Senin, 21 Desember 2009

Gaungkan Damai Natal


Kunang-Kunang Kuning, Pancarkan DamaiNya

”Jadikan kami anak-anakMu yang taqwa agar dengan hati sedia dan sukacita mendengar, menyimpan, dan mengerjakan sabda bahagiaMu semua sebagai warta nyata dari hidup yang tak sia-sia. Karena Sang Juru Selamat telah lahir kembali di hati kita untuk wartakan Damai Natal.”

Selepas merayakan masa adven, yakni penantian Sang Juru Selamat. Dengan hadirNya Sang Juru Selamat ke dunia ini, umat Katolik mulai mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya Sang Juru Selamat. Mulai dari menghias gereja sampai memberikan fasilitas tambahan untuk kenyamanan umat Katolik dengan mendirikan tenda-tenda di sekeliling gereja.

Tidak hanya itu, dua Minggu sebelumnya. Di mall telah banyak memyuguhkan berbagai ornamen dan pernak-pernik Natal. Seperti di Sutos telah berdiri indah pohon Natal setinggi 9 meter lengkap dengan hiasan Natal. Bahkan di Perpustakaan UK Petra membuat pohon natal dengan isu sosial untuk mengajak seluruh umat kristiani mencintai budaya bangsa, yakni batik. Pohon natal bermotif batik didesain oleh Ibu Titin. Bahkan di gereja-gereja kristen berlomba-lomba membuat pohon natal terunik, yakni pohon natal dari tempat kukusan nasi dan dari payung. Begitu pula yang dilakukan oleh pihak mall, Golden City yang terkenal dengan sebutan GOCI. Di GOCI juga membuat replik pohon natal sampai 8 meter. Replika pohon natal ini dari 3.600 bungkus kerupuk dengan tujuh macam rasa. 1 bungkusnya terdapat 15 kerupuk. Totalnya 54.000 kerupuk. Replikasi pohon natal tercatat dalam Museum Rekor Indonesia ke 4.045. Dan, kerupuknya rencananya akan dibagikan tanggal 27 Desember nanti, Jawa Pos, Senin (21/12).

Lain halnya, seperti tahun lalu di gereja katolik Hati Kudus Yesus membuat kandang tempat lahirnya, Sang Juru Selamat di penderitaan masyarakat korban lumpur Lapindo. Tahun ini, Gereja Katolik Hati Kudus Yesus membuat kandangnya. Di latar belakangi dengan suasana kota penuh gedung bertingkat. Dan, kandang domba dikombinasi dengan selendang Batik, Rabu (23/12).

Itulah sambutan dari umat kristen dan kristiani. Itulah sambutnya!, Atau hanya sekedar merayakan begitu saja, sehingga nafas dari Natal hanya sekedar perayaan keagungan. Mari kita cerna bersama, semenjak Adven keempat, penulis mulai memantau persiapan Natal 2009. Natal 2009 kesannya biasa saja, tidak ada yang istimewa di hati kita.

Ataukah, kita ikut berlomba-berlomba memberikan yang terbaik untuk Sang Juru Selamat melalui pohon Natal ataupun kandang. Kadang kita terlena pada persiapan yang begitu indah, tetapi hati kita belum siap menerima kedatangNya. Karena mungkin, kita belum berani mengatakan komitmen kita untuk menyambut Natal tahun ini. Apa yang ingin kuberikan kepadaNya?, sebagai umat yang peduli pada sesamanya.

Saat ini yang kita butuhkan bukan hanya sekedar trend dan unik di kasat mata Tetapi bagaimana kita mempersiapkan iman kita untuk menyambutnya?. Sehingga kita mau memberikan cinta kita kepadaNya melalui perbuatan kita untuk sesama.

Karena makna dan arti, kenapa Sang Juru Selamat lahir di kandang domba itu untuk memperjuangkan nasib kaum papa dari marginalisasi. Sehingga mereka tidak dianggap rendah oleh kita yang mampu. Mereka juga sama dengan kita mempunyai derajat, martabat, dan harkat yang sama.


Bercermin Diri
Nantinya, kita akan merayakan malam Natal tepat di tanggal 24 Desember. Ketika kita masuk di gereja, kita tidak disambut oleh penerima tamu yang memakai baju rapi. Tetapi, sambutan ini malah berada di kaum papa yang sedang meminta-minta haknya. Untuk membeli sesuap nasi atau bahkan yang lainnya. Pedulikah Anda dengan hal ini. Janganlah hanya sibuk dengan baju kita yang baru. Bahkan baju barunya, baru setengah jadi sudah dipakai Karena hanya sampai di pusar.

