Senin, 11 Januari 2010

Pemuda Katolik


Romo Eko Lantik Pemuda Katolik Jatim

Untuk mengoptimalkan kinerja organisasi, pengurus Pemuda Katolik Jawa Timur periode 2009-2012 mengadakan rapat kerja daerah pada 18-19 Desember di PK3A Widya Dharma Jl. Dukuh Kupang Timur XIII/12-B Surabaya. Agenda utama adalah penyusunan program strategis periode 2009-2012.

Penyusunan program ini dibagi dalam tiga tahap. Tahun 2009-2010, pembentukan dan penguatan cabang, komisariat cabang, dan komisariat anak cabang. Tahun 2010-2011, terpolanya sistem kaderisasi, dan tahun 2011-2012, terpolanya gerakan kemasyarakatan. Ada enam dari 13 cabang yang mengikuti rakerda ini. Keenam cabang itu Surabaya, Sidoarjo, Kediri Kabupaten, Kediri Kota, Madiun Kota, dan Kabupaten Lumajang. Masing-masing mengirimkan 2-3 peserta.

Sebelum rakerda, seluruh pengurus Pemuda Katolik Jawa Timur dilantik oleh Romo Yosep Eko Budi Susilo, Ketua Komisi Kerawam Keuskupan Surabaya. Upacara pelantikan yang sedianya dilaksanakan pada pukul 18.00 sedikit molor, karena menunggu tamu undangan. Pada 18.30 acara pelantikan dimulai diawali dengan penyerahan mandat dan berita acara dari ketua PK sebelumnya, Ansfridus Legho, kepada ketua terpilih, I Dewa Made RS, disaksikan pengurus lain.

Setelah penyerahan mandat, protokoler pelantikan dipimpin oleh ketua terpilih. Rm. Eko yang mewakili hirarki Gereja Katolik sekaligus pembina PK langsung melantik dengan mengenakan jas Pemuda Katolik berwarna kuning muda kepada Dewa Made. Setelah melantik Rm. Eko dan ketua terpilih PK, menandatangani berita acara pelantikan. Dengan demikian, secara resmi Dewa Made sah sebagai ketua Pemuda Katolik Jatim periode 2009-2012.

Romo Eko berharap agar PK Jatim bisa berbenah diri. Meskipun PK mengalami kevakuman cukup lama, bukan berarti setelah pelantikan ini kita tidur terus. Ada yang perlu dipersiapkan misalnya membentuk cabang-cabang di daerah, konsilidasi dengan orang muda Katolik, membuka kembali jaringan dengan Ormas lain seperti KNPI, Ansor. Selain itu, "Pada tahun 2014 ada pemilu. Bagi PK Jatim apa yang bisa ditawarkan," ujar pastor asal Solo ini.
Romo Eko menegaskan, meskipun pelantikan ini tidak dihadiri oleh pengurus pusat PK, kepengurusan PK Jatim ini sah. Sebab, yang melantik adalah hirarki Gereja Katolik. Ini sekaligus menanggapi dualisme kepengurusan PK Jatim. "Kepengurusan yang satu merupakan hasil Muskomda di Hotel Narita. Sementara kepengurusan yang saya lantik ini adalah hasil Muskomda pada tanggal 2 Agustus 2009 di Aula Paroki HKY. Jadi, ini sah," ujar Romo Eko menegaskan lagi.

Pada kesempatan tersebut, Dewa Made mengucapkan terima kasih kepada hirarki Gereja Katolik yang bersedia melantik pengurus PK Jatim. Ini sebagai bentuk dukungan agar PK bisa berkembang di Jatim. Menurut Dewa, pelantikan dan rakerda ini jadi satu paket supaya lebih efektif. Rakerda ini tidak lepas dari tiga program strategis yang telah disusun. "Nanti pada pertemuan kita bisa menyusun ha-hal yang bersifat teknis untuk mencapai ketiga sasaran tersebut," tegasnya. (sil)

Tidak ada komentar: