Selasa, 22 Mei 2012

Unika Dharma Cendika Surabaya Bersama Puskat Yogyakarta


Bedah Film “SOEGIJA” 
di WTC Surabaya

Bertepatan Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Komunikasi Sosial Sedunia, Universitas Katolik Dharma Cendika bekerja sama dengan SAV Puskat Yogyakarta menggelar Bedah Film “Soegija” di ruang Singosari lantai 3, WTC Surabaya.

Bedah Film ini menghadirkan pemeran utama Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ, yakni Nirwan Dewanto, Rm. G. Budi Subanar, SJ penulis Buku “Soegija”, dan Rm. Iswara Hadi salah satu pengelola SAV Puskat Yogyakarta.

Rm. Banar menceritakan tentang bukunya. Kedua buku itu menceritakan hal yang berbeda. Buku pertama mengisahkan kelahiran Romo Kanjeng sebutan Mgr. Soegija pada jaman dulu di tahun 1945an. Sedangkan buku kedua mengisahkan catatan harian Romo Kanjeng. Pada saat menulis buku II sumber utama benar-benar dari catatan harian romo kanjeng. Cukup ekstra keras dalam membahaskan ke dalam buku kedua saya, karena tulisannya sulit dibaca dan tulisan huruf latin, ceritanya.

Bagi Romo Banar, sosok Romo Kanjeng bukan orang Katolik saja, melainkan semasa kecilnya sudah menjadi anak nakal dan dipermandikan sejak duduk di bangku SMP. Sejak itulah pengalaman lintas budaya dan agama sudah mulai bertumbuh kembang mengikuti pertumbuhan jaman, jelasnya.

“Nilai kemanusiaan dan perkembangan budayanya membuat Romo Kanjeng semakin menghidupi nilai kekatolikkannya dan tidak menempatkan diri di gereja saja Walaupun Soegija sudah menjadi romo, bahkan sampai menjadi Uskup. Bahkan Romo Kanjeng menelorkan filosofi 100% Katolik, 100% Indonesia. Itulah sosok Romo Kanjeng,” jabar Romo Banar.

Paparan Romo Banar menambah bahan pertanyaan moderator, Wawan Kristanto. Untuk bertanya kepada Romo Iswara Hadi, SJ. Mengapa Romo membuat film Soegija? Padahal biayanya cukup besar, tanya moderator.

Romo Iswara menjawab konteks awalnya film Soegija dibuat bukan dalam kemas layar lebar. Melainkan kemas atau format DVD seperti film dokumenter. Setelah mengawali diskusi panjang lebar dengan sutradara-Garin Nugroho dan penata musik-Djaduk Ferianto, jawabnya.

Sebelum pembuatan film Soegija, Puskat telah mempuyai dua film dan mendapatkan penghargaan. Film Soegija dibuat karena kesinambungan dari film kedua dari romo Van Lith dan Uskup pertama pribumi. Romo Kanjeng merupakan murid dari Romo Van Lith dan Pahlawan Nasional yang mempunyai peranan bagi bangsa dan Negara, jabarnya.

Dari situlah proses pembuatan film. Film ini merupakan kisah nyata dan telah dilakukan riset dari berbagai sumber mulai dari tahun 2008. Dan, akhirnya film Soegija dibuat oleh Garin Nugroho. Garin Nugroho memilih peran utama, yakni Nirman Dewanto.

Nirwan Dewanto mengakui kaget disms oleh Garin. Karena dia bukanlah seorang aktor. Apalagi Nirwan seorang muslim yang berperan sebagai Romo Kanjeng. Nirwan menuturkan dia, seorang sastrawan yang mencoba belajar di dunia perfilman melalui ajakkan Garin.

Dia mengakui dunia perfilman baginya masih baru. Awal belum yakin tawarnya Garin. Berkat desak-desakkan Garin dan awal Oktober, dia meminta waktu 2 bulan untuk memikirkan tawaran tersebut. Akhirnya dia menyetujui peran Romo Kanjeng dengan mulai belajar literature dari buku-buku Romo Banar salah satunya, reading bersama sutradara, dan hidup bersama frater-frater di seminari, tuturnya.
Bagi dia, saya sebagai muslim tidak menjadi masalah sebagai peran Romo Kanjeng. Keluarga pun mendukung saya dalam memerankan Romo Kanjeng. Menjadi peran Romo Kanjeng tidak harus menjadi Katolik. Saya tetap menjalankan rutinitas keislaman saya.

 Dan, menyikapi yang berbeda, karena film yang baik, film yang memberikan terbaik untuk masyarakat dan memberikan wawasan terhadap bangsa dan Negara. Terutama nilai-nilai yang terdapat di film tersebut dan saya kira untuk lebih jelasnya nonton filmnya saja yang akan diputar 7 Juni nanti, papar Nirwan.

Bedah film ini semakin meriah dengan kedatangan Endang Laras dalam lantunan lagunya Kopi Susu. Lagu kopi susu juga mendapat lagu di film Soegija. Pada saat cuplikkan film terdapat adegan kelompok musik menghibur tamu-tamu dengan menyanyikan lagu kopi susu di hotel ASIA di film tersebut.

SINOPSIS FILM “SOEGIJA”
Film ini melukiskan kisah-kisah kemanusiaan di masa perang kemerdekaan bangsa Indonesia (1940-1949). Adalah Soegija yang diangkat menjadi Uskup Pribumi pertama dalam Gereja Katolik Indonesia. Baginya kemanusian itu satu satu kendati berbeda bangsa, asal usul, dan ragamnya.

Dan perang adalah kisah terpecahnya keluarga besar manusia. Ketika Jepang datang ke Indonesia tahun 1942, Mariyem (Annisa Hertami) terpisah dari Maryono (Abe), kakaknya. Ling Ling (Andrea Reva) terpisah dari ibunya (Olga Lydia).

Tampaknya keterpisahan itu tidak hanya dialami oleh orang-orang yang terjajah, tetapi juga oleh para penjajah. Nobuzuki (Suzuki), seorang tentara Jepang dan penganut Budhist, ia tidak pernah tega terhadap anak-anak, karena ia juga mempunyai anak di Jepang.

Robert (Wouter Zweers), seorang tentara Belanda yang selalu merasa jadi mesin perang yang hebat, akhirnya juga disentuh hatinya oleh bayi tak berdosa yang ia temukan di medan perang. Ia pun rindu pulang, ia rindu pada ibunya. Di tengah perng pun Hendrick (Wouter Braaf) menemukan cintanya yang tetap tak mampu ia miliki karena perang.

Soegija ingin menyatukan kembali kisah-kisah cinta keluarga besar kemanusiaan yang sudah terkoyak oleh kekerasan perang dan kematiaan. (asep, dari berbagai sumber)

Final WM Superstar 2012


Beradu Vokal di Nada Tinggi

Unit Kegiatan Mahasiswa 3, Unika Widya Mandala Surabaya menghelat final WM Superstar 2012 di auditorium Benediktus lantai 4, Sabtu lalu (28/4/2012), di final ini terdiri dari 5 finalis yang membawakan lagu pilihan dewan juri, seperti Sagitta Oetomo-lagunya Jennifer Hudson And I'm Telling You I'm Not Going, Evelina Larissa-lagunya beyonce liste, Catharina Hetty-lagunya Whitney Houston I Have Nothing, dan Rully Rachel-lagunya Celine Dion I Surrender, dan Andy Partslist-lagunya Tompi Tak Pernah Setengah Hati.


Catharina menuturkan pilihan lagu dari juri benar-benar sulit. Pilihan lagunya nada-nada tinggi semua. Memakan waktu saya. Ternyata juri menganjurkan saya harus latihan ekstra keras. Sampai saya membuat jadwal untuk latihan. Baik itu latihan pernafasan, olah vokal sampai mempersiapkan performance yang ditampilkan di atas panggung, tuturnya.

Bahkan, dia sampai latihan di tempat tertentu supaya dapat mencapai nada tinggi dari lagu I Have Nothing. Lagu I Have Nothing banyak nada-nada tinggi. Kalau nada-nada tinggi tersebut tidak bisa saya capai. Makna lagunya kurang dapat tersampaikan dengan baik dan tidak enak didengar oleh penonton. Apalagi lagunya berbahasa Inggris. Duh, susah banget mas, paparnya.

Beruntung saya mempunyai teman-teman AVC yang mendukung saya dalam latihan. Untuk mendapatkan nada tinggi tersebut. Dua hari sebelum final, akhirnya saya mulai menguasai materi lagu pilihan. Dan, pada saat tampil saya tidak berani performance banyak karena lagunya menguras tenaga.