Lihatlah, kita dibutuhkan oleh mereka untuk menyatukan harapannya dengan berbagi damai Natal. Gaungkan damai Natal dengan membuka topeng dan mata hati kita untuk mereka. Dan, rayakan dan tanamkanlah lagu malam kudus di dalam dada dan hati kita. Karena lagu ini maknanya dalam sekali. Mari maknai damai Natal ini dengan mengimani perbuatan kita dengan cinta kasihNya melalui damai Natal. Dan, jadilah kunang-kunang kuning melalui langkah-langkah terang bintang yang menuntun para majus. (asep)
Ilustrasi 1 : www.image.google.com
Ilustrasi 2: bidikan sendiri.

Peringatan Hari Anti-Korupsi Sedunia, 9 Desember

KORUPSI DI MASYARAKAT KITA

INDONESIA SEHAT LAWAN KORUPSI, BUDAYAKAN MALU KORUPSI!, "koruptor lebih kejam dari penjajah". Mendukung cita-cita mulia ini dengan pasukan doa. Indonesia harus bersih. Satu suara dari tiap-tiap orang untuk perubahan. Perjuangan bangsa Indonesia sekarang bukan lagi merdeka atau mati, tetapi : INDONESIA HARUS BERUBAH ATAU PUNAH!!

Sungguh memprihatinkan, negara Indonesia mempunyai masyarakat yang religius tetapi banyak korupsi. Gereja setiap ada ibadah penuh, Masjid juga penuh, tetapi korupsi jalan terus. Ini karena ajaran agama salah dihayati. Korupsi adalah penyakit yang ditimbulkan oleh pemisahan ajaran agama dari perilaku keseharian manusia. Memang, korupsi bisa saja dilakukan semua orang baik yang beragama maupun yang tidak beragama, tetapi ajaran-ajaran agama dengan jelas mengajarkan moralitas yang baik, dengan jelas pula meng-haram-kan praktek-praktek korupsi, mencuri dan sejenisnya. China, negara komunis juga pernah menderita akibat praktek korusi, namun semenjak PM Zhu Rong Zi menjabat, ditegakkan suatu hukum yang ketat untuk membasmi korupsi. Bahkan dengan tegas, ia mengatakan kalau saja ada yang bisa membuktikan dia korupsi, dia bersedia dihukum mati. Dan dengan kejelasan hukum itu menjadi salah-satu tonggak kemajuan The New Modern China saat ini.Korupsi adalah merupakan masalah yang kompleks. Ia berakar dan bercabang di seluruh masyarakat. Entah di organisasi yang berorientasi keagamaan maupun sekuler.

Dalam arti luas, korupsi mencakup praktek penyalahgunaan kekuasaan dan pengaruh. Bentuk korupsi yang paling umum adalah “nilep dana”. Mencuri (menilep) uang kas, mark-up dana proyek dsb. Hal tersebut sudah biasa dilakukan di negara kita ini. Dan dimata internasional negara ini tidak bisa mengelak bahwa Indonesia termasuk negara yang terkorup nomor sekian. Tidak ada bidang kehidupan di negara ini yang belum tercemar virus korupsi jenis ini, baik yang kecil maupun yang besar.Belum lagi model korupsi yang sifatnya “suap” atau “sogok” yaitu memberi sesuatu kepada pejabat agar ia melakukan sesuatu yang sebenarnya wajib dilakukannya secara cuma-cuma. Pemberian itu tidak terbatas pada uang, tetapi bisa berbentuk mobil, tanah, perhiasan, rumah, seks, makanan dan minuman, emas, batu mulia, saham, dll. Umumnya yang dihargai oleh si pejabat.

Suap semacam ini lazim oleh orang Jepang disebut “peanut”, artinya peanut (kacang) itu kecil nilainya, yang sebenarnya tidak layak jika dibanding dengan dampak yang diderita negara/rakyat secara keseluruhan.Pembenaran suap beragam coraknya. Ada yang berpendapat bahwa suap itu sebenarnya sekadar hadiah di antara kawan, sebagai balasan atas kemurah-hatian yang tidak ada hubungan dengan jabatan si penerima. Bahwa hal-hal itu merupakan imbalan pengganti tenaga dan pikiran yang telah diberikan oleh si pejabat. Azas timbal-balik adalah norma dasar yang dianuti setiap kebudayaan di sepanjang masa. Lazimnya, penerima hadiah merasa berhutang pada pemberi hadiah. Menolak hadiah, atau menerima hadiah tetapi kemudian tidak membalas dianggap sikap permusuhan. Namun demikian memberi hadiah kepada seorang pejabat tinggi juga dinilai negatif, yaitu sebagai upaya menjilat, menjalin hubungan, atau mempengaruhi. Seorang penguasa yang menerima sogokan dan tidak membalasnya dengan jasa, dianggap tidak bijaksana, dan tidak adil. Ada sementara anggapan bahwa sogok atau suap baru dianggap tidak bermoral apabila ia disoroti dan dikecam oleh masyarakat luas. Bila tidak terjadi pengecaman, maka suap cuma dianggap sebagai cara yang praktis untuk memperoleh tanggapan positif atas suatu permohonan dan upaya untuk memuluskan suatu usaha tertentu.

