Minggu, 27 Mei 2012
Jumat, 25 Mei 2012
Dies Natalis ke-49
Gelar Berbagai Lomba
ITATS merupakan
Perguruan Tinggi Unggul 2012 versi Kopertis wilayah 7, Jawa Timur.
Perguruan tinggi ini termasuk dinilai baik oleh Kompertisi dalam
pengelolahan bidang kelembagaan dan tata kelola, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, kemahasiswaan, dan Tri Dharma Perguruan Tinggi, jelas Yoyok selaku staf Pelayanan Satu Atas,
Selasa (24/5/2012). Pelayanan Satuan Atap berada di gedung A
berdampingan dengan ruang Pembantu Rektor III.
Di sela-sela berbincang
dengan staf Pelayanan Satu Atas, Bapak Bambang selaku Pembantu Rektor
III menyapa kami berdua. Dengan senyum, kami juga ikut menyapa.
Sapaan Pembantu Rektor III yang familier .
Yoyok menambahkan bulan
Mei ini, ITATS menghelat Dies Natalis ke-49. Perhelatan Dies Natalis
ini digelar berbagai kegiatan yang memacu kebersamaan civitas
akademika. Kegiatan tersebut mulai tanggal 10 Mei - 3 Juni nanti,
diantaranya lomba dosen, karyawan, dan mahasiswa berprestasi. Lomba
ini memicu dosen dan karyawan untuk bekerja keras dengan
menumbuhkembangkan kreatifitas dan inovatif mereka. Hingga
perkembangan perguruan tinggi ini semakin maju menorehkan berbagai
prestasi di dunia pendidikan. Terutama mengisi kemajuan sumber daya
manusia dalam tatanan perkembangan jaman ini.
Selain lomba tersebut,
panitia juga menggelar lomba olah raga baik dosen sampai mahasiswa.
Olah raga yang dipilih panitia di cabang futsal dan volley ball, papar
Yoyok.
Minggu nanti (26/05/12) panitia
mengadakan jalan sehat dosen dan karyawan. Berbagai telah disiapkan
oleh panitia, seperti kulkas, sepeda gunung, dan hadiah hiburan,
tambahnya.
Kemeriahan jalan sehat,
nantinya berlanjut lomba memancing. Lomba memancing ini melatih
kesabaran peserta. Peserta juga memerlukan teknik tersendiri dalam
hal mancing memancing supaya meraih juara. Entah, ikan apa yang akan
disediakan oleh panitia. Panitia masih merahasiakannya supaya peserta
semakin penasaran dan semakin banyak peminatnya.
Selain lomba memancing,
salah satu mahasiswa teknik mesin mengatakan aka ada lomba karaoke di
area belakang gedung A. Diperuntukkan bagi semua civitas akademika
(dosen, karyawan, dan mahasiswa). Benar-benar kemeriahan menyambut
Dies Natalis ke-49, katanya.
Kemeriahan Dies Natalis
tidak hanya berhenti di lomba karaoke happy fun ala ITATS,
publik pun menunggu kemajuan ITATS yang lebih dhasyat. Hal ini
direspon oleh panitia dengan memamerkan karya mahasiswa-mahasiswi masing-masing jurusan yang bertajuk pameran produk jurusan dan uji emisi. Dan, lomba speaking and telling
ikut memeriahkan bulan penuh bahagia ini. Dies Natalis ke – 49
ITATS ditutup dengan istiqosah bersama tanggal 31 Mei 2012, pukul
13.00 WIB. (asep)
foto-foto : www.google.co.id/imghp
UKWMS - Diskusi Interaktif
Mengundang Denni Purbasari, Asisten Staf Khusus Wapres
Jumat lalu (27/5/2012) Rektor
Unika Widya Mandala Surabaya, Prof. Dr. J. S. Ami Soewandi bekerja sama dengan
Forum Masyarakat Katolik Indonesia menggelar Diskusi Interaktif.
Diskusi ini mengusung tema: “Indonesian Economic Outlook: Menyongsong
Masa Depan Indonesia dengan penuh harapan” menghadirkan narasumber Denni
Purbasari, Ph.D. selaku dosen FEB Universitas Gajah Mada (UGM) dan Asisten Staf
Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia di ruang Agustinus 301, lantai 3.
Unika Widya Mandala Surabaya
sengaja mengundang Purbasari untuk memaparkan situasi dan kondisi sampai saat
ini. Terutama kondisi perekonomian bangsa kita yang semakin merosot dipandang
kasat mata.
