Senin, 29 September 2008

Pendidikan

Career Day 2008
















Jangan Salah Pilih Jurusan

Usia 17-18 tahun, saatnya memikirkan masa depan dalam menempuh perziarahan hidup di dunia ini. Sayang sekali bila hidup ini hanya dibuat senang-senang, adakalanya berhenti sejak memikirkan langkah pilihanku nantinya mau ke mana?. Langkah inilah yang harus digali untuk menentukan pilihan kita, dari sinilah SMA Santa Maria, unit Bimbingan Konseling mempunyai gawe dalam membantu siswa-siswi Kelas XII dalam menentukan pilihan, entah itu nantinya kuliah dan ataupun kerja, karena selama ini siswa-siswi disibukkan belajar, les privat, dan berbagai kegiatan yang mereka ikut di luar sekolah.

Ketika ditanya oleh salah satu guru, setelah ini mau melanjutkan ke mana?. Dengan binggung salah satu siswa menjawab saya masih binggung mau kerja atau kuliah. Mendengar jawaban seperti ini membuat prihatin bagi Dini Respati Poerwati, Guru Bimbingan Konseling.

Dari keprihatinan ini, sebagai tugas dan kewajiban peduli dan peka membantu untuk menumbuhkembangkan siswa-siswinya dalam menentukan pilihannya dengan menggelar Talk Show Career Day 2008, Sabtu Pon (27/9) dengan tema, “Merencanakan Karir Masa Depan”, jelas Guru Bimbingan Konseling.

Talk Show Career Day 2008 ini digelar sudah keenam kalinya, di Aula Santa Maria, kali ini Talk Show diikuti ratusan siswa-siswi kelas XII (kelas IPA, IPS, dan Bahasa), wali murid, dan wali kelas XII. Tepat pukul 08.30 WIB, Talk Show ini dimulai dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Sr. Agatha Linda Chandra, MBA., OSU, selaku Kepala Satuan Pendidikan SMA Santa Maria.

Sr. Agatha menjelaskan kembali bahwa Career Day ini program tahunan dari Bimbingan Konseling dan secara khusus mengucapkan terima kasih kepada orang tua murid. Career Day, salah satu upaya untuk menjembatani siswa-siswi dalam masuk universitas. Siswa-siswi masih bingung dengan pilihan, dengan adanya Career Day ini siswa-siswi dibantu untuk menumbuhkembangkan dalam menggali potensi siswa-siswi. Janganlah salah pilihan dan perlu dipikirkan matang-matang untuk memutuskan pilihan, jelas selaku Kepala Satuan Pendidikan SMA Santa Maria.

Bahkan potensi orang muda (siswa-siswi), khususnya siswa-siswi SMA Santa Maria dibutuhkan oleh masyarakat untuk menyelamatkan dunia yang serba rumit ini. Sumbangkan potensi kalian untuk masyarakat. Orang muda saatnya memikirkan terobosan-terobosan baru untuk menyelamatkan dunia? Salah satu bentuk berpikir kritis dan mempertanggung jawabkan pemikiran tersebut.

Paling menarik di sini, Talk Show ini menghadirkan narasumber kompeten dalam bidangnya, diantaranya Josephine Ratna, M.Psych. (Dosen Psikologi Univeritas Katolik Widya Mandala-UWM), Debora Novita Z. W. (Alumni UWM jurusan Akuntasi, Direktur PT. Alumindo Light Metal Industry, Tbk.), Errol Jonathans (Direktur Operasional Suara Surabaya Media, Alumni SMA Santa Maria).

Josephine Ratna, M.Psych, merencanakan karis-sebuah tantangan yang asyik. Lulus SMA, kita mau bekerja-studi atau sebalik studi-bekerja. Karir itu bukan hanya pekerjaan yang menghasilkan uang atau gaji, diperlukan perencanaan dan pengembangan dengan fleksilibitas, kemampuan untuk berubah, beradaptasi di lingkungan yang penuh dengan perubahan, jelas Josephine.

“Belajar tidak hanya selesai pada saat di sekolah sekolah saja. Tetapi belajar sepanjang masa. Kalimat ini dikuatkan dengan pepatah Latin, yakni Non Scholae, Sed Vitae Dicimus.”