Kasus yang terkenal pada jaman Yesus ini adalah "suap" kepada Yudas Iskariot, ia menerima 30 keping uang perak untuk harga seorang Mesias. Meskipun pada waktu itu istilah suap mungkin belum muncul, tetapi inilah salah satu model suap. Dan kemudian penerima suap melakukan sesuatu seperti yang diingini oleh pemberi suap. Transaksi ini mirip dengan jual-beli. Penegakan moral anti-suap jarang terjadi. Yang terjadi hanya sekedar kasak-kusuk pembicaraan atau gossip, di negara ini belum ada rujukan Hukum yang pasti mengenai suap ini. Yang dikecam adalah yang menerima suap, sedangkan yang memberi suap bebas dari kutukan masyarakat. Hal biasanya terjadi ialah seorang penyuap akan kecewa tatkala penerima suap tidak melakukan sesuai yang dikehendakinya.

KORUPSI – MENCURI
Akibat korupsi, hanya akan ada kekacauan hukum dan kekerasan, karena orang menjadi ‘serigala’ bagi sesamanya, karena orang mau menjajah sesama warga masyarakat atau warga negara lainnya. Praktek-praktek korupsi yang kita jumpai di negara ini adalah justru dilakukan oleh orang-orang yang terpilih untuk mengemban amanat rakyat (wakil-wakil rakyat) dan para pejabat. Praktek ini telah begitu mewabah dan mungkin sudah menjadi tradisi di hampir seluruh lapisan masyarakat yang memegang jabatan. Korupsi bisa disamakan dengan mencuri, karena mereka telah mengambil sesuatu yang bukan haknya.

Indonesia adalah negara yang berketuhanan, dan setiap agama tidak pernah mengajarkan umatnya untuk melakukan hal ini. Dengan demikian memberantas korupsi menjadi tugas seluruh lapisan masyarakat termasuk kaum agamawan yang selama ini dianggap umat masyarakat mempunyai otoritas memberikan pengajaran dan teladan bagi umat. Keadaan sekarang menuntut mereka untuk tidak hanya sekedar menyampaikan hal-hal bersifat ritualistik tetapi penting para pembina rohani itu mengajar dalam bentuk dorongan moral. Paradigma lama yang menganggap pemberantasan korupsi tidak terlalu penting harus segera diubah.

Melalui keyakinan bahwa memberantas korupsi menjadi jihad/ perang rohani/ perang moral dan perlu diterapkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat aktif. Negara ini sudah terlalu lama menderita, rakyat berharap negara ini maju, yaitu rakyat bebas dari segala penderitaan dan dapat menikmati kesejahteraan. Sayangnya, justru penderitaannya diteruskan karena cita-cita bangsa dengan segala aspirasinya dikorupsi oleh kelompok bangsanya sendiri.

KORUPSI DALAM GEREJA
Yang menarik adalah bahwa korupsi atau penyalahgunaan dana yang bukan haknya terjadi pula dalam dunia "suci" seperti dana urusan naik haji di Depag, misalnya. Ada pepatah yang mengatakan bahwa "Kekuasaan cenderung korup, kekuasaan mutlak selalu korup!" Keadaan semacam itu terjadi juga dalam sejarah gereja. Ketika Kaisar Constantine memeluk agama Kristen, kemudian Istitusi Gereja dan Imperium Romawi menyatu dan kekuasaan Gereja Katolik Roma mulai menggusur bentuk-bentuk kekuasaan yang lain. Pada saat itu pula praktek suap mulai berbentuk jual-beli jabatan gereja. Transaksi jual-beli kedudukan dalam birokrasi gereja atau simoni tak tersentuh hukum.

Mereka menganggap hukuman hanya diberikan di akhirat. Di dunia, seorang yang bersalah paling sial hanya diusir dari gereja, atau dipecat dari jabatannya. Pada saat itu pula terjadi jual-beli surat pengampunan dosa yang merajalela. Praktek yang menyebar pesat ini merupakan sumber penghasilan gereja yang amat penting.Bahwa ada bagian dari Yudas Iskariot dalam setiap pribadi kita umat Allah, mungkin diantara Anda tidak setuju dengan pendapat ini. Tetapi mari kita pelajari karakter Yudas ini yang dikenal sebagai salah-satu murid Yesus yang memegang uang-kas pelayanan Yesus bersama murid-muridNya. Alkitab dengan jelas menulis bahwa ia adalah seorang pencuri, yakni ”….. karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.” Yohanes 12:6.