Seperti yang dituturkan oleh Deddy salah satu juri, Catharina mempunyai karakter vokal yang unik dan menyanyikan lagunya tidak seperti penyanyinya. Berani melakukan improvisasi di lagu tersebut, tuturnya.

Deddy menambahkan, finalis tidak hanya menyanyikan lagu pilihan secara single. Mereka juga bernyanyi duet dengan finalis lain, seperti Sagita-Evelina menyanyi lagu Ekspresi. Begitu juga dengan Catharina-Rully-lagu Pesta. Untuk Andy karena finalisnya ada 5, Andy berduet dengan Sheila. Sheila adalah pemenang WM Superstar tahun 2010. Mereka menyanyikan lagu If ain’t Got Xou.  

Kesemuaan lagu pilihan dan lagu duet telah mereka nyanyikan dengan performance yang tidak kalah bagus dengan Indonesian Idol yang disiarkan di stasiun telivisi swasta nasional. Dan, sembari menunggu hasil dari dewan juri, penonton dihibur dengan performance bintang tamu dan jawara WM Superstar 2010. Hingga suasana auditorium semakin meriah dengan bakat-bakat dan professional mereka.

Setelah penjurian selesai dan hasilnya ditangan MC. MC meminta kelima finalis masuk ke depan. Dan, sang jawara diumumkan oleh MC. Juara III diraih oleh Andy Partslist, Juara II disabet Evelina Larissa, dan Catharina Hetty meraih juara I WM Superstar 2012, Selamat. (asep)

Jumat, 18 Mei 2012

Hari Raya Kenaikkan Isa Almasih



Bertekun dalam Novena Roh Kudus 

Menjelang Hari Raya Pentakosta

“Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus”, Kis 1:14

Minggu lalu (13/5/2012) dalam penanggalan liturgi memasuki Minggu Paskah yang keenam. Minggu paskah yang keenam ini, seluruh umat Keuskupan Surabaya merayakan Kenaikan Isa Almasih atau kenaikkan Tuhan Yesus Kristus yang jatuh pada hari Kamis. Meski perayaan ini tidak begitu semeriah dan ramai seperti perayaan Natal dan Paskah pada umumnya.

Umat masih merayakan kenaikkan Tuhan Yesus Kristus setelah 40 hari raya Paskah dengan khusuk. Seperti pantauan dari blogger di Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria, Kepanjen dan Paroki Santa Maria Tak Bercela, Ngagel.

Di Paroki Kelahiran Santa Maria Perawan, Kepanjen (Paroki Kelsapa) perayaan ekaristi diadakan tiga kali dan di Paroki Santa Maria Tak Bercela (Paroki SMTB) diadakan dua kali pada sore harinya. Blogger memantau di Paroki Kelsapa pukul 08.00 WIB. Perayaan ekaristi dipimpin oleh Rm. Ignatius Suparno, CM. Bangku-bangku masih ada kosong, namun ini semua tidak menyurutkan umat Paroki Kelsapa menjalin relasi bersama Tuhan Yesus Kristus. Mereka meluangkan waktu untuk bersama PutraNya dalam mengenang KenaikkanNya.

Tampak sekali kekhusukkan umat dalam merayakan ekaristi bersama Pastor yang pernah pastoral di perburuhan. Apalagi kelompok paduan suara dari gabungan wilayah Paroki Kelsapa mengiringi suasana perayaan ekaristi dengan lagu-lagunya yang merdu. Melalui pimpinan bapak Setyo, sang dirigen. Hingga umat semakin merasakan kehadiran Tuhan Yesus di jiwa raga mereka. Dalam keheningan doanya. 
Keheningan doa umat Paroki Kelsapa semakin dikuatkan dengan homilinya Rm. Ignatius Suparno, CM. Rm. Ignatius Suparno, CM menyampingkan pesan melalui inti pesan dari Injil Markus. Hendaknya kita sebagai umat dalam anggota tubuh Gereja bukan menjadi penonton.

“Janganlah menjadi penonton dalam peristiwa Paskah yang telah kita lalui, melainkan maknai peristiwa Paskah dengan kekuatan PutraNya. Kita sebagai umatNya diharapan selalu meneladani Kekuatan pribadi Tuhan Yesus Kristus dalam kehidupan kita sehari-hari,” pesannya.

