Minggu, 27 Mei 2012

Pasar Malem Tjap Toendjoengan



DIRAMAIKAN 
MUSIK PATROL DAN LUDRUK

Pasar Malem Tjap Toendjoengan menyambut HUT Kota Surabaya ke-719 di lapangan parkir Hotel Sheraton. Pasar Malem Tjap Toendjoengan dua tahun lalu diadakan di samping SOGO.

Dan, acara tahunan ini kali ketiga yang digelar oleh pihak Tunjungan Plaza. Bagi pihak Tunjungan Plaza ini bagian dari pelayanan mereka terhadap warga Surabaya. Karena Tunjungan Plaza juga bagian dari warga Surabaya yang ikut memajukan kota Surabaya.

Awal pembukaan, Wakilkota Surabaya, Tri Rismaharini turut hadir membuka acara Pasar Malem Tjap Toendjoengan. Setelah itu Ibu Risma melihat stan Pasar Malem Tjap Toendjoengan dan disambut meriah oleh warga kota Surabaya.

“Pasar Malem Tjap Toendjoengan berlangsung mulai Kamis (17/5/12) hingga  Minggu (3/6/12) mendatang.”

Pasar Malem Tjap Toendjoengan menyuguhkan berbagai acara yang menarik mulai dari musik kolaborasi, musik patrol, dan ludruk. Selain panggung hiburan, panitia menghelat lomba fotografi, musik patrol, dan ludruk. Jadi, setiap malamnya, ada tiga sampai empat musik patrol dan ludruk ikut meramaikan Pasar Malem Tjap Toendjoengan. Di kompetisi ini, panitia telah menyediakan hadiah yang menarik.

Alhasil, setelah blogger berkeliling. Ternyata ada wisatawan manca negara sedang asyik duduk menikmati sajian kuliner khas Surabaya dengan berbaur bersama warga kota Surabaya Sabtu lalu (26/5/12). Sajian kuliner yang disediakan di stand, seperti semanggi, tahu pong, rawon iga, ronde, nasi krawu, lontong kupang, lontong mei, dan lain sebagainya.

Bahkan MC pun mengajak para pengunjung bernyanyi sambil menikmati suasana malam Pasar Malem Tjap Toendjoengan. (asep)

Taman Ekspresi



Jumat lalu (25/5/12), Blogger membidik Ogoh-Ogoh ALA Soroboyo di taman Ekspresi.
Ogoh-Ogoh ini semakin melengkapi keindahan taman Ekspresi.

Taman ekspresi ini terletak di jalan Genteng Kali bersebelahan dengan SPBU. (asep) 

Panorama



Jumat (25/5/12) AIR MANCUR yang berada di persimpangan Balai Pemuda
menghiasi keindahan kota Surabaya di malam hari. (asep)

Jumat, 25 Mei 2012

Dies Natalis ke-49


Gelar Berbagai Lomba

ITATS merupakan Perguruan Tinggi Unggul 2012 versi Kopertis wilayah 7, Jawa Timur. Perguruan tinggi ini termasuk dinilai baik oleh Kompertisi dalam pengelolahan bidang kelembagaan dan tata kelola, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, kemahasiswaan, dan Tri Dharma Perguruan Tinggi, jelas Yoyok selaku staf Pelayanan Satu Atas, Selasa (24/5/2012). Pelayanan Satuan Atap berada di gedung A berdampingan dengan ruang Pembantu Rektor III.
 
Di sela-sela berbincang dengan staf Pelayanan Satu Atas, Bapak Bambang selaku Pembantu Rektor III menyapa kami berdua. Dengan senyum, kami juga ikut menyapa. Sapaan Pembantu Rektor III yang familier .

Yoyok menambahkan bulan Mei ini, ITATS menghelat Dies Natalis ke-49. Perhelatan Dies Natalis ini digelar berbagai kegiatan yang memacu kebersamaan civitas akademika. Kegiatan tersebut mulai tanggal 10 Mei - 3 Juni nanti, diantaranya lomba dosen, karyawan, dan mahasiswa berprestasi. Lomba ini memicu dosen dan karyawan untuk bekerja keras dengan menumbuhkembangkan kreatifitas dan inovatif mereka. Hingga perkembangan perguruan tinggi ini semakin maju menorehkan berbagai prestasi di dunia pendidikan. Terutama mengisi kemajuan sumber daya manusia dalam tatanan perkembangan jaman ini.

