kelompok yang mendapatkan tugas bakteri Treponema Palladium membagi peran meliputi dokter, alat kelamin pria, alat kelamin wanita, hingga bakteri. Tak ayal, suasana kelas menjadi aktif dan siswa penuh semangat saling berinteraksi untuk memahami pokok bahasan ini.

Dari metode ini, setidaknya ada lima unsur proses belajar yang secara tidak langsung telah dilakukan oleh siswa secara mandiri dan kreatif. Yakni pengumpulan dan pencarian bahan, diskusi kelompok, proses kreatif pengimplementasian materi, pembentukan kepercayaan diri, dan seni. Metode pengajaran yang efektif tak selamanya harus "diadili" dalam selembar kertas ujian. Metode "opera sabun" di atas bisa menjadi ajang ujian kreatif untuk mengajak siswa mempelajari ilmu biologi dengan penuh semangat dan keceriaan.

Oleh: Birgitta Klara Krisdina Guru Biologi SMA Santa Maria Surabaya (Artikel ini juga dimuat di Media Harian Jawa Pos, Kamis 19 Februari 2009)

* foto : Bu Lia-Praktikum Biologi di Lab. SMA Santa Maria.

Selasa, 17 Februari 2009

Jelang Pesta Demokrasi 2009


Tidak Ada Kata Golput


Jumat (30/1) yang lalu ruang Romana dipenuh ratusan siswa-siswi SMA Santa Maria dan puluhan Guru di setiap unit Santa Maria. Usut punya usut, Kepala Satuan Pendidikan, Sr. Agatha Linda Chandra, MBA., OSU memberitahukan bahwa siang yang lalu diadakan Seminar Peta Politik Indonesia.

Seminar Peta Politik Indonesia dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama diperuntukkan bagi siswa-siswi yang mempunyai hak pilih dan gelombang kedua diperuntukkan bagi guru serta staf tata usaha Santa Maria.

Kurang lebih pukul 10.00 dimulai gelombang pertama, Seminar Peta Politik Indonesia dengan menghadirkan narasumber dari Jakarta, yakni Romo Benny Susetyo Pr, Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Kita sebagai warga negara yang baik agar menggunakan hak pilih sebaik-sebaiknya, karena kita juga menentukan nasib masa depan negara.

”Sebagai warga negara, janganlah acuh tak acuh terhadap pesta demokrasi tahun 2009. Janganlah menjadi apatis terhadap perubahan dan sangat disayangkan bila kita ikut membudayakan budaya Golput”.

Golput salah satu sikap warga negara yang tidak mempunyai kesetiaan, kepedulian, dan kepekaan terhadap negara. Berilah yang terbaik diantara yang terbaik dari kemampuan kita. Jangan hanya meminta sesuatu, tetapi tidak pernah memberikan sesuatu kepada negara. (sep.)

Liga Sanmar 2009


Tubuh Kuat, Jiwa Sehat


“Mensana in corpore sano", Demikianlah ungkapan pepatah dalam bahasa latin, yang sangat familiar di telinga kita, yang artinya kira-kira: “Didalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat”.

Sehingga tidak hanya pikiran kita yang genius, tetapi tubuh kita perlu sehat dan lebih sehat agar seimbang antara jiwa dan tubuh kita. Tubuh kita memerlukan stamina yang kuat untuk menjalankan aktifitas kita yang padat dari pagi hingga sore hari.

Untuk memperkuat stamina tubuh kita ini, OSIS SMA Santa Maria mengelar Liga Sanmar 2009 di lapangan Indoor KODAM Brawijaya mulai Senin sampai Rabu (16 – 18/02). Kegiatan Liga Sanmar ini, salah satu program OSIS bidang Presepsi, Apresiasi, Kreasi, Seni, dan Kesegaran Jasmani.

