Sabtu, 23 Mei 2009

Perbedaan

Mannasorgawi,
Minggu 14 April 2002


Jadilah Pemimpin, Bukan Boss
(Yohanes 13: 1-17)

Betapa orang sering gagal untuk menjadi pemimpin karena mereka tidak berlaku sebagai pemimpin melainkan berlaku sebagai Boss.

H Gordon Selfridge adalah pendiri salah satu department store di London yang merupakan salah satu Department store terbesar di dunia.

Ia mencapai kesuksesan tersebut dengan menjadi seorang "Pemimpin" dan bukan menjadi "Boss"......, apakah perbedaan antara Pemimpin dengan Boss?

Di bawah ini adalah perbandingan yang diberikan oleh Gordon Selfridge antara orang yang bertipe Pemimpin dan orang yang bertipe Boss.

Seorang boss mempekerjakan bawahannya;
tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka.

Seorang boss mengandalkan kekuasaannya;
tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemauan baiknya.

Seorang boss menimbulkan ketakutan;
tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih.

Seorang bos mengatakan AKU;
tetapi seorang pemimpin mengatakan KITA.

Seorang boss menunjuk siapa yang bersalah;
tetapi seorang pemimpin menunjuk apa yang salah.

Seorang boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan;
tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya.

Seorang boss menuntut rasa hormat;
tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat.

Seorang boss berkata PERGI !!!;
tetapi seorang pemimpin berkata MARI KITA PERGI!

Maka jadilah anda seorang Pemimpin dan bukan seorang Boss.
(dikutib dari:1Tan, Paul Lee, Encyclopedia of 7,700 Illustration, Garland, Texas: Bible Communications, Inc.1966.)

Ketika Yesus membasuh kaki murid muridNYA Ia bertanya, "Mengertikah kamu apa yang telah Ku perbuat kepadamu?" Yesus adalah GURU dan TUHAN kita. Kata GURU dan TUHAN menunjukan bahwa Yesus ada pada level yang lebih tinggi dari pada murid muridNya karena Ia tidak hanya mengajari atau memerintah mereka dengan kata kata tetapi Ia memberikan contoh terlebih dahulu bagaimana seharusnya melakukannya. Jadilah seorang Pemimpin, bukan seorang Boss.

DOA: Bapa, ampunilah aku jika aku pernah bersikap seperti boss dan bukan sebagai pemimpin. Berilah aku kerendahan hati seperti Yesus. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

Leadership is the art of getting someone else to do something that you want because he wants to do it. (Dwight D.Eisenhower).

Jumat, 22 Mei 2009

Humour


MARRIAGE



Wife: "What are you doing?"
Husband: Nothing.
Wife : "Nothing...? You've been reading our marriage certificatefor an hour."
Husband: "I was looking for the expiry date."
Wife : "Do you want dinner?"
Husband: "Sure! What are my choices?"
Wife: "Yes or no."



Wife: "You always carry my photo in your wallet. Why?"
Hubby: "When there is a problem, no matter how great, I look at yourpicture and the problem disappears."
Wife: "You see how miraculous and powerful I am for you?"
Hubby: "Yes! I see your picture and ask myself what other problem canthere be greater than this one?"



Stress Reliever Girl: "When we get married, I want to share all yourworries, troubles and lighten your burden."
Boy: "It's very kind of you, darling, but I don't have any worries ortroubles."
Gir l: "Well that's because we aren't married yet."
Son: "Mum, when I was on the bus with Dad this morning, he told meto give up my seat to a lady."
Mom: "Well, you have done the right thing."
Son: "But mum , I was sitting on daddy's lap."


A newly married man asked his wife, "Would you have married me if myfather hadn't left me a fortune?""
Honey," the woman replied sweetly, "I'd have married you, NO MATTERWHO LEFT YOU A FORTUNE!"
Girl to her boyfriend: One kiss and I'll be yours forever.


The guy replies: "Thanks for the early warning."A wife asked her husband: "What do you like most in me, my pretty faceor my sexy body?"He looked at her from head to toe and replied: "I like your sense of humor!

Rabu, 20 Mei 2009

GALERI FOTO


Menulis Itu Mengasyikkan

Perpustakaan bersama dengan Fakultas Ekonomi,
Jurusan Manajemen menggelar workshop dan lomba jurnalistik
bertema Menulis Itu Mengasyikkan
di Auditorium Benedictus lantai IV,
Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya,
Kamis (14/5) dan Jumat (15/5) bersama narasumber,
di antaranya F.X. Rudy Prasetya SS (pengajar dan konsultan media),
Doan Widhiandono (wartawan Jawa Pos),
dan A.Y. Sepanca Naryanto (jurnalis tabloid Jubileum dan design grafis).


























































Selasa, 19 Mei 2009

Workshop dan Lomba Jurnalistik



GALAKKAN GEMAR MENULIS

Kamis (14/5) lalu, Perpustakaan bersama dengan Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen menggelar workshop dan lomba jurnalistik bertema Menulis Itu Mengasyikkan di Auditorium Benedictus lantai IV, Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya.

Workshop ini diikuti 94 peserta. Mereka berasal dari beberapa kalangan. Mulai pelajar SMA, mahasiswa, guru, dan dosen. Salah satu bagian dari program perpustakaan UKWM. Tujuannya, generasi muda bisa lebih terangsang dalam menulis.

Workshop kemarin tidak hanya diisi sharing tentang menulis, tapi juga cara me-layout artikel agar mempunyai nilai seni dan daya pikat pembaca. Untuk kesempatan ini dihadirkan narasumber kompeten dalam bidang, yakni F.X. Rudy Prasetya SS (pengajar dan konsultan media), Doan Widhiandono (wartawan Jawa Pos), dan A.Y. Sepanca Naryanto (jurnalis tabloid Jubileum dan design grafis).

Kegiatan dihadir pula oleh Rektor I, Dekan, Kajur, Sekjur Fakultas Ekonomi, staf Perpustakaan, dan Kepala Perpustakaan.

Setelah dibuka oleh Kepala Perpustakaan dengan ketukan tiga kali di mix. Pertanda dimulainya Workshop dan Lomba Jurnalistik.

Lanjut, F.X. Rudy Prasetya,S.S. memberikan materi-materi dasar jurnalistik, terutama hardnews atau berita langsung. Sebuah artikel memiliki beberapa fungsi. Di antaranya, memberi informasi, mendidik, dan menghibur pembaca. Tidak hanya itu, artikel bisa menjadi kontrol sosial dari masyarakat untuk pemerintah setempat.
”Menulis hardnews juga berpegang pada dasar 5W+1H. Dan, didukung dengan So What dalam melengkapi isi artikel,” terang Rudy.

Selepas Rudy memberikan materi. Doan Widhiandono menyampaikan materi, bagaimana menulis softnews atau lebih dikenal dengan feature. Doan mengungkapkan feature menjadi senjata bagi media dalam melawan televisi dan internet. Salah satu unsur dari feature adalah deskripsi-deskripsi yang memperjelas dan menyentuh hati pembaca, jelas Doan.

Lain yang disampaikan oleh A. Y. Sepanca N. Menurut dia, setelah menulis artikel diperlukan tata wajah agar menarik pembaca. Tata wajah ini lebih dikenal dengan tata letak dalam media.

Layout itu juga seni mengatur tulisan. Karena layouter bertugas mendesain isi berita dalam menvisualkan kepada pembaca, cepat dan jelas menangkap pesan dan informasi dari peristiwa yang disajikan. Selain itu, layouter juga memberikan pilihan huruf dan desain disesuaikan dengan keadaan dan kepentingan pembaca, jelasnya.

Keesokan harinya, Jumat (15/5) Lomba Jurnalistik digelar dengan diawali review tentang workshop kemaren. Rudy menjelaskan materi untuk menulis dinilai lebih pada gaya bahasa, isi, dan penutup artikelnya. Dan, menggunakan kalimat langsung, seperti ujar ataupun ungkap.

Untuk siswa SMA lebih diutamakan menulis hardnews dengan pokok bahasan Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen. Mahasiswa bisa menulis hardnews atau softnews dengan tema “Aku dan Kampusku”, terangnya.