Berapapun besarnya kekuasaan/wewenang atau seberapa terbatasnya kekuasaan, korupsi adalah salah satu penyalahgunaan kekuasaan. Yudas diberi wewenang untuk mengelola uang kas, dan ia menyalahgunakan wewenang yang diberikan kepadanya. Yudas dipanggil Yesus untuk menjadi muridNya, tetapi kedekatannya dengan Yesus tidak juga membawanya menjadi baik, karena memang ia sengaja menjauhkan dirinya daripada mengikuti teladan-teladan yang diajarkan Yesus. Yudas membawa-bawa uang kas, itu sama dengan Anda dan saya, bukan?. Kita diberi berkat dari Allah secara materi, namun apakah kita lebih mencintai harta daripada Tuhan sendiri, sehingga kita mungkin mempunyai kecenderungan menjadi pencuri seperti Yudas. Yang kita jumpai sekarang ini, betapa banyak Hamba Tuhan yang menyarankan umatnya untuk setia memberi persembahan, membayar perpuluhan rutin dan menyantuni orang miskin, namun pada akhirnya justru mereka para penghimpun dana gereja ini jatuh dalam dosa ‘pencurian’ terhadap uang kas gereja.

Bahkan tidak jarang uang persembahan itu menjadi asset pribadi. Mereka menghimpun dana diakonia dari umatnya, tetapi giliran ada umatnya/orang miskin/orang sakit yang butuh disantuni, mereka akan berdalih banyak-banyak dengan menggunakan strategi birokrasi gereja yang bertele-tele, padahal dana diakonia itu dipersembahkan para umatnya dengan hati yang tulus. Bukankah ini sering kita temui?

Memang, Tuhan memandang perlu akan pentingnya uang untuk pelayanan, dan setiap hamba Tuhan yang melayani umatnya berhak mendapatkan upahnya (1 Korintus 9:9-14). Tetapi tidak sedikit para pelayan Tuhan ini terjangkit penyakit "cinta uang" dan itu jahat dimata Tuhan (Roma 16:17-19).

Mengapa korupsi juga melanda gereja?
Ada permasalahan teologis terletak di sini, yaitu gereja secara keseluruhan belum memberi pemahaman yang alkitabiah tentang Salib. Pengertian Salib ialah Yesus yang menderita untuk keselamatan ciptaan-Nya. Orang yang bersedia menderita dengan tidak mengikut cara duniawi untuk memperoleh kehidupan “layak, mewah, dan serba wah” itulah hidup dalam Salib. Salib berarti menderita. Untuk mencapai kepuasan di dunia, kita tidak mengikuti arus duniawi.

Korupsi, jelas merupakan tindakan yang menanggalkan dan membuang jauh penghayatan kita tentang Salib. Sebab kebahagiaan/ kepuasan tidak dapat terpenuhi hanya dari segi materi saja.Tuhan Yesus sudah memberi teladan bagi kita, bagaimana hidup yang berarti bagi orang lain yaitu melalui jalan salib untuk mana kitapun diundang mengikutinya. Yesus Kristus dalam pengajaranNya yang sangat terkenal Kotbah di Bukit menyatakan "Berbahagialah orang yang menderita oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga." (Matius 5:10).

Tindak korupsi, apalagi yang dilakukan di dalam lingkungan gereja oleh para hamba Tuhan, itu jelas bukan suatu pengabaran tentang Injil Salib!.* Ibrani 13:5"Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman:”Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

PENANGGULANGAN KORUPSI
Muncul ide dari beberapa pakar agar budaya korupsi itu pelan-pelan dihilangkan lewat pendidikan. Mungkinkah? Apakah pendidikan kita dapat menjadi sarana untuk menekankan nilai "anti korupsi" pada orang-orang kita?Romo Magnis pernah berpendapat bahwa agama telah gagal menjadi pembendung moral bangsa dalam mencegah korupsi karena perilaku masyarakat yang memeluk agama itu sendiri. Mereka mengangap bahwa agama hanya berkutat pada masalah bagaimana cara beribadah saja, sehingga agama nyaris tidak berfungsi dalam memainkan peran sosial. Karena perannya tidak berarti, pesan-pesan/ajaran-ajaran agama hanya sebatas seruan saja. Karena hanya sebatas seruan saja, agama tidak memiliki pengaruh apapun terhadap persoalan korupsi.