Salah satu anggota OSIS mengatakan Liga Sanmar ini dikemas dalam futsal. Setiap kelas mengirimkan satu tim yang terdiri lima orang dan dua orang cadangan. Bahkan setiap tim diwajibkan membuat kaos futsal yang unik.
“Untuk kelas XII tidak ikut berpratisipasi dalm futsal ini, karena mempersiapkan Ujian Nasional. Mungkin kalau nonton diperbolehkan oleh panitia”, kata Novita.

Untuk mensukseskan Liga Sanmar 2009, OSIS membentangkan spanduk yang bertuliskan : ”Sukseskan Liga Sanmar 2009”.

Lebih jauh lagi, liga sanmar yang dikemas futsal ini tidak siswa-siswi yang ikut bertanding. Guru dan Cleaning Service turut berpartisipasi memeriahkan liga sanmar 2009. (asep.)

Senin, 02 Februari 2009

Sekolah Pertama yang Mutu Pendidikan Diakui Asing

Suster menerima sertifikat ISO 9001:2000 dari Bapak Rudy Wijaya (URS)
(foto : suarasurabaya.net)

SMA Santa Maria Raih ISO

Manajemen Mutu pendidikan di Surabaya mulai diakui kalangan internasional. Pengakuan itu dibuktikan dengan prestasi mengagumkan yang diperoleh SMA Santa Maria Surabaya.

Tidak main-main, SMA Santa Maria mendapatkan pengakuan dari The United Kingdom Accreditation Service berupa International Organization for Standardization 9001:2000 (ISO 9001:2000) mengenai kualitas manajemen mutu.

Luar biasa bagi SMA Santa Maria, karena ribuan dari sekolah menengah atas yang ada di Surabaya. SMA Santa Maria pertama kali di Surabaya memperoleh ISO 9001:2000. Untuk memperolehnya itu hal yang tidak mudah, SMA Santa Maria berjuang memperbaiki dan menerapkan standar mutu yang terbaik, mulai dari penerimaan siswa baru, administrasi tata usaha, pengelolaan belajar, kualitas guru, dan output sekolah yang layak.

Kepala Satuan Pendidikan SMA Santa Maria, Sr. Agatha Linda Chandra MBA. OSU menuturkan untuk mendapatkan ISO 9001:2000 itu tidak mudah. Sekolah melakukan sejumlah perubahan pada tekanan pendidikan di antaranya mencakup kualitas guru dan model belajar siswa.

Setiap guru pada saat mengajar di kelas harus menuliskan semua yang diajarkan, mulai dari materi, jumlah siswa yang absen, menilai kepribadian, dan daya tangkap siswa. Padahal, dulu guru hanya melakukan pembelajaran secara lisan. “Perubahan ini cukup sulit, beberapa guru masih menyesesuaikan diri untuk memberikan laporan tertulis sebagai perkembangan terbaru pengajaran di kelasnya,” ujar Sr. Agatha.

Untuk meningkatkan dan mengontrol kualitas dan mutu pendidikan, pihak SMA Santa Maria mengangkat seorang Wakil Manajemen Mutu atau disebut WMM sekaligus Wakil Kepala Satuan Pendidikan bidang umum dan operasional.

Wakil Manajemen Mutu SMA Santa Maria, Ir. Marceline Prophylia akan langsung bertindak begitu sekolah mengalami penurunan kualitas.

Sr. Agatha menambahkan dengan adanya ISO 9001:2000 ini, SMA Santa Maria semakin diakui oleh perguruan tinggi di luar negeri untuk menjalin kerjasama. “Secara status kami sudah diakui kalangan internasional. Itu keuntungan yang bisa kami dapat,” tambahnya.

Kualitas dan perkembangan SMA Santa Maria ini tidak hanya berhenti di sini. Tetapi dikontrol perkembangnnya terus menerus. Bahkan tetap diaudit eksternal oleh United Regristear System (URS) dibawah lisensi United Kingdom Acreditation Services (UKAS).

Audit ISO yang melibatkan lisensi luar negeri ini merupakan yang pertama untuk sekolah di Surabaya. Peninjauan sendiri mulai dilakukan sejak awal tahun 2008. Mulai pertengahan tahun 2008 banyak perubahan yang mau tidak mau harus dilakukan oleh semua elemen di sekolah. Tidak hanya siswa, namun juga kebiasaan guru dan para karyawan.