Tidak hanya itu diperlukan dukungan dari orang tua untuk mendiskusikan mau kemana pilihan kita dengan dilihat dari minat, bakat, dan harapan/’impian’, aktif mengikuti workshop karir, berkonsultasi dengan guru BK atau profesional lainnya, aktif mengembangkan wawasan tentang karir/profesi, menekuni bidang yang diminati, mencari informasi pekerjaan yang sedang dibutuhkan, mencari bidang studi yang mendukung, dan menentukan tempat studi sesuai dengan kemampuan.

Karir individu dipengaruhi banyak faktor, termasuk keterlibatan di masyarakat, ketrampilan atau skill yang diperoleh di sekolah maupun di luar sekolah. Perkembangan karir adalah evaluasi dan proses jangka panjang yang perlu didiskusikan sejak awal dengan keluarga dan mereka yang mempengaruhi pilihan karir. Penting untuk Open Mind, berani menerima tantangan sukses, papar Josephine.

Paparan ini ditegaskan pula oleh Debora Novita Z. W, setiap orang muda harus mempunyai tujuan hidup mau ke mana?, tidak semua orang hidupnya langsung di atas puncak atau sukses. Tetapi belajar dari bawah dahulu dengan memperjuangkan perziarahan pilihan hidup kita, sebagai orang muda. Karir yang sukses tidak semata-mata dilihat dari nilai nominalnya atau “UUD-Ujung-ujunganya duit”, tetapi seberapa besar karya dimanfaatkan orang lain dengan memberikan kebahagiaan kita. Banyak jalan untuk berkarir melalui talen yang diberikan Tuhan kepada kita semua, papar Debora.

Untuk memperjelas apa itu karir, Errol Jonathans mensharingkan perjalanannya, setelah lulus dari Jurusan budaya SMA Santa Maria melanjutkan kuliah di akademi Wartawan Surabaya-Sekolah Tinggi Komunikasi Surabaya (STIKOSA). Mengapa komunikasi yang dipilih, karena komunikasi mempunyai keterkaitan dengan berbagai banyak bidang, diantaranya Teknologi, Kultural, Ekonomi, Sosial, Edukasi, dan Informasi.

Sambil kuliah Errol bekerja di tahun 1978 bekerja di Pos Kota, tahun 1983 mengarahkan karir ke Radio Suara Surabaya hingga sekarang. Dari kompetensi ilmu komunikasi dapat dilihat berbagai kegiatan diantaranya di dunia pendidikan dengan menerbitkan buku (1999: Politik dan Radio, 2004: Pemilu dan Radio, dan 2006: Socrates di Radio), di dunia presentasi (Presenter Seminar Public Speaking di Hotel Santika, Business Forum 2006: Marketing Communication, Komunikasi & Public Relation RS Dr. Sutomo 2007, Seminar Nasional Keradioan di Kendari 2007, Diskusi Jak Jazz 2007 bersama Andien-Penyanyi Jazz dan Bubi Chen –Pianis Jazz terbaik di dunia 1997), dan di dunia Internasional, diantaranya Reporter Northsea Jazz Festival Belanda 1995 dan 1996, menerima penghargaan Quality Summit Award 2005, New York untuk Suara Surabaya, Konperensi Asia Pasific Media Forum 2006, Bali, dan Undangan Xin Hua News Agency, Beijing 2007).

Lebih jauh, tidak hanya itu Errol juga mengabdikan diridengan potensi, bakatnya untuk gereja dan umatNya diantaranya memberikan pelatihan Public Speaking: Seminari Tinggi CM Malang, Teknik Komunikasi: Suster Puteri Kasih Kediri tahun 2006, dan menjadi Moderator Jumpa Pers Tahbisan Uskup Surabaya tahun 2007, jelas Errol.

Selain itu Errol juga membagikan kiat melalui SEAN COVEY, Franklin Covey Co. Utah, USA, yakni The 7 Habits of Highly Effective (TEENS) diantaranya jadilah pro-aktif, merujuk ke tujuan akhir, susunlah prioritas, berpikir menang/menang, memahami untuk dipahami, wujudkan sinergi, dan asahlah gergaji (pikiran kita), jabar Errol. (asep.)

Tidak ada komentar: