Rabu, 04 April 2012

UKWMS



REOG PONOROGO
Sambut RUA-PTIK KE-29
di Unika Widya Mandala Surabaya

Terakhir kalinya Rapat Umum Anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (RUA-APTIK) ke-28 diselenggarakan di Semarang. Kali ini RUA-APTIK ke-29 diselenggarakan di kota Pahlawan, Surabaya. Anggota APTIK mempercayakan kepada Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) sebagai tuan rumah, Senin-Kamis, 12-15 Maret 2012 di Bangkok Room, Hotel Mercure – Grand Mirama Surabaya.

RUA-APTIK mengusung tema “Peningkatan Kualitas Perguruan Tingkat Katolik melalui Manajemen dan Tata Kelola Keuangan”. Tema ini diambil untuk mengupayakan pengelolaan perguruan tinggi secara otonom, akuntabel, dan transparan. Dengan begitu membuka peluang bagi penyelenggara perguruan tinggi. Untuk dapat melakukan berbagai langkah terobosan yang inovatif dan kreatif.

Selain membahas permasalahan di atas, RUA-APTIK juga membahas agenda internal organisasi dengan narasumber, yakni Romo Paulinus M. Simbolon, OFM.Cap dan Michael T. Tjoajadi dari salah satu lembaga yang mengelola keuangan dan Lembaga manajer yang mengelola reksadana tersebar di Indonesia, jabar Anastasia humas UKWMS.

Sebelum RUA-APTIK dimulai, Humas UKWMS menggelar konferensi pers (12/3) di hotel Mercure dengan narasumber Ricahrdus Djokopranoto, Ketua APTIK, Penulis Buku “Wealth Management untuk Penyelenggaraan Perguruan Tinggi”. Ricahrdus pernah bekerja di industri perminyakkan dengan karir terakhir Kepala Divisi Logistik Pertamina. Dan, Prof Bernadette Setiadi, Sekretaris APTIK. Moderatornya Kuncoro Foe, Ph.D., Ketua Panitia Penyelenggara RUA-APTIK 2012, Wakil Rektor I UKWMS.

Usai konferensi pers, Panitia mengawalinya perayaan ekaristi di Gereja Hati Kudus Yesus dengan selebran Mgr. V. Sutikno Wicaksono didampingi Mgr. Aloysius Sudarso, Ketua Komisi Pendidikan KWI dengan RD. Jelantik, Pastor Paroki Santa Maria Tak Bercela, Ngagel. Tampak pula dengan khusuk mengikuti perayaan ekaristi di altar Duta Besar dari Vatikan, Nunsio Apostolik Mgr. Antonio Guido Filipazzi.

Semakin meriah pula, Reog Ponorogo menyambut para anggota RU-APTIK di halaman depan UKWMS dengan berbagai antraksi dan tarian Kuda Lumping. Satu per satu dua anggota dari APTIK diangkat naik di atas kepala Reog, yakni Romo Antonius Subiyanto, OSC dan Almeteus Setyamarsudi, Se.Ak. menuju pintu masuk.

Tak hanya Reog Ponorogo, berbagai hiburan, yakni musik tradisional Angklung, Kulintang, dan tari parade nusantara memeriahkan RUA-APTIK tahun ini. Dan, secara resmi RUA-APTIK dibuka pemukulan gong Nunsio Apostolik Mgr. Almeteus didampingi bapak Uskup Surabaya, Ketua Komisi Pendidikan KWI, Perwakilan dari Yayasan UKWMS, dan Ketua APTIK di auditorium Benediktus. (asep)

Anton Ferry Kurniawan Mutter

Di Tangan Sang Dirigen, Raih Segudang Prestasi

Sambil asyik duduk di Café Petra Toga Mas, Anton menceritakan kisah menjadi Dirigen. Keasyikkan blogger berbincang bersama Anton semakin seru dengan ditemani secangkir minum yang menyegarkan sampai pukul 17.00 WIB.

Nama Anton Ferry Kurniawan Mutter didengar bagi komunitas paduan suara di Keuskupan Surabaya tidaklah asing, terutama Orang Muda Katolik.

Pria yang lahir di kota Pahlawan, menuturkan, kegemaran mendengarkan musik gerejawi dan nyanyian klasik, semisal lagu inkulturasi daerah. Awal mula ketertarikkan Anton memulai belajar paduan suara dan menekuni dunia olah vokal. Tahun 1998, Anton aktif tergabung di paduan suara Orang Muda Katolik Santa Caecilia di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, akunya.