Sepanca juga menyampaikan kembali tentang aturan pemakai size dan jenis font. Medianya diprint di kertas A4 dan menghimbau untuk peletakkan foto. Diantaranya pemberi kredit dan caption foto dalam berita, ujarnya.

“Sebelum dimulai lomba, Julius Koesworo, Drs. Ec., MM menjelaskan profil Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen,” terangnya melalui Liquid Crystal Display (LCD).

Lomba ini diikuti 32 peserta siswa SMA dan mahasiswa. Untuk siswa area huntingnya di sekitar fakultas ekonomi dan mahasiwa di sekitar kampus. Tepat pukul 08.00 dimulai lomba Jurnalistik dengan pekik ”Jurnalistik-Luar Biasa”.

Mereka berbondong-bondong hunting berita. Di antaranya wawancara, lihat kondisi kampus, dan memotret. Pukul 10.00 peserta telah menyelesaikan tugasnya mencari berita.

Lanjut ke lab. komputer untuk menulis hasil hunting. Sekaligus menjadi berita tersebut lengkap dengan tata letaknya. Detik-detik menjelang waktu dinyatakan berakhir, peserta semakin serius mengerjakannya.

Pukul 11.30, peserta telah selesai dan siap di-print out untuk diserahkan kepada panitia. Tepat pukul 12.00 berita telah terpapang di papan display sebanyak 32 berita. Peserta dan pengunjung berjubel melihat hasil dari lomba jurnalistik tersebut.

Lomba Jurnalistik untuk kategori mahasiswa dimenangkan oleh Ryo Andrea-Akademi Sekretari Widya Mandala. Dan, kategori siswa SMA juara I direbut oleh Herdani Tyas Vitasari-SMAK Frateran, juara II diraih oleh Elle Putri-SMAN 21, dan juara III disabet oleh Tirta Angela SMAK St. Stanislaus.

“Akhirnya piala yang dipajang di depan dari kemaren telah mempunyai empunya,” terang Rudy. (asep)


Caption 1: Pras mengamati peserta saat menulis artikel
Caption 2: Sepanca mengoreksi hasil tata letak salah satu peserta

Senin, 27 April 2009

Sehat

Organ Tubuh Perlu Istirahat


JAM PIKET ORGAN TUBUH


· LAMBUNG

Jam 07.00 - 09.00

Jam piket organ lambung sedang kuat, sebaiknya makan pagi untuk proses pembentukan energi tubuh sepanjang hari.Minum jus atau ramuan sebaiknya sebelum sarapan pagi, perut masih kosong sehingga zat yang berguna segera terserap tubuh.


· LIMPA

Jam 09.00 - 11.00

Jam piket organ limpa kuat, dalam mentransportasi cairan nutrisi untuk energi pertumbuhan. Bila pada jam-jam ini mengantuk, berarti fungsi limpa lemah.Kurangi konsumsi gula, lemak,minyak dan protein hewani.


· JANTUNG

Jam 11.00 - 13.00

Jam piket organ jantung kuat, harus istirahat, hindari panas dan olah fisik, ambisi dan emosi terutama pada penderita gangguan pembuluh darah .


· HATI

Jam 13.00 - 15.00

Jam piket organ hati lemah, bila orang tidur, darah merah berkumpul dalam organ hati dan terjadi proses regenerasi sel-sel hati.Apabila fungsi hati kuat maka tubuh kuat untuk menangkal semua penyakit.


· PARU-PARU

Jam 15.00 - 17.00

Jam piket organ paru-paru lemah, diperlukan istirahat, tidur untuk proses pembuangan racun dan proses pembentukan energi paru-paru.


· GINJAL

Jam 17.00 - 19.00

Jam piket organginjal kuat, sebaiknya digunakan untuk belajar karena terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak serta kecerdasan.


· LAMBUNG

Jam 19.00 - 21.00

Jam piket organ lambung lemah sebaiknya tidak mengkonsumsi makan yang sulit dicernaatau lama dicerna atau lebih baik sudah berhenti makan.


· LIMPA

Jam 21.00 - 23.00

Jam piket organ limpa lemah, terjadi proses pembuangan racun dan proses regenerasi sel limpa. Sebaiknya istirahat sambil mendengarkan musik yang menenangkan jiwa, untuk meningkatkan imunitas.


