Minggu, 01 Juli 2012

Cahaya Lampu


Foto dibidik di Lustrum I Tahbisan Uskup Surabaya oleh asep.

Selamat dan Sukses
Atas Tahbisan Uskup Surabaya
Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono, Pr. 

Sambut 50 Tahun Pembukaan Konsili Vatikan II



Gelar Talk Show di Empire Palace, Surabaya


Antusias umat menyambut  50 Tahun Pembukaan Konsili Vatikan II cukup banyak. Sekitar ratusan umat mengikuti talk show Konsili Vatikan II. Acara ini mengusung tema : “Pembaharuan dan Penerapannya”. Acara ini diselenggarakan oleh Paroki St. Vincentius a Paulo bekerja sama dengan Yayasan Perkasih Bhakti Luhur Surabaya, Yayasan Lasaris, Yayasan Santa Loisa, dan Kongregasi Misi (CM) Indonesia.
Panitia menyelenggarakan acara ini di Empire Palace, ruang Santa Maria, Lantai UG, Minggu (1/7/12). Kali ini, acaranya mengambil tema “ Kitab Suci dan Wahyu” dengan menghadirkan narasumber dari Malang, yakni Romo Prof. DR. H. Pidyarto, O.Carm.

Romo Pidyarto memaparkan, untuk menghidupi dan menghayati firmanNya. Diperlukan kitab suci. Tetapi kitab suci bukan bagian yang pertama dalam ajaranNya. AjaranNya berawal dari Gereja. Melalui tradisi firman Allah yang diwartakan oleh para rasulNya. Sekarang diteruskan oleh uskup di seluruh dunia.

Adanya kitab suci dikarenakan tradisi para rasul dalam firman-firmanNya. Kemudian dibukukan dalam Kita suci melalui tulisan-tulisan pengarang Injil, yakni Mateus, Markus, Lukas, dan Yohanes, paparnya.

Konkritnya, di perayaan ekaristi terlebih dahulu dirayakan di Gereja dari rumah ke rumah. Menjadi bahan dan ditulis di Kitab Suci. Dalam perayaan ekaristi, kita menerima hosti. Hosti ini bukan hanya roti. Hosti bagian dari Tubuh Kristus yang selalu disimpan di tarbenakel. Tradisi ini sudah diwartakan oleh Para Rasul dan ditulis di Kitab Suci.

Dengan begitu Gereja Katolik mengenal tradisi dan berpedoman pada Kitab Suci. Sekali lagi tradisi di sini, bukan tradisi pada inskultrasi di tatanan perayaan ekaristi. Melainkan pewartaan kebenaran, dan mewartakn kebahagiaan dan cinta kasih.

Hingga Allah menciptakan manusia untuk membagikan kebahagiaan dan cinta kasih kepada sesamanya. Dan, umat boleh menafsirkan Kitab Suci dengan pendampingan romo karena apa yang ditulis di Kitab Suci belum tentu benar. Janganlah salah menafsirkan ayat demi ayat yang ada di Kitab Suci. Diperlukan pendalaman Kitab Suci supaya tidak terjadi penafsiran. Akhir-akhirnya menjadi perdebatan yang tidak tentu arahnya. Setiap bulan September selalu mencanangkan pendalaman Kitab Suci. Hingga umat memahami, menghayati, dan menghidupi arti serta isi setiap ayat Kitab Suci. (asep)

Rabu, 27 Juni 2012

Saksi Sejarah

Hotel Majapahit 




Sebuah gedung bersejarah di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Dahulunya bernama LMS, lalu Hotel Oranje dan kemudian Hotel Yamato dan juga Hotel Hoteru. Sekarang Hotel Majapahit yang dibangun pada tahun 1910 oleh Sarkies Bersaudara dari Armenia tersebut sudah berubah menjadi hotel bintang lima dengan total 143 kamar di lantai satu dan dua.

Salah satu momen perjuangan di hotel ini terjadi pada 19 September 1945, yakni Insiden Bendera. Peristiwa bermula ketika sekelompok orang Belanda yang dipimpin Mr. Pluegman mengibarkan bendera Merah Putih Biru di puncak sebelah kanan hotel. Para pejuang Indonesia melakukan perobekan warna biru pada bendera Belanda, yang berwarna merah, putih dan biru, dengan demikian bendera itu menjadi merah putih yaitu bendera Republik Indonesia. Insiden bendera itu juga mengakibatkan terbunuhnya Mr. Pluegman.