Berbekal dari ketekunannya Anton memberanikan diri dan semakin belajar notasi angka dan balok. Talenta Anton semakin berkembang dengan belajar dari pengalaman melalui Kak Kiem. Melihat perkembangan Anton, Kak Kiem menunjuk Anton menjadi dirigen. Pertama kalinya di tahun 2001, Anton memimpin paduaan suara Santa Caecilia Perayaan Ekaristi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tutur pria yang lahir 16 Mei 1983.

Keberanian menjadi dirigen ini membuahkan hasil dan mulai bergabung di kelompok paduan suara di Surabaya, diantaranya Ubaya Choir, KPMG, dan Eliata, tambahnya.

Berlanjut sampai tahun 2003, anggota paduan suara Santa Caecilia mempercayai sepenuhnya kepada Anton sebagai ketua. Keterkejutan ini membuat dirinya tidak patah semangat dalam belajar olah vokal. Melainkan menjadi pemicu tersendiri untuk semakin tertantang mendalaminya.

Berangkat dari rasa tantangan di dunia olah vokal. Anton menuturkan, mengajar di SDK Santa Clara, Ngagel sesuatu hal yang menarik baginya. Karena, bagian dari tujuan Anton untuk melayani Tuhan, menumbuhkembangkan bakat minat anak-anak setingkat sekolah dasar, dan lebih mudah melatih mereka. Selain itu, memerlukan kesabaran dan ketelatenan dalam mengajari mereka. Anton mengaku sebagai pelatih paduan suara anak-anak mau tidak mau jiwa kreatifitas lebih ditonjolkan dan memberikan arasemen yang sederhana, tuturnya.

Alhasil, berkat ketelatenannya, Anton membawa Paduan Suara SDK St. Clara meraih juara II di festival Paduan Suara tingkat Nasional dan Juara I di Gramedia Ayo Menyanyi,” jabar anak ke-4 dari 4 bersaudara pasutri F. Ferry Dinanto dan Theresia Paidjah.

Buah kemenangannya, Anton melebarkan sayapnya melatih di beberapa paroki. Diantaranya Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria, Kepanjen (wilayah Gabriel), Stasi Santo Agustinus-wilayah 14 (Santa Katarina), Paroki Santo Marinus Yohanes (Rekat dan BIAK), Paroki Yohanes Pemandi (BIAK), Xinzhong Laguna, dan Paroki Redemptor Mundi (Santo Gabriel). Bahkan di tahun 2008, dia juga mengajar di TK Santa Maria.

Tidak hanya melebarkan sayapnya dengan melatih, mengajar, dan sharing antar dirigen. Anton membekali diri ikut pelatihan di Yogyakarta, yakni Pusat Musik Liturgi (PML) yang diasuh oleh Karl-Edmund Prier, SJ dan Paul Widyawan. Dan, dia juga mengikuti pelatihan di Bandung Choral Society.

Skill itulah yang sampai saat ini dipegang dalam melatih kelompok-kelompok paduan suara di Surabaya. Di tahun 2008 pula, dia bersama teman-temannya mendirikan kelompok paduan suara Angeli Vox Choir dengan melihat keprihatinan koor manten yang serba minim dan dilaksanakan pada jam kerja. Padahal momen ini sekali seumur hidup, sambung alumni Ubaya, jurusan Teknik Informatika. (asep)

Foto : dokumen Anton

Angelii Vox Choir


Berbagi Kasih di Koe-Kupang

Angelii Vox Choir (AVC) kembali menggelar kegiatan pelayanan cinta kasih kepada sesama. Kegiatan ini wujud dari kesibukkan AVC bernyanyi, baik perayaan ekaristi di gereja maupun job event lainnya. Sebagai wujud rasa syukur atas rahmat Bapa agar AVC tetap sinergi dan eksis. AVC mengadakan kegiatan dengan mengusung tema To Serve with Love. Kegiatan ini kali ketiga yang diselenggarakan di Koe-Kupang. Setelah diadakan di Bali tahun lalu. Serve with Love merupakan acara charity tahunan AVC, jabar Stephanie Yovita, Ketua AVC.

Ketua AVC mempercayakan kepada Albertus Gunawan Situmorang sebagai pimpinan proyek Serve with Love 3 .

Gunawan menceritakan, anggota AVC berangkat ke Koe mulai Kamis (9/2) melalui udara dan tiba di bandara El Tari Kupang. Anggota lainnya ada yang berangkat hari Jumat (10/2). Siang harinya, anggota AVC mengunjungi Gereja Paroki Santo Yoseph untuk bertegur sapa dengan romo dan pejabat Gereja lainnya. Dan, diterima oleh Pater Sebast Wedjang, SVD.