Berikut papar Purbasari dalam
diskusi interaktif yang dihadir petinggi dari instansi pendidikan dan tokoh
masyarakat. Memaparkan perekonomian bangsa Indonesia mulai dari Bahan Bakar
Minyak sampai kekayaan bangsa, yakni beras. Negara yang kaya akan padi kenapa
masih kekurangan beras. Apa yang terjadi dengan situasi dan kondisi bangsa saat
ini?, tanya Purba di ruang Agustinus saat itu. (asep)
Selasa, 22 Mei 2012
Unika Dharma Cendika Surabaya Bersama Puskat Yogyakarta
Bedah Film “SOEGIJA”
di WTC Surabaya
Bertepatan Hari Kebangkitan Nasional dan Hari
Komunikasi Sosial Sedunia, Universitas Katolik Dharma Cendika bekerja sama
dengan SAV Puskat Yogyakarta menggelar Bedah Film “Soegija” di ruang Singosari
lantai 3, WTC Surabaya.
Bedah Film ini menghadirkan pemeran utama Mgr.
Albertus Soegijapranata, SJ, yakni Nirwan Dewanto, Rm. G. Budi Subanar, SJ
penulis Buku “Soegija”, dan Rm. Iswara Hadi salah satu pengelola SAV Puskat
Yogyakarta.
Rm. Banar menceritakan tentang bukunya. Kedua buku
itu menceritakan hal yang berbeda. Buku pertama mengisahkan kelahiran Romo
Kanjeng sebutan Mgr. Soegija pada jaman dulu di tahun 1945an. Sedangkan buku
kedua mengisahkan catatan harian Romo Kanjeng. Pada saat menulis buku II sumber
utama benar-benar dari catatan harian romo kanjeng. Cukup ekstra keras dalam
membahaskan ke dalam buku kedua saya, karena tulisannya sulit dibaca dan
tulisan huruf latin, ceritanya.
Bagi Romo Banar, sosok Romo Kanjeng bukan orang
Katolik saja, melainkan semasa kecilnya sudah menjadi anak nakal dan
dipermandikan sejak duduk di bangku SMP. Sejak itulah pengalaman lintas budaya
dan agama sudah mulai bertumbuh kembang mengikuti pertumbuhan jaman, jelasnya.
“Nilai kemanusiaan dan perkembangan budayanya
membuat Romo Kanjeng semakin menghidupi nilai kekatolikkannya dan tidak
menempatkan diri di gereja saja Walaupun Soegija sudah menjadi romo, bahkan
sampai menjadi Uskup. Bahkan Romo Kanjeng menelorkan filosofi 100% Katolik,
100% Indonesia. Itulah sosok Romo Kanjeng,” jabar Romo Banar.
Paparan Romo Banar menambah bahan pertanyaan
moderator, Wawan Kristanto. Untuk bertanya kepada Romo Iswara Hadi, SJ. Mengapa
Romo membuat film Soegija? Padahal biayanya cukup besar, tanya moderator.
Romo Iswara menjawab konteks awalnya film Soegija
dibuat bukan dalam kemas layar lebar. Melainkan kemas atau format DVD seperti film
dokumenter. Setelah mengawali diskusi panjang lebar dengan sutradara-Garin
Nugroho dan penata musik-Djaduk Ferianto, jawabnya.
Sebelum pembuatan film Soegija, Puskat telah
mempuyai dua film dan mendapatkan penghargaan. Film Soegija dibuat karena
kesinambungan dari film kedua dari romo Van Lith dan Uskup pertama pribumi.
Romo Kanjeng merupakan murid dari Romo Van Lith dan Pahlawan Nasional yang
mempunyai peranan bagi bangsa dan Negara, jabarnya.
Dari situlah proses pembuatan film. Film ini
merupakan kisah nyata dan telah dilakukan riset dari berbagai sumber mulai dari
tahun 2008. Dan, akhirnya film Soegija dibuat oleh Garin Nugroho. Garin Nugroho
memilih peran utama, yakni Nirman Dewanto.
Dia mengakui dunia perfilman baginya masih baru.
Awal belum yakin tawarnya Garin. Berkat desak-desakkan Garin dan awal Oktober,
dia meminta waktu 2 bulan untuk memikirkan tawaran tersebut. Akhirnya dia
menyetujui peran Romo Kanjeng dengan mulai belajar literature dari buku-buku
Romo Banar salah satunya, reading bersama sutradara, dan hidup bersama
frater-frater di seminari, tuturnya.