Selain lomba tersebut, panitia juga menggelar lomba olah raga baik dosen sampai mahasiswa. Olah raga yang dipilih panitia di cabang futsal dan volley ball, papar Yoyok.

Minggu nanti (26/05/12) panitia mengadakan jalan sehat dosen dan karyawan. Berbagai telah disiapkan oleh panitia, seperti kulkas, sepeda gunung, dan hadiah hiburan, tambahnya.

Kemeriahan jalan sehat, nantinya berlanjut lomba memancing. Lomba memancing ini melatih kesabaran peserta. Peserta juga memerlukan teknik tersendiri dalam hal mancing memancing supaya meraih juara. Entah, ikan apa yang akan disediakan oleh panitia. Panitia masih merahasiakannya supaya peserta semakin penasaran dan semakin banyak peminatnya.

Selain lomba memancing, salah satu mahasiswa teknik mesin mengatakan aka ada lomba karaoke di area belakang gedung A. Diperuntukkan bagi semua civitas akademika (dosen, karyawan, dan mahasiswa). Benar-benar kemeriahan menyambut Dies Natalis ke-49, katanya.

Kemeriahan Dies Natalis tidak hanya berhenti di lomba karaoke happy fun ala ITATS, publik pun menunggu kemajuan ITATS yang lebih dhasyat. Hal ini direspon oleh panitia dengan memamerkan karya mahasiswa-mahasiswi masing-masing jurusan yang bertajuk pameran produk jurusan dan uji emisi. Dan, lomba speaking and telling ikut memeriahkan bulan penuh bahagia ini. Dies Natalis ke – 49 ITATS ditutup dengan istiqosah bersama tanggal 31 Mei 2012, pukul 13.00 WIB. (asep)

foto-foto : www.google.co.id/imghp

UKWMS - Diskusi Interaktif


Mengundang Denni Purbasari, Asisten Staf Khusus Wapres 

Jumat lalu (27/5/2012) Rektor Unika Widya Mandala Surabaya, Prof. Dr. J. S. Ami Soewandi bekerja sama dengan Forum Masyarakat Katolik Indonesia menggelar Diskusi Interaktif.

Diskusi ini mengusung tema: “Indonesian Economic Outlook: Menyongsong Masa Depan Indonesia dengan penuh harapan” menghadirkan narasumber Denni Purbasari, Ph.D. selaku dosen FEB Universitas Gajah Mada (UGM) dan Asisten Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia di ruang Agustinus 301, lantai 3.

Unika Widya Mandala Surabaya sengaja mengundang Purbasari untuk memaparkan situasi dan kondisi sampai saat ini. Terutama kondisi perekonomian bangsa kita yang semakin merosot dipandang kasat mata.

Berikut papar Purbasari dalam diskusi interaktif yang dihadir petinggi dari instansi pendidikan dan tokoh masyarakat. Memaparkan perekonomian bangsa Indonesia mulai dari Bahan Bakar Minyak sampai kekayaan bangsa, yakni beras. Negara yang kaya akan padi kenapa masih kekurangan beras. Apa yang terjadi dengan situasi dan kondisi bangsa saat ini?, tanya Purba di ruang Agustinus saat itu. (asep)

Selasa, 22 Mei 2012

Unika Dharma Cendika Surabaya Bersama Puskat Yogyakarta


Bedah Film “SOEGIJA” 
di WTC Surabaya

Bertepatan Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Komunikasi Sosial Sedunia, Universitas Katolik Dharma Cendika bekerja sama dengan SAV Puskat Yogyakarta menggelar Bedah Film “Soegija” di ruang Singosari lantai 3, WTC Surabaya.

Bedah Film ini menghadirkan pemeran utama Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ, yakni Nirwan Dewanto, Rm. G. Budi Subanar, SJ penulis Buku “Soegija”, dan Rm. Iswara Hadi salah satu pengelola SAV Puskat Yogyakarta.

Rm. Banar menceritakan tentang bukunya. Kedua buku itu menceritakan hal yang berbeda. Buku pertama mengisahkan kelahiran Romo Kanjeng sebutan Mgr. Soegija pada jaman dulu di tahun 1945an. Sedangkan buku kedua mengisahkan catatan harian Romo Kanjeng. Pada saat menulis buku II sumber utama benar-benar dari catatan harian romo kanjeng. Cukup ekstra keras dalam membahaskan ke dalam buku kedua saya, karena tulisannya sulit dibaca dan tulisan huruf latin, ceritanya.