· JANTUNG

Jam 23.00 - 01.00

Jam piket organ jantung lemah. Sebaiknya sudah beristirahat tidur, apabila masih terus bekerja atau begadang dapat melemahkan fungsi jantung.


· HATI

Jam 01.00 - 03.00

Jam piket organ hati kuat. Terjadi proses pembuangan racun/limbah hasil metabolismetubuh. Apabila ada gangguan fungsi hati tercermin pada kotoran dan gangguan mata.Apabila ada luka dalam akan terasa nyeri.


· PARU-PARU

Jam 03.00 - 05.00

Jam piket organ paru-paru kuat, terjadi proses pembuangan limbah/racun pada organparu-paru, apabila terjadi batuk,bersin- bersin dan berkeringat menandakan adanya gangguan fungsi paru-paru. Sebaiknya digunakan untuk olah nafas untuk mendapatkan energi paru yang sehat dan kuat.


· USUS BESAR

Jam 05.00 - 07.00

Jam piket organ usus besar kuat, sebaiknya biasakan BAB secara teratur.
Artikel ini kirim dari my friend
dan ilustrasinya dari image.google.co.id

SMA Santa Maria


Usung Tema Bhinneka Tunggal Ika-Ku Sayang

Pagelaran Seni yang mengambil tema “Bhinneka Tunggal Ika-Ku Sayang” ini, merupakan bagian dari ulangan umum kelas XI dari muatan lokal seni budaya. Jadi seluruh pengisi acaranya dari kelas XI yang jumlahnya 165 siswa-siswi ini, terdiri dari Bahasa, IPS, dan IPA.

Pagelaran Seni ini ditonton oleh para wali murid, alumni, suster Ursulin, seluruh siswa-siswi, Komite Peduli Santa Maria, Komite Sekolah, dan Guru-Guru. Dan, tentunya diadakan di Aula Santa Maria lantai 4, Sabtu (25/4).

Penampilan pertama sangat membius penonton dengan aneka bunyi-bunyian dari sendok, buku, tutup panci, botol plastik dan lain-lain yang seolah-olah menyerupai keributan di pasar.

Kebisingan tiba-tiba dihentikan oleh sebuah puisi, yang dilanjutkan dengan karya komposisi karawitan kolaborasi dari kelas XI IPS 2. Karya komposisi karawitan kolaborasi ini adalah karawitan yang digabungkan dengan permainan band. Karawitan yang biasanya memiliki nada-nada monoton, berubah menjadi musik yang sangat khas anak muda dengan musik diatonis.

Suster Agatha Linda Chandra, OSU Kepala Satuan Pendidikan SMA Santa Maria menyatakan harapannya agar anak-anak dengan cara ini dapat memupuk kecintaannya
kepada kebudayaan daerah.

“Selain itu, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus diperjuangkan dan dibangun melalui perbuatan, jangan sampai seolah-olah hanya dilihat dalam museum. Jadi benar-benar Bhinneka Tunggal Ika-Ku Tersayang, bukan Bhinneka Tunggal Ika-Ku, Sayang sekali,” seru Agatha Linda.

Berbagai tampilan disuguhkan di Pagelaran Seni ini mulai dari Tari Jabai, Kelas XI IPS 1 dan XI Bahasa mengabungkan mainan tradisional dakon, tari India, tari tradisional dengan musik hip-hop, serta tari dan lagu jaran kepang yang sudah dimodifikasi. Dengan latar belakang rumah joglo, Taj Mahal, dan Padang Rumput.

“Tari berikutnya berjudul Tari Pesona Jawa Dwipa dari kelas XI IPA 1 dan XI Bahasa, yang dilanjutkan dengan Teater berjudul Love History (Sabtu suro, cintaku berakhir sengsoro).”

Teater ini mengundang tawa dari para penonton, karena alur cerita dab gaya kocaknya pemain utama, yakni Jimmy. Teater ini menceritakan kisah sepasang kekasih pria dan wanita (yang juga dimainkan lelaki), dengan pakaian adat dan bahasa daerah, tetapi juga dilatarbelakangi dengan visual art, yakni Titanic.