Semestinya agama/gereja bisa memainkan peran yang lebih besar dalam konteks kehidupan sosial dibanding institusi lainnya. Sebab agama mempunyai korelasi atau hubungan emosional dengan para pemeluknya. Jika diterapkan dengan benar, maka kekuatan relasi emosional yang dimiliki agama bisa menyadarkan umat, bahwa korupsi bisa membawa dampak yang sangat buruk. Dampak itu bukan saja kepada kondisi masyarakat, bangsa dan negara saja, tetapi terlebih kepada beban rohani setiap pemeluknya dimana mereka harus mempertanggung-jawabkan dosa itu kepada Tuhan.

Selain itu Romo Magnis berpendapat bahwa, mesti pula diciptakan opini publik bahwa korupsi tidak sejalan dengan misi agama. Korupsi berdampak buruk dilihat dari sudut pandang ajaran agama. Dengan demikian kiranya opini tersebut dapat mempengaruhi keberanian para politisi dalam memungkinkan terjadinya korupsi.Kita perlu seorang pemimpin atau politisi yang mempunyai komitmen anti korupsi dan menciptakan hukum yang jelas terhadap tindak korupsi apapun, seperti mantan Perdana Mentri China Mr. Zhu Rong Zi, tetapi beliau ini sampai sekarang sepertinya masih komunis (atheis).

Nah, di saat inilah yang tepat untuk bercermin bahwa dengan hadirnya. Sang Juru Selamat hendak mau dan harus mengikuti ajaranNya yang mau menolak dan berkata tidak pada korupsi. Korupsi bukan hanya dosa, tetapi mematikan diri sendiri. Dengan Natal ini, mari umat kristen dan kristiani seluruh dunia serukan Damai Natal dengan mengadakan aksi sosial melalui kata-kata : Tolak Korupsi dari hati kita, serukan DamaiNya dengan menyantuni sesama kita yang membutuhkan, yakni rakyat sendiri. MALU, seorang pemimpin yang korupsi. Kalau tidak malu berarti tidak mempunyai kemaluan. (artikel ini kiriman dari my friend by email yang telah aku edit)

Kamis, 15 Oktober 2009

Gelar Deja Vs SanMar!


Journalist SanMar is the Best


Gelar Deja Vs SanMar! Itulah gegap gempita judul pemberitaan di media harian ternama-Jawa Pos. Karena Tim Jurnalis SanMar meraih tahta terhormat di ajang paling bergengsi Journalist Competition Honda Deteksi Basketball League (DBL), akhir Agustus 2009 lalu.


Tahun ini, tim jurnalis SMA SanMar-julukan ­SMA Santa Maria berhasil mempertahankan gelar juaranya. Sungguh, ini torehan prestasi yang amat manis. Terkhusus, bagi Kejora Ambar Sukma (penulis) dan Dinni Kharisma (fotografer), yang telah bersaing sengit bersama 60 jurnalis dan fotografer terbaik se-Jatim yang merupakan perwakilan dari masing-­masing SMA-nya.


"Awalnya, sih sempat masih ragu untuk bisa menang atau tidak. Melihat saingannya yang begitu berat-berat. Rasa minder sempat muncul juga. Namun, untunglah kami berdua kompak abis. Saling mengisi dan melengkapi. Dan, puji Tuhan, akhirnya kami bisa mempertahankan gelar juara," kata Kejora blak-blakan.


Tak puas hanya meraih gelar number one, tahun ini gayung keberuntungan juga memayungi Dinni Kharisma yang berhasil menyabet pula gelar Best Photographer. Banyak pengalaman unik yang telah dialami cewek kelas XII IS 3 ini untuk mendapatkan momen-momen istimewa yang berhasil dibidik lewat jepretan kameranya.


"Untuk membidik dan mendapatkan foto­-foto yang baik dan eye-catching, aku harus rela setiap hari ke DBL Arena. Kena bola nyasar sudah menjadi makananku setiap hari. Setiap ada bola yang mengarah ke aku, yang pertama kali kuselamatkan adalah kameraku duluan. Meski selepas itu, baru aku terkena bola muntah yang menimpa badanku. Muka terkena bola sih tidak masalah. Asal, jangan kameraku. Soalnya, kameraku kan mahal, he.. he.. he..," ujar Dinni sembari tertawa lebar.


”Menyinggung soal perasaannya ketika menang, kedua dara ini mengaku sangat happy sekali. "Yah, senang sekali dan rasanya semuanya terbayar lunas. Semua yang kami perjuangkan selama satu bulan rasanya tidak sia-sia.”