Lokakarya


Tumbuhkan Habitus Baru


Credit Union Swadaya bekerja sama dengan Fakultas Bisnis Unika Widya Mandala Surabaya menyelenggarakan lokakarya Pengelolaan Ekonomi. Lokakarya ini diadakan di gedung Agustinus, ruang 202, Minggu lalu (24/6/12) mengusung tema : “Peningkatan Kesejahteraan Melalui Kecerdasan Pengelolaan Finansial Bagi Pribadi, Keluarga, dan Organisasi.”

Lokakarya ini menghadirkan narasumber, yakni Romeo Fernando, QWP dari Credit Union Swadaya dan Y. Koesworo, MM., OWP. Lokakarya ini terbagi dua sesi. Sesi pertama memaparkan impian dan perencanaan keuangan.

Sesi pertama diawali dengan beberapa pertanyaan, salah satunya ada yang mengatakan bahwa perencanaan keuangan cocok buat orang kaya. Kita ini orang kecil, penghasilan pas-pasan, buat apa menyusun perencanaan keuangan?

Memang, penrencanaan keuangan kebanyakkan dibuat oleh orang kaya. Untuk mengetahui perbandingan pemasukan dan pengeluaran. Tetapi ada baiknya kita yang tergolong menengah dan kecil belajar mengatur keuangan kita. Hingga tidak melebihi dari pemasukkan kita.

Dan, mau tidak mau membiasakan diri untuk hemat mengatur keuangan supaya penghasilan kita tidak semua dikeluarkan untuk kebutuhan kita sehari-hari. Minimal kita menyisihkan penghasilan kita untuk menabung.

Seperti yang dituturkan oleh Romeo bahwa memang, kerepotan menimbulkan penderitaan sesaat, tetapi kebahagiaan yang diterima jauh lebih besar dan jangka panjang. Kita dapat membangun kebiasaan yang baik, transparansi, dan akuntabilitas, hingga mitra Anda mempunyai kepercayaan tinggi yang Anda, terutama mitra pribadi kita, keluarga, serta organisasi.

Bahkan akan terbangun relasi intim dengan Anda dengan mitra Anda karena saat penyusunan terjadi komunikasi intens, tutur Romeo.

Di sesi pertama, peserta diajak menentukan prioritas pencapaian hidup melalui 8 aspek. Diantaranya spiritual, sosial, keluarga, pengembangan diri, petualangan atau wisata, bisnis, materi, dan financial. Masing-masing aspek memiliki tujuan yang menjadi satu pilihan untuk menjadi satu pilihan.  

Tak lama kemudian, sesi kedua dimulai oleh Y. Koesworo, MM., OWP mengupas tentang Financial Health Check Up. Di pembahasan ini, peserta diajak mengikuti neraca keuangan yakni aset dan hutang kita. Neraca keuangan menentukan kekayaan bersih yang kita miliki.

Neraca keuangan ini mengidentifikasi berapa kekayaan dan hutang yang dimiliki. Serta membantu kita menetapkan tujuan keuangan kita. Sekaligus menjadi tolak ukur untuk evaluasi. Selain neraca keuangan, peserta mempelajari catatan arus kas pribadi melalui kas masuk dan keluar.

Lokakarya ini membantu umat kita dalam mengatur keuangan dalam keluarga. Bila kita mempunyai perencanaan keuangan dan membuat neraca keuangan. Kita semakin dapat mencukupi kebutuhan keluarga.

Kebahagiaan dengan sendirinya selalu menyertai keluarga kita. Dan, meminimalkan pengeluaran dan memaksimalkan jumlah tabungan kita. Untuk masa depan keluarga kita dan selalu bersyukur atas pemberian rahmat yang kita telah terima. Hingga apa yang kita terima bisa berbuah lebih banyak, seperti yang tertulis dari satu talenta berkembangkan menjadi dua talenta. Karena kita telah berusaha mengelola pemasukkan kita dengan baik. Itu semua rahmat yang diberikan kepada kita melalui financial. (asep)

Jalin Relasi BersamaNya


Menjelang kenaikkan kelas 
salah satu siswa berdoa dengan khusuk.
Foto dibidik oleh Asep.

Tunjungan City


Foto dibidik Senin, 25/6/2012 oleh Asep.

Keindahan

Ekowisata Mangrove, Rungkut Surabaya
dan Kelompok Tani Bintang Timur 
Foto-Foto ini diabadikan oleh Asep, Sabtu, 23 Juni 2012.