Dengan begitu kita sebagai umatNya berani berkata saat ini dan selamanya tidak hanya sebagai penonton. Jadilah pelaku pewarta Injil dan menumbuhkembangkan karya keselamatan PutraNya. Sehingga pribadi kita menjadi garam dan terang dunia di perayaan Kenaikkan Isa Almasih ini, papar Rm. Suparno, CM.

Sore harinya, blogger menuju Paroki Santa Maria Tak Bercela. Koresponden memantau Perayaan Kenaikkan Isa Almasih pukul 18.30 WIB. Terdengar dari parkiran, lonceng berbunyi menandakan perayaan ekaristi Kenaikkan Isa Almasih segera dimulai.

Tak lama kemudian, koresponden memasuki gereja ikuti merayakan perayaan ekaristi di Paroki SMTB. Ratusan umat Paroki SMTB memadati lantai dasar Gereja dan di lantai satu masih nampak bangku yang kosong. Namun hal ini tidak mempengaruhi kekhusukkan umat dalam merayakan Kenaikkan Isa Almasih.

Perayaan ekaristi yang dipersembahkan oleh RD. Satrio ini cukup meriah. Dikarenakan kemeriahan ini semakin tampak dalam perayaan Kenaikkan Isa Almasih dengan kepiawaian kelompok paduan suara AVC dalam melantunkan nyanyiannya dalam mengiringi umat dalam merayaan perayaan ekaristi pada sore hari itu.
Keheningan dan kekhusukkan umat semakin terasa dan dikuatkan dengan homilinya RD. Satrio. Dalam homilinya, RD. Satrio menjabarkan secara mendalam peristiwa kenaikkan Tuhan Yesus Kristus setelah perayaan Paskah yang dikisahkan dalam Injil Markus. Di Injil Markus, proses waktu tidak begitu dijabarkan. Melainkan proses kenaikkan Tuhan Yesus setelah peristiwa sengsara, wafat, dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.

Lai halnya yang dikisahkan Injil Mateus, Yohanes, dan Lukas masih memaparkan proses waktu karya keselamatan Yesus pada jaman itu. Namun hal ini tidaklah menjadi perdebatan di umat. Melainkan menjadi kepenuhan kita dalam mendekati diri kita dengan PutraNya, jabar RD. Satrio.

Perayaan Kenaikkan Isa Almasih  kali ini memasuki masa liturgi tahun B. Umat dihimbau dan diajak untuk mempastorali diri dengan novena Roh Kudus selama 9 hari berturut-turut. Keuskupan telah merumuskan tema Novena Roh Kudus, yakni Bersama Roh Kudus Mewujudkan Hidup Sejahtera yang Ekaristis mulai Jumat lalu (18/5/2012). Seperti yang dicanangkan di tahun 2012-Tahun Remaja dan Liturgi. Tema Novena Roh Kudus saling berkait untuk mensinergikan iman umat dalam perkembangannya.

“Bila umat tidak bisa mengikuti novena Roh Kudus di Gereja bersama-sama umat yang lainnya. Dikarenakan keterbatasan waktu dan komitmenya. Umat dapat novena Roh Kudus bersama komunitas kecilnya, yakni keluarga. Dengan mengatur waktu yang tepat terutama di malam,” jabarnya.

RD. Satrio juga berpesan kepada anak-anak yang mau menempuh Ujian Akhir Semester tahun pelajaran 2011/2012. Akan lebih baik, setelah belajar. Lebih baik dan enaknya berdoa Novena terlebih dahulu. Sebelum tidur daripada nonton acara televisi seperti sinetron ataupun Opera Van Java. Romo jamin yang dipelajari tadi akan masuk diotak kalian, pesannya.

“Mari kita renungkan Hari raya Kenaikkan Isa Almasih ini dengan Novena Roh Kudus dan sambutlah hari raya Pentakosta dengan hati yang penuh iman dan kasih, Amin.” (asep)

Ilustrasi google.com

Kamis, 17 Mei 2012

HUT Kota Surabaya ke-719





Irisan buah (klatakan) siap disantap setelah disiram ulekan bumbu dari cobek, 
dan makanan inilah yang dinamakan Rujak Ulek.