Sudah banyak pengorbanan yang kami lakukan. Mulai dari rasa lelah yang luar biasa, sempat tertinggal dalam pelajaran di kelas, hingga terkadang "diomelin" orangtua karena sering pulang larut malam. Namun, sekali lagi, semuanya itu terbayar tunas. Waduh, lega sekali dan benar-benar menjadi kenangan yang sangat indah dan tak mungkin terlupakan seumur hidup.


Tak lupa, kami ucapkan terima kasih buat Pak Pras (pembina, red) yang begitu ciamik dalam membimbing kami. Kami berharap tahun depan jurnalis SanMara kan terus berprestasi dan selalu mempertahan­kan gelarnya," ungkap Kejora dan Dini kompak dan penuh optimisme. (Keke, frp)

Selasa, 13 Oktober 2009

UKM Musik ITATS


Galang Solidaritas Gempa Padang

”Gempa berkekuatan 7,9 skala Richter di Padang-Sumatera Barat. Dan, melulu-lantakkan kota Padang dan menelan korban ribuan warga Padang.”

Seperti yang diberitakan oleh media Republika, Senin (12/10). Gempa mengakibatkan sekitar ribuan meninggal di Padang, dan Padang Pariaman. Gempa juga mengakibatkan sebanyak 135.100 rumah warga rusak berat, 62.772 rusak sedang, dan 66.585 rusak ringan.

Membuat hati UKM Musik ITATS bergerak untuk menggalang dana. Dengan begitu Selasa sore (13/10), saat mau memasuki lahan parkir ITATS. Terjadi kemacetan panjang mulai dari jalan Arief Rahman Hakim. Dikarenakan UKM Musik dan beberapa relawan solidaritas gempa menggalang dana untuk bencana alam, yakni gempa di Padang-Sumatera Barat.

Lokasi penggalang dana ini di depan lahan parkir ITATS, tepat di depan pagar. Dengan memasang tenda kecil, UKM Musik mengadakan musik amal bertajuk ”Indonesia Menangis Lagi”.

Sejak tadi pagi hingga malam ini, mereka mengelar musik amal. Di jalan mereka juga membentangkan poster dan membawa kotak dana yang berasal dari kardus air mineral, mie instan.

Perlu diketahui, bahwa saat ini warga Padang tidak hanya membutuhkan sembako dan obat-obatan. Tetapi fasilitas umum, seperti listrik, PDAM, tenda, dan MCK. Dan, untuk kelangsungan hidup dan cita-cita anak-anak Padang, yakni Pendidikan.

Mulai dari gedung, peralatan, dan kebutuhan sekolah. Hal ini telah dilakukan penyanyi kondang kita, yakni Iwan Fals. Menggelar musik amal untuk kebutuhan pendidikan anak-anak Padang. (asep)
Ilustrasi foto : indonesiaberprestasi.web.id
caption : Memandang runtuhnya gedung sekolah, rumah warga, dan ruko.

Wisata Kuliner ala Suroboyo

Es Kacang Ijo, Rasa Kelapa Muda

Melintasi jalan arah Pasar Atom, pasar tradisional sejak kolonial Belanda ini. Terdapat sajian yang menyegarkan dahaga. Sajian tersebut, lain tidak lain es kacang ijo rasa kelapa muda.

Es kacang ijo rasa kelapa muda milik Mursidi terletak di jalan Waspada samping Pasar Atom. Terpampang jelas spanduknya yang bertuliskan ”Es Kacang Ijo-Goyang Lidah dengan slogan ISTIMEWA."

Es kepala muda milik Mursidi ini bukanya sekitar jam tujuh malam. Dengan wajah penuh canda, Mursidi selalu bergurau dengan pelanggannya sambil mengaduk es kacang ijo penuh kekuatan supaya biar rata adonannnya, kata Mursidi.

Mursidi pada saat berjualan dibantu dua orang teman. Satu orang teman bertugas memberikan es batu yang sudah dipasrah, kemudian satu orang lagi bertugas memberikan kepada pelanggan.

Seperti yang dituturkan Ivons, pelanggan asal Krembangan ini es kacang ijo ini segar, dan gurih. Apalagi ada kelapa mudanya. Saya tambah semangat dan lahap merasakan es kacang ijo. Jadi makyus, tiru Bondan, tutur Ivons.

Paling enak itu, kita minum pada saat pulang kerja. Wah, tambah wenak pol! Dan, harganya terjangkau untuk kalangan masyarakat Surabaya maupun luar Surabaya, yakni 5.000 rupiah, tambahnya. (asep.)
Ilustrasi foto : images.google.co.id
Caption : MURSIDI bersama grobak barunya.