Selanjutnya tari Jaka Tarub pun disuguhkan oleh XI IPS 2 yang mengisahkan perjalanan Jaka Tarub dipadu bcakground sungai, air terjun, semak-semak, langit, kerajaan, dan pendoopo.

Alhasil, pertunjukkan ini tidak berhenti sampai Jaka Tarub. Musik live pun diusung oleh XI IPA 1 dengan judul ”Gejolak” yang dipadu musik live.

Musik live perpaduan antara karawitan komptemper dengan musik diatonis. Gambar musik live dipadukan dengan ilustrasi visual tentang asal asul manusia. Awalnya manusia lugu dan polos belum mengerti apa-apa. Akhirnya setelah mengenal berbagai teknologi, manusia serakah dan melegakan segala demi kekuasaan.

Diakhir musik live ini ditutup dengan teater yang gila kekuasaan dengan duduk tenang di kursi menikmati kesengsaraan rakyat. Rakyat menjadi merang untuk merebut kursi tersebut dengan menyerukan perjuangankan nasib rakyat!, jatuh pemimpin yang tidak mengerti rakyat.

Perkusi gamelan Nicole Njaweni menjadi sajian penutup di pagelaran seni SMA Santa Maria. (asep)
Foto : Yoga XI IPA

Kamis, 23 April 2009

Pemilu 2009


Surat Suara, Selebar Koran


Keluar dari gang kampungku-Margerejo IIID/79D, aku dan istri menuju rumah mertuaku di jalan Krembangan Sumbalan. Sepanjang perjalanan melintasi jalan protokol tampak sepi. Beberapa kendaraan umum, mobil pribadi, dan sepeda motor dapat dihitung jari. Ini semua karena pengaruh kegiatan PEMILU 2009 yang digelar hari Kamis lalu (9/4) bertepatan dengan Tri Hari Suci Umat Katolik.
Beberapa jalan di sekitar jalan Indrapura pun ditutup untuk kepentingan PEMILU 2009. Sampai jalan Indrapura, aku melintasi jalan Jinten dan sekitar pukul 08.30 wib tampak Tempat Pemilihan Suara (TPS) 33 jalan Krembangan masih sepi oleh pemilih. Padahal PEMILU dibuka mulai dari jam tujuh pagi. Di TPS 33 ini dibuat sederhana hanya diberi tenda. Para panitia atau KPPS tidak memakai seragam khusus, mereka hanya memakai batik.
Aku memantau di TPS 33 tidak ada layout atau design tempat yang standar, sehingga dapat membinggungkan para pemilih. Bahkan jalan keluarnya pun tidak jelas, entah kenapa dan bagaimana? Bila kalau melihat di media elektronik layoutnya jelas dan mudah dimengerti oleh para pemilih. Kenyataannya ketika kita turun ke bawah. Hal ini kejelasannya masih kabur. Kelihatannya didesign apa adanya.
Usai mengantarkan istriku ke TPSnya, aku melaju dengan tenang menuju TPSku. Melintasi TPS 21 Nyamplungan, TPS ini juga didesign sangat sederhana, tetapi disamping pembatas kanan ditempel beberapa contoh surat suara yang lebarnya sama seperti koran.

Berlanjut melintasi Polsek Pegirian, Tampak mobil Polisi dan Polisi siap siaga mengamankan kelancaran Pemilu tahun ini. Sampai jalan Karang Tembok, saya melihat TPS 03 berada di jalan yang menuju jalan Pegirian dan Nyamplungan.

Tidak beberapa lama kemudian, aku tiba di rumah dan bertemu Ibuku. Ibuku yang bernama Damiana Supriatin mengatakan surat panggilanmu untuk memilih ada di kamar bapak. Tempat Pemilihan Suaramu ada di RT 08, kata Damiana.

Setelah melihat kembali surat panggilannya, aku termasuk daftar pemilih di TPS 18. Memang benar TPS 18 ada di Mrutukalianyar RT 08. Istirahat sebentar sambil makan dan minum kopi di ruang tamu, aku langsung membawa surat panggilan tersebut ke TPS 18 dengan sepeda motor kesayanganku.