Bagi Romo Banar, sosok Romo Kanjeng bukan orang Katolik saja, melainkan semasa kecilnya sudah menjadi anak nakal dan dipermandikan sejak duduk di bangku SMP. Sejak itulah pengalaman lintas budaya dan agama sudah mulai bertumbuh kembang mengikuti pertumbuhan jaman, jelasnya.

“Nilai kemanusiaan dan perkembangan budayanya membuat Romo Kanjeng semakin menghidupi nilai kekatolikkannya dan tidak menempatkan diri di gereja saja Walaupun Soegija sudah menjadi romo, bahkan sampai menjadi Uskup. Bahkan Romo Kanjeng menelorkan filosofi 100% Katolik, 100% Indonesia. Itulah sosok Romo Kanjeng,” jabar Romo Banar.

Paparan Romo Banar menambah bahan pertanyaan moderator, Wawan Kristanto. Untuk bertanya kepada Romo Iswara Hadi, SJ. Mengapa Romo membuat film Soegija? Padahal biayanya cukup besar, tanya moderator.

Romo Iswara menjawab konteks awalnya film Soegija dibuat bukan dalam kemas layar lebar. Melainkan kemas atau format DVD seperti film dokumenter. Setelah mengawali diskusi panjang lebar dengan sutradara-Garin Nugroho dan penata musik-Djaduk Ferianto, jawabnya.

Sebelum pembuatan film Soegija, Puskat telah mempuyai dua film dan mendapatkan penghargaan. Film Soegija dibuat karena kesinambungan dari film kedua dari romo Van Lith dan Uskup pertama pribumi. Romo Kanjeng merupakan murid dari Romo Van Lith dan Pahlawan Nasional yang mempunyai peranan bagi bangsa dan Negara, jabarnya.

Dari situlah proses pembuatan film. Film ini merupakan kisah nyata dan telah dilakukan riset dari berbagai sumber mulai dari tahun 2008. Dan, akhirnya film Soegija dibuat oleh Garin Nugroho. Garin Nugroho memilih peran utama, yakni Nirman Dewanto.

Nirwan Dewanto mengakui kaget disms oleh Garin. Karena dia bukanlah seorang aktor. Apalagi Nirwan seorang muslim yang berperan sebagai Romo Kanjeng. Nirwan menuturkan dia, seorang sastrawan yang mencoba belajar di dunia perfilman melalui ajakkan Garin.

Dia mengakui dunia perfilman baginya masih baru. Awal belum yakin tawarnya Garin. Berkat desak-desakkan Garin dan awal Oktober, dia meminta waktu 2 bulan untuk memikirkan tawaran tersebut. Akhirnya dia menyetujui peran Romo Kanjeng dengan mulai belajar literature dari buku-buku Romo Banar salah satunya, reading bersama sutradara, dan hidup bersama frater-frater di seminari, tuturnya.
Bagi dia, saya sebagai muslim tidak menjadi masalah sebagai peran Romo Kanjeng. Keluarga pun mendukung saya dalam memerankan Romo Kanjeng. Menjadi peran Romo Kanjeng tidak harus menjadi Katolik. Saya tetap menjalankan rutinitas keislaman saya.

 Dan, menyikapi yang berbeda, karena film yang baik, film yang memberikan terbaik untuk masyarakat dan memberikan wawasan terhadap bangsa dan Negara. Terutama nilai-nilai yang terdapat di film tersebut dan saya kira untuk lebih jelasnya nonton filmnya saja yang akan diputar 7 Juni nanti, papar Nirwan.

Bedah film ini semakin meriah dengan kedatangan Endang Laras dalam lantunan lagunya Kopi Susu. Lagu kopi susu juga mendapat lagu di film Soegija. Pada saat cuplikkan film terdapat adegan kelompok musik menghibur tamu-tamu dengan menyanyikan lagu kopi susu di hotel ASIA di film tersebut.

SINOPSIS FILM “SOEGIJA”
Film ini melukiskan kisah-kisah kemanusiaan di masa perang kemerdekaan bangsa Indonesia (1940-1949). Adalah Soegija yang diangkat menjadi Uskup Pribumi pertama dalam Gereja Katolik Indonesia. Baginya kemanusian itu satu satu kendati berbeda bangsa, asal usul, dan ragamnya.

Dan perang adalah kisah terpecahnya keluarga besar manusia. Ketika Jepang datang ke Indonesia tahun 1942, Mariyem (Annisa Hertami) terpisah dari Maryono (Abe), kakaknya. Ling Ling (Andrea Reva) terpisah dari ibunya (Olga Lydia).