FESTIVAL RUJAK ULEG 
DI KYA-KYA KEMBANG JEPUN

RUJAK ULEG-Warga Surabaya pasti telah cukup akrab dengan makanan khas yang satu ini. Karena Surabaya memang daerah asalnya. Rujak ulek tak ubahnya rujak-rujak kebanyakan. Bumbunya terdiri atas cabe, kacang tanah goreng, bawang putih, petes, kecap, dan bumbu lainnya. Semua bumbu tersebut dihaluskan di atas cobek dengan cara diulek, yakni ditumbuk menggunakan ulek-ulek (alat pengulek).

Setelah bumbu halus teramu menjadi satu, baru kemudian klatakan yang berupa irisan tipis buah-buahan (bengkoang, nanas, mentimun, krai, jambu buah, dan buah lainnya sesuai selera) dicampur menjadi satu plus ditimpahi kulupan sayur godok (kangkung dan kecamba) di atasnya, baru kemudian disiram bumbu rujak. Atau ada juga yang menyertakan irisan lontong.

Dalam penyajiannya, biasanya rujak ulek disuguhkan di atas pincuk daun pisang. Namun seiring perkembangan zaman, kini daun pisang diganti dengan kertas minyak karena lebih praktis dan mudah didapat. Mau praktis lagi menggunakan piring.

Namun di tengah serbuan makanan dan restoran cepat saji yang mewaralaba ke berbagai pelosok nusantara, keberadaan rujak ulek perlahan tapi pasti agak terpinggirkan dan terancam kehilangan popularitas. Untuk mencari dan mencicipinya di kota asalnya pun harus hunting dulu ke beberapa kawasan yang terdapat penjual rujak uleg ini.


Akan tetapi kekhawatiran itu tak perlu terlalu dirisaukan, karena setiap tahun (sejak sekitar tahun 2003) pemerintah kota Surabaya selalu menggelar Festival Rujak Uleg. Sebagaimana pada penyelenggaraan  Festival Rujak Uleg , Minggu lalu (13/5/2012) yang digelar di Kya-Kya Kembang Jepun dalam rangka HUT ke-719 Kota Surabaya.

Festival rujak uleg ini diikuti puluhan warga kota Surabaya dari instansi pemerintah kota Surabaya, instansi pendidikan, dan staf hotel di Surabaya. Sekitar pukul 13.00 WIB dimulai dengan dibuka oleh Walikota-Ibu  Tri Risma Harini dengan nguleg bareng di tempat yang disediakan oleh panitia.

Pukul 14.00 WIB rujak uleg pun sudah jadi dibuat oleh masing-masing peserta. Dan, panitia mengumumkan 40 besar dengan mendapatkan dana pembinaan sebesar 1 juta lima ratus rupiah. Dari 40 besar diambil lagi menjadi 5 besar mendapat sepeda gunung dan peralatan memasak.

Semakin meriah festival ini dengan hadirnya musik patrol dan beberapa pejabat pemerintah kota Surabaya dan tamu undangan.

Ibu Risma mengajak warga kota Surabaya untuk bangga melestarikan makanan rujak uleg karena menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan bagi luar maupun dalam negeri dan menjadi makanan ciri khas kota Surabaya.


(asep_diambil dari berbagai sumber.net_google.com)

Rabu, 16 Mei 2012

Putra Putri SMA Santa Maria Surabaya 2012


From Zero to Hero

OSIS SMA Santa Maria Surabaya menggelar  Pemilihan Putra Putri Santa Maria 2012-2013 (baca: PaPi SanMar). PaPi SanMar merupakan program kegiatan tahunan OSIS. Kegiatan ini diadakan dalam rangka mencari duta SMA Santa Maria. Untuk mewakili sekolah dalam mempromosikan sekolah, baik promosi keluar dan dalam.

Sebelum, final PaPi SanMar digelar di aula Santa Maria. Fanda, Ketua Pelaksana menuturkan, diadakan proses seleksi terlebih dahulu di masing-masing kelas X dan XI. Setiap kelas berhak mengajukan 2 calonnya, yakni putra dan putri. Proses pemilihan dari masing-masing kelas telah ditentukan dan disetujui oleh wali kelas.