Senin, 12 Oktober 2009

Pameran Pendidikan 2009


Dimeriahkan Lomba Konstruksi Jembata dan Warung Alumni

Seperti yang dikatakan Kepala Satuan Pendidikan, Ir. Marceline Prophylia mengatakan pameran pendidikan ini, salah satu kegiatan rutin yang diadakan setahun sekali di SMA Santa Maria. Dan, kegiatan ini tidak kali pertama diselenggarakan oleh panitia. Tetapi kegiatan ini telah terselenggara enam kali sampai tahun 2009 ini, kata Kepala Satuan Pendidikan.


Kegiatan ini bertajuk ”Membangun Profesionalisme Generasi Muda”. Dan, setiap tahun kegiatan ini berbeda-beda. Tahun 2008, Panitia menyelenggarakan lomba robot Lego di ruang Romana untuk tingkat SMP se-Surabaya. Ketuanya Drs. I Ketut Samudra.


Untuk kali ini dimeriahkan dengan lomba kontruksi jembatan dan warung alumni. Sebelumnya melangkah keselanjutnya, pameran pendidikan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan pada siswa-siswi dalam menggali informasi terkini tentang pendidikan lanjut. Sehingga siswa-siswi tidak gegabah dalam menentukan masa depan, terang Prophylia.


Tidak hanya itu, sebelum pameran pendidikan. Panitia menyelenggarakan presentasi untuk universitas atau institut yang telah mendaftarkan diri kepada panitia, Jumat (9/10). Diantaranya Widya Mandala, Maranatha Bandung, Duta Wacana Jogya, UPH, Ciputra, London School, Ubaya, UK Petra, dan Parahyangan.


A.F. Yoke Aprilina W., S.Pd, Koordinator Bimbingan Konseling mengungkapkan masing-masing universitas atau institut menjelaskan keberadaan dan keunggulannya selama empat puluh menit.


Keesokkan harinya, Sabtu (10/10) masing-masing peserta memamerkan produk unggulannya dihadapan siswa-siswi, orang tua atau wali, dan alumni, ungkap Yoke.


Sekitar pukul 08.00 wib, pameran pendidikan diawali dengan karawitan kontemporer, modern dance, tari tradisional-lenggang Surabaya, pelepasan burung, dan penguntingan pita.


Pelepasan burung dan penguntingan pita, masing-masing dilakukan oleh Bagus Novianto W, S.Pd. selaku ketua panitia. Dan, penguntingan pita dilakukan oleh M. Prophylia di bawah tangga menuju ruang guru.


Pertanda pameran pendidikan pun dimulai. Menuju ruang Romana terdapat warung alumni. Menurut FX. Rudy Prasetya S.S. mengatakan warung alumni ini menyediakan berbagai pengalaman dalam dunia kampus mulai dari jurusan teknik pertanian, kedokteran umum, psikologi, teknik informatika, ekonomi manajemen, perhotelan, desain komunikasi visual, dan fotografi.


Bentuk dari warung alumni didesain persegi. Hingga siswa-siswi SMA Santa Maria dengan bebas bertanya sesuai minat dan bakatnya. Nantinya pilihan, siswa-siswi tidak keliru jurusan. Karena sudah mempunyai bayangan ke depannya untuk memilih jurusan dan fakultas yang tepat, kata Pras, Humas SMA Santa Maria


Seperti yang dituturkan Petrina Joyowiguna, siswi kelas XII IPA 2 bahwa dia menginginkan untuk memilih kuliah di fakultas kedokteran. Maka, sejak kelas X dia memilih program IPA dan menyukai mata pelajaran Biologi, tutur Petrina.


Lanjut, menuju bangsal pameran pendidikan diwarnai dengan buku murah. Buku murah dijual 5.000 rupiah untuk buku tipis dan 10.000 rupiah untuk buku tebal. Di sampingnya buku murah ada lomba konstruksi jembatan.


Ketua Panitia selaku guru Fisika ini menuturkan lomba konstruksi jembatan bagian dari mata pelajaran Fisika, yakni vektor. Untuk mengetahui vektor harus diketahui terlebih dahulu masa beban dan jembatan itu sendiri.


Pengetesan konstruksi jembatan ini, awal mula dilakukan penimbangan konstruksi jembatan itu sendiri. Setelah diketahui berat, beberapa siswa mulai mencobanya dengan memberikan beban kepada jembatan tersebut. Dengan paving mulai dari 2 kg sampai 80 kg. Sampai berapa kuatnya konstruksi jembatan tersebut. Untuk menyagahnya, panitia menyediakan penyagah untuk meletak jembatan, tutur ketua panitia.


Ketua Panitia menambahkan konstruksi jembatan ini tidak menggunakan paku, melainkan lem. Dan, bahan kayunya sederhana. Kalau kita benar-benar membuat konstruksi jembatan, bahan kayunya memakai kayu Balsa. Kayu Balsa ini terdapat di Amerika. Harganya lebih mahal.


"Informasi ini didapatkan dari UK Petra pada saat studi banding. Tapi sebenarnya bahan kayunya tidak harus dari negara adhi kuasa. Kita bisa mencari kayu selevel dengan jenis kayu Balsa,” terang Bagus.


Selepas menuju bangsal, di setiap ruang kelas mulai dari kelas X dan kelas XII terdapat 26 stan dari perguruan tinggi. Dan, dipendopo terdapat bazar aneka makanan dan minum. Mulai dari soto, bakso, sate, nasi campur sampai air mineral. Alat pembayarannya tidak menggunakan uang, melainkan kupon menu. (asep)

Ilustrasi foto : suarasurabaya.net
Capation :
SEORANG siswa sedang menimbang masa jembatan.

Dies Natalis STIKOMP


SHISCO 2009, Aduh Kreatifitas dan Inovasi

STIKOMP, salah satunya sekolah tinggi komputer di Surabaya yang terletak di sebelah timur kota Surabaya. Kawasan perumahan pondok Nirvana-Wonorejo. Tepatnya di Kedung Baruk.

Menurut versi media-Tempo, STIKOMP merupakan 10 perguruan tinggi terbaik di Surabaya mapun Jawa Timur. Data tersebut, penulis dapatkan saat berada di kamar kecil. Tertempel di dinding dekat wastafel, lantai 9, Sabtu lalu (10/10).

“Menyambut 26 tahun, Dies Natalis STIKOMP. STIKOMP menggelar lomba besar-besaran. Lomba ini dikemas dalam Stikomp Surabaya High School Competition (SHISCO 2009).”

Berbagai jenis lomba diadakan di STIKOMP. Diantaranya English Rally, Film Indie, Aplikasi Akuntasi, Wiring, Desain Blog, Fashion, Desain Packaging, Desain Poster, Line Tracer, Robot Sumo, dan Logika & Pemrograman.

SHISCO 2009 tingkatannya tidak hanya Surabaya. Tetapi tingkatnya Jawa Timur. Menggundang peminat tersendiri, hingga membuat Sekolah Menengah Atas sangat antusias untuk mendaftarkan diri. Kurang lebih 30an peserta dari berbagai daerah berpartisipasi dalam SHISCO 2009. Diantaranya Mojokerto, Bangil, Gresik, Madiun, Malang, Jember, Lombang, dan Surabaya sendiri.

SHISCO 2009 ini mengawalinya dengan pembekalan peserta. Dengan dikemas dalam workshop sekaligus teknikel Meeting (TM) pertama. Workshop diadakan awal September mulai tanggal 8 September sampai 10 September 2009.

Lanjut, setelah workshop-lomba Film Indie, Desain Blog, Fashion, Desain Packaging, dan Desain Poster. Panitia meminta hasil karya yang dikonsep dan dibuat di rumah atau di sekolah. Dan, pengumpulannya tanggal 30 September 2009 dengan deadline paling lambat jam 12.00 waktu bagian STIKOM.

Setelah pengumpulan hasil karya, peserta SHISCO 2009 ini dikumpulkan dalam TM, tanggal 5 Oktober 2009 di lantai 9. Untuk persiapan babak penyisihan dan semi final. Babak penyisihan dan semifinal, panitia SHISCO melaksanakannya di area gedung STIKOM mulai dari lantai 1 sampai 9.

Hari terakhir, SHISCO 2009 digelar fashion di audit STIKOM. Dan, puncak acaranya berada di lantai 9 dengan menggelar robot SUMO dan Line Tracer. Usai, kedua jenis lomba tersebut, panitia dengan sigap memberikan semangat kepada para peserta. Sebentar lagi piala-piala ini akan mempunyai empunya, seru MC di mata para peserta.

Sebelum pengumuman pemenang, MC menyuguhkan Perkusi Dotnet. Perkusi ini tidak menggunakan alat yang begitu canggih. Tetapi mereka sangat kreatif dengan menggunakan peralatan bekas. Diantaranya tong sampah, panci, dan galon air mineral.

Tiba saatnya, pemenang diumumkan oleh panitia SHISCO 2009. Dan, pemenangnya mendominasi dari SMK Negeri 1, Surabaya. (asep)
Ilustrasi diambil dari images.google.co.id