Jumat, 18 Mei 2012

Hari Raya Kenaikkan Isa Almasih



Bertekun dalam Novena Roh Kudus 

Menjelang Hari Raya Pentakosta

“Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus”, Kis 1:14

Minggu lalu (13/5/2012) dalam penanggalan liturgi memasuki Minggu Paskah yang keenam. Minggu paskah yang keenam ini, seluruh umat Keuskupan Surabaya merayakan Kenaikan Isa Almasih atau kenaikkan Tuhan Yesus Kristus yang jatuh pada hari Kamis. Meski perayaan ini tidak begitu semeriah dan ramai seperti perayaan Natal dan Paskah pada umumnya.

Umat masih merayakan kenaikkan Tuhan Yesus Kristus setelah 40 hari raya Paskah dengan khusuk. Seperti pantauan dari blogger di Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria, Kepanjen dan Paroki Santa Maria Tak Bercela, Ngagel.

Di Paroki Kelahiran Santa Maria Perawan, Kepanjen (Paroki Kelsapa) perayaan ekaristi diadakan tiga kali dan di Paroki Santa Maria Tak Bercela (Paroki SMTB) diadakan dua kali pada sore harinya. Blogger memantau di Paroki Kelsapa pukul 08.00 WIB. Perayaan ekaristi dipimpin oleh Rm. Ignatius Suparno, CM. Bangku-bangku masih ada kosong, namun ini semua tidak menyurutkan umat Paroki Kelsapa menjalin relasi bersama Tuhan Yesus Kristus. Mereka meluangkan waktu untuk bersama PutraNya dalam mengenang KenaikkanNya.

Tampak sekali kekhusukkan umat dalam merayakan ekaristi bersama Pastor yang pernah pastoral di perburuhan. Apalagi kelompok paduan suara dari gabungan wilayah Paroki Kelsapa mengiringi suasana perayaan ekaristi dengan lagu-lagunya yang merdu. Melalui pimpinan bapak Setyo, sang dirigen. Hingga umat semakin merasakan kehadiran Tuhan Yesus di jiwa raga mereka. Dalam keheningan doanya. 
Keheningan doa umat Paroki Kelsapa semakin dikuatkan dengan homilinya Rm. Ignatius Suparno, CM. Rm. Ignatius Suparno, CM menyampingkan pesan melalui inti pesan dari Injil Markus. Hendaknya kita sebagai umat dalam anggota tubuh Gereja bukan menjadi penonton.

“Janganlah menjadi penonton dalam peristiwa Paskah yang telah kita lalui, melainkan maknai peristiwa Paskah dengan kekuatan PutraNya. Kita sebagai umatNya diharapan selalu meneladani Kekuatan pribadi Tuhan Yesus Kristus dalam kehidupan kita sehari-hari,” pesannya.

Dengan begitu kita sebagai umatNya berani berkata saat ini dan selamanya tidak hanya sebagai penonton. Jadilah pelaku pewarta Injil dan menumbuhkembangkan karya keselamatan PutraNya. Sehingga pribadi kita menjadi garam dan terang dunia di perayaan Kenaikkan Isa Almasih ini, papar Rm. Suparno, CM.

Sore harinya, blogger menuju Paroki Santa Maria Tak Bercela. Koresponden memantau Perayaan Kenaikkan Isa Almasih pukul 18.30 WIB. Terdengar dari parkiran, lonceng berbunyi menandakan perayaan ekaristi Kenaikkan Isa Almasih segera dimulai.

Tak lama kemudian, koresponden memasuki gereja ikuti merayakan perayaan ekaristi di Paroki SMTB. Ratusan umat Paroki SMTB memadati lantai dasar Gereja dan di lantai satu masih nampak bangku yang kosong. Namun hal ini tidak mempengaruhi kekhusukkan umat dalam merayakan Kenaikkan Isa Almasih.

Perayaan ekaristi yang dipersembahkan oleh RD. Satrio ini cukup meriah. Dikarenakan kemeriahan ini semakin tampak dalam perayaan Kenaikkan Isa Almasih dengan kepiawaian kelompok paduan suara AVC dalam melantunkan nyanyiannya dalam mengiringi umat dalam merayaan perayaan ekaristi pada sore hari itu.
Keheningan dan kekhusukkan umat semakin terasa dan dikuatkan dengan homilinya RD. Satrio. Dalam homilinya, RD. Satrio menjabarkan secara mendalam peristiwa kenaikkan Tuhan Yesus Kristus setelah perayaan Paskah yang dikisahkan dalam Injil Markus. Di Injil Markus, proses waktu tidak begitu dijabarkan. Melainkan proses kenaikkan Tuhan Yesus setelah peristiwa sengsara, wafat, dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.

Lai halnya yang dikisahkan Injil Mateus, Yohanes, dan Lukas masih memaparkan proses waktu karya keselamatan Yesus pada jaman itu. Namun hal ini tidaklah menjadi perdebatan di umat. Melainkan menjadi kepenuhan kita dalam mendekati diri kita dengan PutraNya, jabar RD. Satrio.

Perayaan Kenaikkan Isa Almasih  kali ini memasuki masa liturgi tahun B. Umat dihimbau dan diajak untuk mempastorali diri dengan novena Roh Kudus selama 9 hari berturut-turut. Keuskupan telah merumuskan tema Novena Roh Kudus, yakni Bersama Roh Kudus Mewujudkan Hidup Sejahtera yang Ekaristis mulai Jumat lalu (18/5/2012). Seperti yang dicanangkan di tahun 2012-Tahun Remaja dan Liturgi. Tema Novena Roh Kudus saling berkait untuk mensinergikan iman umat dalam perkembangannya.

“Bila umat tidak bisa mengikuti novena Roh Kudus di Gereja bersama-sama umat yang lainnya. Dikarenakan keterbatasan waktu dan komitmenya. Umat dapat novena Roh Kudus bersama komunitas kecilnya, yakni keluarga. Dengan mengatur waktu yang tepat terutama di malam,” jabarnya.

RD. Satrio juga berpesan kepada anak-anak yang mau menempuh Ujian Akhir Semester tahun pelajaran 2011/2012. Akan lebih baik, setelah belajar. Lebih baik dan enaknya berdoa Novena terlebih dahulu. Sebelum tidur daripada nonton acara televisi seperti sinetron ataupun Opera Van Java. Romo jamin yang dipelajari tadi akan masuk diotak kalian, pesannya.

“Mari kita renungkan Hari raya Kenaikkan Isa Almasih ini dengan Novena Roh Kudus dan sambutlah hari raya Pentakosta dengan hati yang penuh iman dan kasih, Amin.” (asep)

Ilustrasi google.com