Bagi dia, saya sebagai muslim tidak menjadi masalah sebagai peran Romo Kanjeng. Keluarga pun mendukung saya dalam memerankan Romo Kanjeng. Menjadi peran Romo Kanjeng tidak harus menjadi Katolik. Saya tetap menjalankan rutinitas keislaman saya.
Bagi dia, saya sebagai muslim tidak menjadi masalah sebagai peran Romo Kanjeng. Keluarga pun mendukung saya dalam memerankan Romo Kanjeng. Menjadi peran Romo Kanjeng tidak harus menjadi Katolik. Saya tetap menjalankan rutinitas keislaman saya.
Bedah film ini semakin meriah dengan kedatangan
Endang Laras dalam lantunan lagunya Kopi Susu. Lagu kopi susu juga mendapat
lagu di film Soegija. Pada saat cuplikkan film terdapat adegan kelompok musik
menghibur tamu-tamu dengan menyanyikan lagu kopi susu di hotel ASIA di film
tersebut.
SINOPSIS
FILM “SOEGIJA”
Film ini melukiskan kisah-kisah kemanusiaan di masa
perang kemerdekaan bangsa Indonesia (1940-1949). Adalah Soegija yang diangkat
menjadi Uskup Pribumi pertama dalam Gereja Katolik Indonesia. Baginya
kemanusian itu satu satu kendati berbeda bangsa, asal usul, dan ragamnya.
Dan perang adalah kisah terpecahnya keluarga besar
manusia. Ketika Jepang datang ke Indonesia tahun 1942, Mariyem (Annisa Hertami) terpisah dari Maryono (Abe), kakaknya. Ling Ling (Andrea Reva) terpisah dari ibunya (Olga Lydia).
Tampaknya keterpisahan itu tidak hanya dialami oleh
orang-orang yang terjajah, tetapi juga oleh para penjajah. Nobuzuki (Suzuki), seorang tentara Jepang dan
penganut Budhist, ia tidak pernah tega terhadap anak-anak, karena ia juga
mempunyai anak di Jepang.
Robert (Wouter
Zweers), seorang tentara Belanda yang selalu merasa jadi mesin perang yang
hebat, akhirnya juga disentuh hatinya oleh bayi tak berdosa yang ia temukan di
medan perang. Ia pun rindu pulang, ia rindu pada ibunya. Di tengah perng pun
Hendrick (Wouter Braaf) menemukan
cintanya yang tetap tak mampu ia miliki karena perang.
Soegija ingin menyatukan kembali kisah-kisah cinta
keluarga besar kemanusiaan yang sudah terkoyak oleh kekerasan perang dan
kematiaan. (asep, dari berbagai sumber)
Final WM Superstar 2012
Beradu
Vokal di Nada Tinggi
Unit Kegiatan Mahasiswa 3, Unika Widya Mandala Surabaya menghelat final
WM Superstar 2012 di auditorium Benediktus lantai 4, Sabtu lalu (28/4/2012), di
final ini terdiri dari 5 finalis yang membawakan lagu pilihan dewan juri,
seperti Sagitta Oetomo-lagunya Jennifer
Hudson And I'm Telling You
I'm Not
Going, Evelina Larissa-lagunya beyonce liste, Catharina Hetty-lagunya Whitney Houston I Have Nothing, dan Rully Rachel-lagunya Celine Dion I Surrender, dan Andy Partslist-lagunya Tompi Tak Pernah Setengah Hati.
Catharina menuturkan pilihan lagu
dari juri benar-benar sulit. Pilihan lagunya nada-nada tinggi semua. Memakan
waktu saya. Ternyata juri menganjurkan saya harus latihan ekstra keras. Sampai
saya membuat jadwal untuk latihan. Baik itu latihan pernafasan, olah vokal
sampai mempersiapkan performance yang ditampilkan di atas panggung, tuturnya.
Bahkan, dia sampai latihan di
tempat tertentu supaya dapat mencapai nada tinggi dari lagu I Have Nothing. Lagu I Have Nothing banyak nada-nada tinggi.
Kalau nada-nada tinggi tersebut tidak bisa saya capai. Makna lagunya kurang
dapat tersampaikan dengan baik dan tidak enak didengar oleh penonton. Apalagi
lagunya berbahasa Inggris. Duh, susah banget mas, paparnya.
Beruntung saya mempunyai
teman-teman AVC yang mendukung saya dalam latihan. Untuk mendapatkan nada
tinggi tersebut. Dua hari sebelum final, akhirnya saya mulai menguasai materi
lagu pilihan. Dan, pada saat tampil saya tidak berani performance banyak karena lagunya menguras tenaga.
Seperti yang dituturkan oleh
Deddy salah satu juri, Catharina mempunyai karakter vokal yang unik dan
menyanyikan lagunya tidak seperti penyanyinya. Berani melakukan improvisasi di lagu
tersebut, tuturnya.
Deddy menambahkan, finalis tidak
hanya menyanyikan lagu pilihan secara single. Mereka juga bernyanyi duet dengan
finalis lain, seperti Sagita-Evelina menyanyi lagu Ekspresi. Begitu juga dengan
Catharina-Rully-lagu Pesta. Untuk Andy karena finalisnya ada 5, Andy berduet
dengan Sheila. Sheila adalah pemenang WM Superstar tahun 2010. Mereka
menyanyikan lagu If ain’t Got Xou.
Kesemuaan lagu pilihan dan lagu
duet telah mereka nyanyikan dengan performance
yang tidak kalah bagus dengan Indonesian Idol yang disiarkan di stasiun
telivisi swasta nasional. Dan, sembari menunggu hasil dari dewan juri, penonton
dihibur dengan performance bintang
tamu dan jawara WM Superstar 2010. Hingga suasana auditorium semakin meriah
dengan bakat-bakat dan professional mereka.
Setelah penjurian selesai dan
hasilnya ditangan MC. MC meminta kelima finalis masuk ke depan. Dan, sang
jawara diumumkan oleh MC. Juara III diraih oleh Andy Partslist, Juara II
disabet Evelina Larissa, dan Catharina Hetty meraih juara I WM Superstar 2012,
Selamat. (asep)
Jumat, 18 Mei 2012
Hari Raya Kenaikkan Isa Almasih
Bertekun dalam Novena Roh Kudus
Menjelang Hari Raya Pentakosta
“Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan
beberapa perempuan serta Maria, Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus”, Kis
1:14
Minggu lalu (13/5/2012) dalam
penanggalan liturgi memasuki Minggu Paskah yang keenam. Minggu paskah yang
keenam ini, seluruh umat Keuskupan Surabaya merayakan Kenaikan Isa Almasih atau
kenaikkan Tuhan Yesus Kristus yang jatuh pada hari Kamis. Meski perayaan ini
tidak begitu semeriah dan ramai seperti perayaan Natal dan Paskah pada umumnya.
Umat masih merayakan kenaikkan
Tuhan Yesus Kristus setelah 40 hari raya Paskah dengan khusuk. Seperti pantauan
dari blogger di Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria, Kepanjen dan Paroki Santa
Maria Tak Bercela, Ngagel.
Di Paroki Kelahiran Santa Maria
Perawan, Kepanjen (Paroki Kelsapa) perayaan ekaristi diadakan tiga kali dan di
Paroki Santa Maria Tak Bercela (Paroki SMTB) diadakan dua kali pada sore
harinya. Blogger memantau di Paroki Kelsapa pukul 08.00 WIB. Perayaan ekaristi
dipimpin oleh Rm. Ignatius Suparno, CM. Bangku-bangku masih ada kosong, namun
ini semua tidak menyurutkan umat Paroki Kelsapa menjalin relasi bersama Tuhan
Yesus Kristus. Mereka meluangkan waktu untuk bersama PutraNya dalam mengenang KenaikkanNya.
Tampak sekali kekhusukkan umat
dalam merayakan ekaristi bersama Pastor yang pernah pastoral di perburuhan.
Apalagi kelompok paduan suara dari gabungan wilayah Paroki Kelsapa mengiringi
suasana perayaan ekaristi dengan lagu-lagunya yang merdu. Melalui pimpinan
bapak Setyo, sang dirigen. Hingga umat semakin merasakan kehadiran Tuhan Yesus
di jiwa raga mereka. Dalam keheningan doanya.
Keheningan doa umat Paroki
Kelsapa semakin dikuatkan dengan homilinya Rm. Ignatius Suparno, CM. Rm.
Ignatius Suparno, CM menyampingkan pesan melalui inti pesan dari Injil Markus.
Hendaknya kita sebagai umat dalam anggota tubuh Gereja bukan menjadi penonton.