”Kini budaya di sekolah mulai berlaih, dari budaya lisan menjadi tulisan,” terang Sr. Agatha.

Sabtu, (31/1) kemarin di aula Santa Maria, SMA Santa Maria mengelar Seminar Interatif ”Membangun Semangat Entrepreneurship” dan Penyerahan Sertifikat ISO 9001:2000. (sep/diambil dari Seputar Indonesia dan Surabaya Pagi)

Jumat, 09 Januari 2009

Kesaksian













Aku, Lukas

Lukas/29 thn, seorang penderita HIV dengan stadium empat. Tetapi Lukas mempunyai semangat hidup yang tinggi sampai sekarang diperkenankan hidup oleh Tuhan memberikan kesaksian dan pelayanan di Jayapura. Dengan kisah ini, semoga dapat membantu teman-teman untuk merangkul penderita aids dan virus hiv dan menghindari narkoba dan seks bebas.


Ini kesaksian ku: akhir 2005 aku sakit gak jelas sakit apa. pokoknya badan lemes, gak napsu makan, diare, batuk, berat badan turun 14 kilo. Hasil pemeriksaan: TBC, radang usus kronis, kurang gizi. Awal tahun 2006 tgl 18 januari aku tak sadarkan diri n dibawa oleh saudara-saudari di persekutuan doa ke rumah. (ortu dann kakakku belum terima Yesus, masih buddha), terus aku di bawa ke RS Husada, Mangga Besar. Ternyata aku HIV, Stadium 4, radang usus kronis, TBC, dan gagal hati.

Aku tak sadar sampai 18 hari. Dokter memvonis aku paling lama umurnya sampai akhir Febuari. Tapi awal Februari aku siuman, tetapi karena dokter sudah lepas tangan aku dibawa pulang ke rumah. Setelah 1 minggu ke rumah aku sesak napas n dibawa ke RSPI. SS- Sunter. Aku tidak sadar lagi tapi dalam keadaan antara sadar dan tidak aku hanya bisa berkata: "Tuhan Yesus tolong aku…, Jika aku mau Kau panggil aku harus yakinkan kalau Yesus sendiri yang Jemput aku, kalau ini rencana iblis aku batalkan dalam nama Yesus," hanya itu yang aku ingat.

Dalam keadaan sadar dan tidak sadar aku dengar perkataan: "apakah kamu bisa tetap mengucap syukur dalam keadaan seperti ini?". Aku jawab: "ya Tuhan Yesus, aku lupa. aku lupa mengucap syukur, dan aku hampir lupa bahwa rancanganMu adalah rancangan damai sejahtera bukan kecelakaan, ampuni aku Yesus Raja ku,"aku tersadar dan aku langsung berdoa dan mengucap syukur. Aku katakan: "Tuhan Yesus kalau sekarang Kau panggil aku aku siap, tapi kalau kau ijinkan aku tetap hidup aku akan menjadi saksiMu dalam sisa hidupku." Jawabny: “aku siap Tuhan!”, kondisinya mulai berangsur-angsur pulih.Tanggal 14 desember 2006, YESUS masih ijinkan aku hidup dan terus menjadi saksiNya. walau HIV + masih ada.

Hal itu tidak membuat aku lelah untuk bersaksi, karena hanya Yesus Kekuatan dalam Hidupku. Aku ada saat ini bukan karena kuat, gagah, sehat, pintar ku sendiri, melainkan hanya karena KASIH YESUS padaku.Tanggal 11 maret 2007, Tuhan mengutus aku untuk pelayanan di Jayapura-Papua, disini ternyata banyak juga orang yan terinfeksi HIV mati tanpa penngharapan, ternyata untuk itu aku diutus kesini, aku meginjil dan bersaksi di gereja-gereja dan di rumah sakit semua untuk memberikan pengharapan kepada mereka bahwa yesus adalah satu-satunya yang bisa kasih pengharapan.Tanggal 10 september 2007, Tuhan ijinkan aku untuk melatih perawat dan dokter untuk mengatasi masalah terkait pasien HIV dan AIDS di Merauke, bayangkan bagi orang aku tidak berarti, ternyata Janji Tuhan ditepati untuk menjadikan kita hidup dengan hari depan yang penuh harapan dan semakin berguna.