Majelis Perwakilan Kelas menyerahkan daftar calon PaPi SanMar kepada panitia. Untuk proses selanjutnya, masa karantina  dilaksanakan Sabtu-Minggu lalu (5-6/5/2012) di area sekolah dan menginap di sekolah. Di masa karantina para calon Papi SanMar dibekali berbagai materi. Diantaranya leadership, wawasan lingkungan hidup, wawasan tentang sekolah kita seperti visi dan misi serta kemajuan sekolah, kegiatan sosial bersama masyarakat sekitar dengan membantu pedagang kaki lima, dan outbond, tutur Ketua Pelaksana.

Alhasil, Sabtu lalu (12/5/2012) Pemilihan PaPi SanMar 2012 digelar di aula Santa Maria sekitar pukul 08.00 WIB  dengan mengusung tema “From Zero TO Hero”. Masing-masing calon menunjukkan talen mereka dihadapan dewan juri, yakni Bapak Pras, Suster Fitri, Ibu Rossa, dan Ibu Sandra.
Dewan juri juga memberikan pertanyaan kepada calon Papi SanMar. Sebagai bahan penilaian mereka di segi wawasan. Menjadi PaPi SanMar tidak hanya dilihat dari sisi kecantikkannya. Tetapi panitia juga mempunyai kriteria tersendiri dalam menentukan PaPi SanMar 2012. Seperti memilki wawasan yang baik, fasih dalam berbahasa Indonesia dan Inggris yang benar, serta nilai akademiknya di atas rata-rata.

“Terlihat jelas, saat calon memaparkan keinginannya menjadi PaPi SanMar 2012 dengan menggunakan bahasa Inggris.”

Kriteria tersebut masing-masing ada di calon. Kriteria ini menentukan penilaian dari dewan juri. Sistem penilaiannya dijumlah menjadi  dari masing-masing penilaian dewan juri dan dibagi sesuai jumlah juri. Akhirnya, PaPi SanMar dapat ditentukan oleh dewan juri.

Tak lama kemudian, MC telah memegang hasil pilihan dewan juri. PaPi SanMar, yakni Kenji Yeo dari kelas XI IPA 2 dan Felicia Saputra dari X5. Selain itu juga ada Duta Persahabatan, Duta Intelektual dan The Best Partner. Duta-duta tersebut akan mewakili peserta didik SMA Santa Maria di setiap undangan yang diadakan oleh Diknas maupun instansi lain. Dan, wajib mempromosikan perkembangan dan kemajuan SMA Santa Maria Surabaya, terutama pada saat penerimaan peserta didik baru tahun 2013-2014, jelas Ketua Pelaksana.

Kegiatan pemilihan PaPi SanMar semakin meriah dengan hadirnya penampilan guru-guru ala CherryBelle. Penampilan Fashion ala Cherry Belle ini diplesetkan oleh guru-guru menjadi Performance Theacher-Cherry Bellek dan Cantengen. Untuk guru laki memerankan sebagai cewek dan begitu sebaliknya.
Seperti yang dikemukan oleh Ir. Marceline Prophylia, ternyata guru-guru mempunyai potensi dalam seni peran. Bahkan mereka tidak kalah dengan peserta didiknya. Hal ini, bagi saya dapat memicu guru yang lain untuk berani tampil dan mengembangkan potensinya. Selain mengajar di bidang studinya masing-masing, jabarnya.

Dan, ekstrakuriler juga ikut berpartisipasi dan yel-yel dari masing-masing kelas pun tidak kalah menarik dari penampilan guru-guru. (asep)

Tas Symba



Raih Young Creabiz 2 Competition 2012 

Segudang prestasi telah banyak diraih oleh peserta didik kita. Di bulan Mei ini kembali peserta didik kita meraih Young Creabiz 2 Competition 2012  yang bertajuk “Challenge for Young Creative Business Leader”.  Kompetisi ini digelar oleh IBMT International University.

 Ibu Lilis selaku guru bidang studi Ekonomi mengatakan, mendapat surat dari staf tenaga kependidikan yang isinya tentang kompetisi kreasi. Saya langsung mensosialisasikan kompetisi ini di kelas. Bahkan, peserta didik sangat antusias mendengar warta tersebut, kata guru bidang studi Ekonomi.

Dengan sigap, Ibu Lilis meminta kepada setiap peserta didik kelas XI SMA Santa Maria Surabaya. Untuk membagi kelompok dan menentukan produk apa yang ingin mereka buat untuk kompetisi di IBMT? Pada saat pelajaran muatan lokal Kewirausahaan.

Akhirnya, peserta didik kelas XI IPS diantaranya Andreas, Mellisa, Andrew Branch, Yulis, dan Syntia membuat tas rangsel. Seperti yang disharingkan Mellisa, awalnya mereka binggung mau membuat apa?  Di kelas semua kelompok  membuat makanan. Akhirnya kami terpacu membuat tas yang kekuatannya aman dan anti air. Sekaligus ada penutupan kepalanya, seperti Jumper.

Mellisa juga mensharingkan produk inovasinya supaya saat dijadikan duduk dapat nyaman. Setelah berdiskusi panjang mereka menentukan nama tas rangselnya, yakni  SYMBA, sharingnya.
“Dengan penuh perjuangan dan selalu berdiskusi serta mendampingi tukang penjahit , tanggal 28 April 2012. Tas Symba hampir 80% jadi. Dan, kami juga berdiskusi kepada salah satu guru kami yang pintar mendesain.  Beliau mengatakan tasnya sudah bagus dan tinggal presentasinya saat kompetisinya. Untuk selalu memberikan keunikkan dari tas Symba tersebut,” cerita Mellisa.

Rabu lalu (2/5/12) di Ciputra World Surabaya yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Mereka mempresentasikan produk tas Symbanya dihadapan juri. Dan, juri terkesima menyimak hasil produk dari peserta didik kita . Akhirnya juri menobatkan produk peserta didik kita pemenangnya. Dan, mendapatkan trophy, uang pembinaan, dan  ucapan selamat berupa spanduk yang telah terpampang di selaras sekolah kita.  (asep)

Peserta Didik Kelas XI SMA Santa Maria Surabaya




Buktikan 
Cinta Seni dan Budaya Nusantara

Sekitar pukul 10.30 WIB ratusan orang tua, peserta didik kelas X dan XI, serta beberapa undangan memadati aula Santa Maria, lantai 4. Untuk menyaksikan pagelaran seni kelas XI yang bertemakan Ini Karyaku…., Mana Karyamu….. Acara yang dihelat di aula Santa Maria, Sabtu lalu (5/5/2012) ini berlangsung meriah. 

Dalam acara ini ada berbagai jenis kesenian tradisional yang mereka tampilkan. Mulai tarian, seni karawitan dan berbagai ragam tari dipenjuru nusantara yang seluruhnya dipadukan dengan seni modern, yakni tari Sense of Jig, musik Keliling Nusantara, dan Tari Aiz Tjampoer.  Selain itu, mereka juga menampilkan teater Sesuatu.

Pambuko Kristian, Guru Seni dan Budaya mengatakan pagelaran seni ini rutin dilaksanakan tiap tahun. Tujuannya untuk menggali kreatifivitas peserta didik kelas XI dan menumbuhkan kearifan lokal pada kecintaan seni dan budaya nusantara.  Selain itu acara ini juga menjadi uji kompetensi peserta didik kelas XI sebagi sumber penilaian rapor pelajaran seni dan budaya, kata Pambuko.


"Ketika ada yang bagus mereka juga dapat kami tampilkan diluar (perlombaan) seperti tarian legenda asal muasal Surabaya," kata Pambuko.

Pambuko menambahkan, acara ini juga melatih siswa untuk tampil percaya diri. Sebab selain nilai mereka diambil dari kegiatan ini, orang tua, guru serta perwakilan dari Dinas Pendidikan Surabaya juga hadir dalam kegiatan ini, tambahnya. 

Selain, Pambuko, Maria Darmajanti selaku Guru Seni Budaya juga ikut bangga melihat kreatifitas peserta kelas XI. Di pagelaran seni ini, peserta didik kelas XI juga mempersembahkan karyanya. Untuk HUT Kota Surabaya ke-719 dengan menelurkan tari kolaborasi modern dan tradisional yang menceritakan legenda Surabaya dilengkapi ornamen Suro dan Boyo. Tidak hanya itu, mereka juga membuat multimedia untuk melengkapi kreasi tarian Surabaya. 

Nantinya tarian Surabaya ini akan ditampilkan di Jatim Ekspo, jalan Ahmad Yani melalui kegiatan yang digelar oleh MKKS Kota Surabaya, yakni Pameran Pendidikan SMA-SMK se-Surubaya awal bulan Juni, terangnya. (asep)