“Janganlah menjadi penonton dalam
peristiwa Paskah yang telah kita lalui, melainkan maknai peristiwa Paskah
dengan kekuatan PutraNya. Kita sebagai umatNya diharapan selalu meneladani
Kekuatan pribadi Tuhan Yesus Kristus dalam kehidupan kita sehari-hari,”
pesannya.
Dengan begitu kita sebagai
umatNya berani berkata saat ini dan selamanya tidak hanya sebagai penonton.
Jadilah pelaku pewarta Injil dan menumbuhkembangkan karya keselamatan PutraNya.
Sehingga pribadi kita menjadi garam dan terang dunia di perayaan Kenaikkan Isa Almasih
ini, papar Rm. Suparno, CM.
Sore harinya, blogger menuju Paroki
Santa Maria Tak Bercela. Koresponden memantau Perayaan Kenaikkan Isa Almasih
pukul 18.30 WIB. Terdengar dari parkiran, lonceng berbunyi menandakan perayaan
ekaristi Kenaikkan Isa Almasih segera dimulai.
Tak lama kemudian, koresponden
memasuki gereja ikuti merayakan perayaan ekaristi di Paroki SMTB. Ratusan umat
Paroki SMTB memadati lantai dasar Gereja dan di lantai satu masih nampak bangku
yang kosong. Namun hal ini tidak mempengaruhi kekhusukkan umat dalam merayakan
Kenaikkan Isa Almasih.
Perayaan ekaristi yang
dipersembahkan oleh RD. Satrio ini cukup meriah. Dikarenakan kemeriahan ini
semakin tampak dalam perayaan Kenaikkan Isa Almasih dengan kepiawaian kelompok
paduan suara AVC dalam melantunkan nyanyiannya dalam mengiringi umat dalam
merayaan perayaan ekaristi pada sore hari itu.
Keheningan dan kekhusukkan umat
semakin terasa dan dikuatkan dengan homilinya RD. Satrio. Dalam homilinya, RD.
Satrio menjabarkan secara mendalam peristiwa kenaikkan Tuhan Yesus Kristus
setelah perayaan Paskah yang dikisahkan dalam Injil Markus. Di Injil Markus,
proses waktu tidak begitu dijabarkan. Melainkan proses kenaikkan Tuhan Yesus
setelah peristiwa sengsara, wafat, dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.
Lai halnya yang dikisahkan Injil
Mateus, Yohanes, dan Lukas masih memaparkan proses waktu karya keselamatan
Yesus pada jaman itu. Namun hal ini tidaklah menjadi perdebatan di umat.
Melainkan menjadi kepenuhan kita dalam mendekati diri kita dengan PutraNya,
jabar RD. Satrio.
Perayaan Kenaikkan Isa Almasih kali ini memasuki masa liturgi tahun B. Umat
dihimbau dan diajak untuk mempastorali diri dengan novena Roh Kudus selama 9
hari berturut-turut. Keuskupan telah merumuskan tema Novena Roh Kudus, yakni
Bersama Roh Kudus Mewujudkan Hidup Sejahtera yang Ekaristis mulai Jumat lalu
(18/5/2012). Seperti yang dicanangkan di tahun 2012-Tahun Remaja dan Liturgi.
Tema Novena Roh Kudus saling berkait untuk mensinergikan iman umat dalam
perkembangannya.
“Bila umat tidak bisa mengikuti
novena Roh Kudus di Gereja bersama-sama umat yang lainnya. Dikarenakan
keterbatasan waktu dan komitmenya. Umat dapat novena Roh Kudus bersama
komunitas kecilnya, yakni keluarga. Dengan mengatur waktu yang tepat terutama
di malam,” jabarnya.
RD. Satrio juga berpesan kepada
anak-anak yang mau menempuh Ujian Akhir Semester tahun pelajaran 2011/2012.
Akan lebih baik, setelah belajar. Lebih baik dan enaknya berdoa Novena terlebih
dahulu. Sebelum tidur daripada nonton acara televisi seperti sinetron ataupun
Opera Van Java. Romo jamin yang dipelajari tadi akan masuk diotak kalian,
pesannya.
“Mari kita renungkan Hari raya
Kenaikkan Isa Almasih ini dengan Novena Roh Kudus dan sambutlah hari raya
Pentakosta dengan hati yang penuh iman dan kasih, Amin.” (asep)
Ilustrasi google.com
Langganan:
Postingan (Atom)