Tampaknya keterpisahan itu tidak hanya dialami oleh orang-orang yang terjajah, tetapi juga oleh para penjajah. Nobuzuki (Suzuki), seorang tentara Jepang dan penganut Budhist, ia tidak pernah tega terhadap anak-anak, karena ia juga mempunyai anak di Jepang.

Robert (Wouter Zweers), seorang tentara Belanda yang selalu merasa jadi mesin perang yang hebat, akhirnya juga disentuh hatinya oleh bayi tak berdosa yang ia temukan di medan perang. Ia pun rindu pulang, ia rindu pada ibunya. Di tengah perng pun Hendrick (Wouter Braaf) menemukan cintanya yang tetap tak mampu ia miliki karena perang.

Soegija ingin menyatukan kembali kisah-kisah cinta keluarga besar kemanusiaan yang sudah terkoyak oleh kekerasan perang dan kematiaan. (asep, dari berbagai sumber)

Final WM Superstar 2012


Beradu Vokal di Nada Tinggi

Unit Kegiatan Mahasiswa 3, Unika Widya Mandala Surabaya menghelat final WM Superstar 2012 di auditorium Benediktus lantai 4, Sabtu lalu (28/4/2012), di final ini terdiri dari 5 finalis yang membawakan lagu pilihan dewan juri, seperti Sagitta Oetomo-lagunya Jennifer Hudson And I'm Telling You I'm Not Going, Evelina Larissa-lagunya beyonce liste, Catharina Hetty-lagunya Whitney Houston I Have Nothing, dan Rully Rachel-lagunya Celine Dion I Surrender, dan Andy Partslist-lagunya Tompi Tak Pernah Setengah Hati.


Catharina menuturkan pilihan lagu dari juri benar-benar sulit. Pilihan lagunya nada-nada tinggi semua. Memakan waktu saya. Ternyata juri menganjurkan saya harus latihan ekstra keras. Sampai saya membuat jadwal untuk latihan. Baik itu latihan pernafasan, olah vokal sampai mempersiapkan performance yang ditampilkan di atas panggung, tuturnya.

Bahkan, dia sampai latihan di tempat tertentu supaya dapat mencapai nada tinggi dari lagu I Have Nothing. Lagu I Have Nothing banyak nada-nada tinggi. Kalau nada-nada tinggi tersebut tidak bisa saya capai. Makna lagunya kurang dapat tersampaikan dengan baik dan tidak enak didengar oleh penonton. Apalagi lagunya berbahasa Inggris. Duh, susah banget mas, paparnya.

Beruntung saya mempunyai teman-teman AVC yang mendukung saya dalam latihan. Untuk mendapatkan nada tinggi tersebut. Dua hari sebelum final, akhirnya saya mulai menguasai materi lagu pilihan. Dan, pada saat tampil saya tidak berani performance banyak karena lagunya menguras tenaga.

Seperti yang dituturkan oleh Deddy salah satu juri, Catharina mempunyai karakter vokal yang unik dan menyanyikan lagunya tidak seperti penyanyinya. Berani melakukan improvisasi di lagu tersebut, tuturnya.

Deddy menambahkan, finalis tidak hanya menyanyikan lagu pilihan secara single. Mereka juga bernyanyi duet dengan finalis lain, seperti Sagita-Evelina menyanyi lagu Ekspresi. Begitu juga dengan Catharina-Rully-lagu Pesta. Untuk Andy karena finalisnya ada 5, Andy berduet dengan Sheila. Sheila adalah pemenang WM Superstar tahun 2010. Mereka menyanyikan lagu If ain’t Got Xou.  

Kesemuaan lagu pilihan dan lagu duet telah mereka nyanyikan dengan performance yang tidak kalah bagus dengan Indonesian Idol yang disiarkan di stasiun telivisi swasta nasional. Dan, sembari menunggu hasil dari dewan juri, penonton dihibur dengan performance bintang tamu dan jawara WM Superstar 2010. Hingga suasana auditorium semakin meriah dengan bakat-bakat dan professional mereka.

Setelah penjurian selesai dan hasilnya ditangan MC. MC meminta kelima finalis masuk ke depan. Dan, sang jawara diumumkan oleh MC. Juara III diraih oleh Andy Partslist, Juara II disabet Evelina Larissa, dan Catharina Hetty meraih juara I WM Superstar 2012, Selamat. (asep)