Ku parkir sepeda motorku di depan TPS 18. Saat aku mau mendaftarkan diri sebagai pemilih. Aku berhenti dan binggung, kemana hendak kulangkahkan kakiku. Karena arah masuk untuk mendaftarkan diri tidak jelas. Tak satu pun petunjuk arah menuntunku.

Salah satu anggota KPPS dari LINMAS menunjukkan arah untuk mendaftarkan diri. Ternyata sejauh pengamatan aku mulai dari TPS 33 hingga sampai TPS 08, masih tetap yang aku katakan dari awal tadi. Bahwa layout atau design tempat ’tidak’ ada standar yang baku. Lagi-lagi membinggungkan bagi para pemilih untuk memilih jagoannya. Apalagi orang tua maupun nenek-kakek mengalami kesulitan untuk memilih. Kadang perlu diarahkan ke bilik suara.

Sambil berbincang dengan anggota KPPS, ada seorang pengamat PEMILU dari salah satu warga Mrutukalianyar RT 07. Pengamat ini mengatakan bahwa di Mrutukalinayar, RW 04 terdapat lima TPS mulai dari 16 sampai 20. Masing-masing di TPS jumlah pemilihnya kira-kira tiga ratusan lebih. Setiap warga atau pemilih disebar di masing-masing TPS. Jadi kemungkinan untuk berbuat curang sangat tipis sekali, katanya.

Di TPS 18 tepatnya di Mrutukalianyar RT 08 ini juga dijaga oleh dua anggota LINMAS dan dua orang polisi dari Polsek Pegirian. Tak lama kemudian namaku dipanggil oleh anggota KPPS. Aku langsung mengambil surat suara yang jumlah empat lembar.

Setelah aku menuju bilik suara, bilik suaranya lebih lebar. Design bilik suara yang disiapkan oleh KPU dimodif sedikit oleh panitia setempat. Mungkin area mencontrengnya kurang bebas atau bagaimana? Aku tidak begitu mengetahui, tetapi dalam benak aku-apakah ini tidak menyalahi aturan yang ditetapkan KPU mengenai design standart bilik suara dari KPU?

Empat surat suara ini masing-masing mempunyai warna, warna hijau untuk DPD Kabupaten/Kota, biru untuk DPRD Provinsi, merah untuk DPD, dan kuning untuk DPR. Setelah aku melihat satu per satu nama caleg dari empat lembar surat suara tersebut, tanpa ragu kucontreng pemilihku dan beranjak menuju kotak suara. Untuk memasukkan pilihanku, aku harus melihat setiap warna kotak suara.

Lebih jauh, setelah mencontreng aku tidak beranjak di TPS 18. Aku masih melihat situasi di TPS 18, Anwar, Ketua RW 04 bersama dua anggota polisi memantau kondisi dari kelima TPS.
Tak lama kemudian, anggota KPPS dari TPS 18 mengatakan pemilih sampai pukul 12.00 wib dan mulai pukul 13.00 wib dilanjutkan dengan perhitungan suara di masing-masing TPS. Rata-rata perhitungan suara selesai sekitar pukul 17.00 wib.

”Alhasil, dengan peralatan yang cukup memadai KPU bekerjasama dengan berbagai media elektronik melaporkan hasil sementara perhitungan suara. Hasil sementara dimenangkan oleh Partai Demokrat disusul oleh Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.”

100 persen Katolik, 100 persen Indonesia

Sebagai umat Katolik waktu pemilih ini bersama dengan Tri Hari Suci kita, yakni Kamis Putih, Jumat Agung, dan Malam Paskah. Hari Kamis (9/4) pagi hari, umat diajak untuk berefleksi diri untuk mempertanggungjawabkan perkataan ini ”100 persen Katolik, 100 persen Indonesia”.

Umat Katolik sudah 40 hari berpuasa dan berpantang untuk menentukan pilihan kita sebagai warga negara Indonesia yang baik. 40 hari menjalani retret agung, saatnya umat Katolik menentukan pilihan dengan hati nuraninya secara langsung, umum, bebas, dan rahasia. Dan, nantikan di Pemilihan selanjutnya untuk pemilihan capres dan cawapres. Suara kita menentukan nasib rakyat. (asep.)

Ilustrasi diambil dari image.google.co.id