Tanggal 22 Desember 2007, Tuhan mengutus aku untuk masuk kepedalaman Papua (Suku Yetfa merupakan salah satu suku dari 14 suku terasing di papua),Tuhan Yesus Menguatkan aku untuk dapat berjalan kaki 11 hari di hutan, melewati sungai, gunung, lembah, hutan belantara, dan lintah di mana-manahanya untuk menemui mereka saudara-saudara kita di pedalaman, dan mengabarkan bahwa YESUS sanggup dan mampu mengubah hidup mereka. Aku sempat tinggal di pedalaman 12 hari bersama mereka untuk mengabarkan cerita sukacita, cerita tentang Tuhan YESUS, walau terkadang bahasa agak tidak nyambung dengan mereka.

Tanggal 2 Februari 2008, kembali Tuhan ijinkan aku untuk melatih perawat dan dokter di kab. Nabire terkait masalah HIV-AIDS. Tanggal 3 Maret 2008, kembali Tuhan ijinkan aku melatih perawat dan dokter di Kab-Biak terkait masalah HIV-AIDS.Tanggal 2 September 2008, ikut serta dalam pelatihan Manager Kasus yang dilakukan oleh Dinkes Provinsi Papua. Sekarang saya adalah seorang manager kasus untuk masalah HIV di Provinsi Papua.

Tanggal 8 Oktober 2008, Tuhan ijinkan hasil pemeriksaan CD4 ku turun lagi hingga 87, dokter sempat panik dan saya mengucap syukur kepada Tuhan: "Tuhan Yesus, Kaulah yang membuat aku tetap dapat bertahan apa pun yang terjadi saya akan naikkan ucapan syukur bagiMu dan kalau Engkau nyatakan waktu ku sudah selesai saya siap untuk pulang ke rumah yang telah Kau sediakan bagiku."

Ternyata dari hasil diskusi dengan beberapa ahli ternyata saya gagal dalam terapi ARV Lini I dan saya harus mengkonsumsi Lini II, tetapi Provinsi papua obat itu tidak tersedia. mendengar hal itu saya katakan kepada dokter: " Puji Tuhan, dok ini adalah rancangan Tuhan yang indah yang dapat membuat obat ARV lini II dapat masuk ke Papua. Hasilnya pada tanggal 5 Januari 2009 akhirnya obat ARV lini II dapat tersedia di Papua.Selama di Papua, Tuhan ijinkan untuk 8 kali kena malaria: Tropika dan Tersiana, tapi Tuhan ijinkan aku dapat melalui dengan iman dan pengharapan pada Yesus tanpa harus di opname, bahkan tetap pelayanan di Rumah sakit.

Sungguh rancangan Tuhan memang terlihat dapat menyakitkan kita tapi justru di balik ganasnya badai pencobaan Tuhan selalu memberkati kita dan mengingin kita dapat selalu menjadi berkat bagi sesama.Pelangi yang indah muncul selalu setelah badai seperti itulah janji Tuhan Yesus, satu satunya Tuhan kita yang HIDUP dan berkuasa karena Dialah yang maha kuasa.Untuk semua saudara yang baca… yakinlah hanya YESUS penolong kita, yang mampu lakukan ini. Biarlah kesaksian ini dapat menguatkan hati saudara-saudari yang mungkin ada dalam pergumulan. Ingat YESUS HIDUP dan tetap menyertai kita sampai akhir zaman. Semua kesaksian ini hanya untuk kemuliaan bagi Tuhan Yesus kristus. Terpujilah namaNya kekal sampai selamanya. (smbr. email as_024@yahoo.com)