Anggota AVC berkeliling melihat gereja dan wisma pastoran yang baru tiga bulan ditempati setelah selesai dari pembangunan. Wisma pastoran di Santo Yoseph, Naikoten ini terlihat bersih dan rapi ini membuat anggota AVC betah berlama-lama di sana. Senyum sapa dari DPP, petugas sekretariat merasa diterima dengan penuh kekeluargaan, cerita Gunawan.

Jumat Sorenya, anggota AVC mengunjungi Panti Asuhan Sonaf Maneka. Sonaf Maneka dalam bahasa Timor berarti Istana Cinta Kasih. Panti Asuhan ini didirikan oleh Alm. Yuliana Afoan Bulu Manu Uskono pada tahun 26 Juli 1980. Sekarang panti asuhan ini diasuh oleh Maria Imaculata. Panti asuhan mempunyai 106 anak asuh. Dengan rentang usia TK sampai SMA dan seorang jompo tuna netra, jabar pimpinan proyek.

Pimpinan proyek menambahkan, untuk biaya operasional dan sekolah anak asuh mereka mengandalkan donasi dari para donatur yang berkunjung ke panti. Namun sampai sekarang belum ada donatur tetap.

30 September 2011, panti kebakaran akibat arus pendek. Dari situlah AVC mulai menyalurkan dan bergerak mencari data melalui Benny Leonard. Dengan sedikit bantuan untuk renovasi panti dan beberapa alat tulis, meja belajar, sandal, pensil warna, buku, baju, lemari, seperangkat computer, dan DVD Player. Untuk melengkapi ruang bacaan mereka.

“Saat tiba di panti, anggota AVC disambut meriah dan antusias oleh adik-adik dengan lagu berbahasa daerah. Sungguh, suara mereka mewakili suara para malaikat yang dengan gembira menerima berkat Tuhan.”

Sebagai bentuk ucapan syukur, anggota AVC juga menyanyikan lagu, berikut sepenggal lagu yang dilantunkan anggota AVC “…….Kami datang dengan rendah hati membawa kurban bersama Kristus……..”. Bernyanyi bersama. Melihat hasil renovasi rumah panti, berfoto bersama, dan bertegur sapa bersama mereka. Membuat anggota AVC semakin merasakan kebersamaan bersama mereka. Dengan hadirnya AVC dapat memberikan harapan yang lebih baik, menyemangati hidup, saling menguatkan mereka. Itu semua karena karya kasih dari Tuhan Yesus Kristus.

“Seperti teladan Rasul Paulus kepada kita : “Janganlah kita jemu untuk berbuat baik, dan pada tiba waktunya kita akan menuai..” (Galatia 6:9).

Usai, berkunjung di panti AVC menikmati keindahan pantai Lasiana, pantai Tablolong, Air Terjun Oesnesu, dan berdevosi di Gua Maria “Lourdes”. Semakin menikmati pula, AVC juga menyantap makanan khas kota Kupang, yakni Jagung Bose dan daging Se’i Babi.

Keesokan harinya, Minggu (12/2) pukul 10.00 WITA, AVC mengadakan pelayanan perayaan ekaristi di Gereja. Lantunan lagu AVC semakin menambah kekhusukkan dan keheningan umat Paroki Santo Yoseph. Bahkan saat mau beranjak pamitan dari acara ramah tamah di balai paroki. AVC masih diminta bernyanyi oleh Pater Sebast dan umat di depan Balai Paroki, papar pimpinan proyek. (asep)

Foto : dokumen AVC.

Selasa, 27 Maret 2012

SURABAYA



AKSI DEMO PENOLAKKAN KENAIKKAN BBM BERJALAN DAMAI

Berdasarkan pantauan Blogger, Selasa (27/3) sekitar pukul 06.15 WIB jajaran kepolisian dari Polwiltabes telah berjaga-jaga dan siap siaga mengamankan demo. Tampak pula dari kesatuan TNI sedang berjalan menuju Kantor Gubernur Jatim. Di samping kanan kantor Gubernur sedang berbaris dan beberapa reserse berdiri di jalan mengamati situasi dan kondisi sekitar kantor Gubernur. Polisi juga menyiagakan mobil water canon.

Menuju Gubernur Suryo, aparat kepolisian juga siap sedia mengantisipasi demo penolakkan kenaikkan BBM. Di depan patung Gubernur Suryo, tampak demonstran mempersiapkan perangkar demo. Aparat kepolisian menyambutnya dengan damai. Bahkan di depan Balai Pemuda tampak truk kepolisian, mobil pemadaman stand by mengantisipasi demo kenaikkan BBM.

Sekitar pukul 09.30 WIB, ribuan demonstran dari arah raya Darmo menuju Gubernur Suryo menyuarakan kepentingan rakyat dengan menolak kenaikkan BBM. Begitu juga ribuan masa dari PDI Perjuangan dari Jagir dengan atributnya. Diantaranya Bendera Merah Putih, Bendera Kebanggaan PDI Perjuangan. Menuju jantung kota bersatu menolak kenaikkan BBM.

Siang harinya, sekitar pukul 14.00 WIB tampak Aksi BEM ITS melakukan aksinya dengan tidur di jalan. Beberapa mahasiswa membentuk lingkaran aksi kawan-kawannya. Aksi BEM ITS ini menolak kenaikan harga BBM. Mereka membentangkan kain kafan sebagai sindiran untuk menutupi rasa malu pemerintah karena membuat kebijakan tidak pro rakyat. Dengan membentangkan kritik-kritikkan penolakkan kenaikkan BBM, salah satunya berbunyi: “Tingkatkan Kesejahteraan rakyat’. Hingga memakan separuh badan jalan dan mengakibatkan kemacetan di jalan Basuko Rahmat, tepat di depan Tunjungan Plasa. Dengan tenang polisi menjaga aksi BEM ITS tersebut di sekitar posko polisi Tunjungan Plasa. Polisi lalu lintas pun dengan tenang membantu para pengendara yang menuju Gubernur Suryo dialihkan di jalan sebelah MC Donald.

Tampak pula di kantor DPRD Jatim jalan Indrapura siap siaga dengan kelengkapannya dan memasang pagar kawat berduri.

Polisi pun juga mengamankan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Salah satunya SPBU Dinoyo, Kayun, Biliton, Perak, Donokerto, dan Kenjera. Sehubungan dengan aksi massa di Kota Surabaya menolak rencana kenaikan harga BBM. Di SPBU Dinoyo tampak 2 (dua) aparat keamanan dari polisi dan TNI. (asep)

Foto : www.google.com/images dan ecko tole

Senin, 26 Maret 2012

BBM

HTI TOLAK KENAIKKAN HARGA BBM

Minggu (25/3) sekitar pukul 10.00 WIB Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Surabaya menyerukan penolakan terhadap kenaikan harga BBM. Aksi long march ini digelar dari Taman Apsari menelusuri jalan protokol diantaranya Panglima Sudirman dan Basuki Rahmat kembali Taman Apsari. Aksi long march ini berjalan terbit di sebelah kanan jalan.

Beberapa demonstran membawa penggoreng, panci, alat-alat dapur, dan jerigen sambil meneriakkan penolakkan kenaikkan harga BBM. Dan, beberapa demonstran juga membagikan pamflet tentang penolakkan kenaikkan harga BBM. Di Taman Apsari empat demonstran mengenakan kostum pom bensin massa. Diatasnya bertuliskan seruan agar BBM dikelola dengan sistem syariah dan mengingatkan untuk memanfaatkan sumber daya alam demi kesejahteraan rakyat.

Menurut HTI, penguasa saat ini berkhianat terhadap rakyat. Dengan kenaikan harga BBM, pemerintah telah mendholimi rakyat.

Nantinya, akan terjadi demonstran yang lebih banyak dilakukan oleh berbagai elemen. Diantaranya LSM, mahasiswa, buruh, pelaku usaha (pengelola SPBU, pabrik, pengelola angkot) dan rakyat pun ikut berpratisipasi menolak kenaikkan BBM. Kurang lebih 25 ribu demonstran akan melakukan demo besar-besaran. Pusat demo nantinya akan dilakukan jalan Gubernur Suryo, Kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan, Kantor DPRD Jatim Jl. Indrapura, Kantor DPRD Surabaya Jl. Yos Sudarso, dan Kantor Pemkot Surabaya. Selain itu juga sejumlah obyek-obyek vital di Surabaya, Selasa (27/3) besok.

Seperti yang dikatakan Kombes Pol Tri Maryanto Kapolrestabes Surabaya saat talkshow di Suara Surabaya, Senin (26/3). Menghadapi aksi demo menolak kenaikan harga BBM mengerahkan 5.450 personel gabungan sinergi dengan Pemkot Surabaya, Pemprov Jatim, dan Polda Jatim,” jelasnya.

Polisi akan di-back up juga oleh anggota TNI. Tapi personel TNI akan turun jika diperlukan saja. ”Mereka standby di lokasi, tapi tidak diperlihatkan. Tapi sewaktu-waktu kita butuhkan siap dan cepat langsung turun,” ujarnya.

Bahkan saat ini, yang diberitakan media elektronik keputusan kenaikkan BBM masih menjadi bahan perdebatan di kalangan pemerintahan antara menteri dengan DPR. Semoga keputusan kenaikkan BBM benar-benar memihak rakyat. Dan, digunakan untuk kepentingan rakyat. Bila tidak mengalami kenaikkan akankah juga lebih baik dan kondisi semakin stabil. (asep)

Foto : image.tempointeraktif.com

Minggu, 25 Maret 2012

Umat Pogot, Surabaya


Siapkan Visualisasi Kisah Penyaliban Yesus Kristus

Minggu sore, (25/3) di halaman kanan Gereja Paroki Ratu Pecinta Damai, Pogot berdiri tegak replika salib yang telah disetting sedemikian rupa di depan Gua Maria.

Eko salah satu keluarga muda menuturkan, mereka sedang mempersiapkan diri untuk visualisasi jalan salib. Nantinya, Eko juga berperan sebagai orang Yahudi. Dan, saat ini beberapa peran dalam visualisasi jalan salib sedang menonton film The Passion di dalam Gereja bersama Romo Emanuel Prasetyono, CM, kata Eko.

Setelah, blogger melihat di dalam Gereja. Beberapa peran visualisasi tampak serius melihat tayangan film The Passion. Dan, Romo Pras juga memberikan narasi singkat di tayangan film tersebut.

Romo Pras mengatakan film The Passion sebagai bahan dan sumber ilustrasi kita dalam menvisualisasikan kisah sengsara penyaliban Tuhan Yesus. Seperti agenda Veronika itu mengusap wajah Yesus dengan kain yang dipakainya, cara menurunkan Yesus Kayu Salib dengan menggunakan kain secara perlahan-lahan dan Bunda Maria memangku Yesus. Posisi Bunda Maria memangkunya tidak pada kepalaNya, tetapi punggungNya.

Begitu juga pada saat Yesus mati, para prajurit lari tunggang langgang dan bait suci terbelah dua. Di bagian ini prajurit penuh karakter dan ekspresinya ketakutan, tambah Romo Pras.

Setelah Romo Pras memberikan narasi singkat melalui film The Passion. Romo Pras membuka usulan kepada para peran visualisasi jalan salib. Seperti yang diusulkan oleh Yustinus Nugroho mengatakan, Simon Petrus awalnya tidak menghiraukan dan menolak memanggul sengsara Yesus. Akhirnya ikut membantu memikul salib Yesus sampai Yesus jatuh ketiga kali ini. Dan, Yustinus yang berperan Pilatus semakin terbantu dengan film The Passion. Bahwa peran Pilatus itu sombong, angkuh, dan cuek. Dan, akhirnya memutuskan penyaliban Yesus di bukit Golgota.

Yustinus Nugroho juga mengusulkan, alangkah baik kostumnya juga dikondisikan pada jaman saat ini. Seperti memakai pakaian ala pejabat legeslatif yang koruptor dengan memakai jas lengkap. Tetapi hal ini ditanggapi oleh Romo Pras karena umat belum siap menerima kondisi itu. Saat ini umat masih terbiasa dengan tradisi Romawi, terang Romo Pras. (asep)

FOTO : http://www.googld.co.id/images

Perkembangan Gereja Katolik Paroki Ratu Pecinta Damai, Pogot semakin pesat. lihat di http://www.parokirpd.org

Sambut Paskah

Umat Siapkan Diri
Masa prapaskah diawali dengan Rabu Abu (22/2) lalu melalui penerimaan abu di dahi. Awal dari prapaskah ini, umat Katolik mulai berpasrah diri dengan menjalankan puasa dan pantang selama 40 hari. Sebagai bentuk pertobatan atas dosa-dosa yang selama ini kita lakukan, baik itu secara lahiriah maupun batiniah.
Selama masa pertobatan ini, umat Katolik juga membekali diri dengan pastoral diri, melalui doa APP yang dilakukan di lingkungan-lingkungan. Untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan sesamanya.
Dan, menjelang Tri Hari Suci ini umat Katolik juga bersiap-siap dengan latihan koor, misdinar, dan menggelar visualisasi jalan salib atau lebih dikenal dengan Via Dolorosa, Jalan Kedukaan. (asep)