Jumat, 27 Februari 2009

Seminari GARUM


Masuk Seminari, Siapa Takut?

“Mari ikutlah Aku, dan kamu akan kujadikan penjala manusia,” demikianlah perkataan Yesus ketika Dia memanggil murid-murid-Nya. Kira-kira seperti itulah yang terjadi di Seminari Garum pada 13-15 Februari 2009. Pada saat itu berlangsung seleksi penerimaan seminaris baru.

Sebanyak 47 calon dari SMP (ingin masuk SMAK Seminari) dan 5 calon dari SMA (masuk jalur Kelas Khusus atau KPA). Calon-calon seminaris baru ini tidak hanya berasal dari Keuskupan Surabaya, namun juga ada yang berasal dari Keuskupan Agung Jakarta dan dari Batulicin, Kalimantan Timur. Dengan langkah awal ini, calon seminaris baru ternyata berusaha menanggapi panggilan Yesus untuk menjadi imam.

Adapun sistematika seleksi adalah: tes akademis, tes wawancara, tes kesehatan, dan tes psikologi. Pada tes akademis, calon seminaris baru diharuskan untuk mengerjakan beberapa mata pelajaran (Bahasa Inggris, Matematika, Agama, Bahasa Indonesia, dan pengetahuan umum). Sedangkan untuk tes wawancara, tiap calon seminaris baru diwawancarai oleh Formator Seminari, dan untuk tes psikogi dibimbing oleh Bapak Gunawan.

Calon seminaris juga berbaur dengan seminaris Garum. Mereka juga melakukan kegiatan komunitas bersama-sama, seperti misa harian, completorium, makan bersama, dan rekreasi bersama. Yang menarik, pada 14 Februari--bertepatan dengan Hari Valentine--para calon seminaris juga disuguhi pergelaran kesenian khas Seminari Garum yang disebut DKSV Plus. Pada DKSV plus ini, selain pergelaran seni khas Garum, calon seminaris juga diperkenalkan mengenai dinamika dan makna kebersamaan dalam komunitas seminari.

Seluruh rangkaian acara berakhir pada pukul 13.00 dan ditutup dengan makan siang bersama. Seperti halnya yang pernah dikatakan oleh Yesus bahwa ”anggur yang baik harus berada pada tempat yang baik pula”, demikian juga yang dialami oleh calon seminaris, dan bahkan seminaris Garum. Dengan berada dan menjalani proses pembinaan untuk menjadi seorang imam di Garum, mereka telah memilih tempat yang baik itu dan sekaligus menjawab panggilan-Nya.

Nah, sekarang pertanyaan bagi kaum muda Keuskupan Surabaya: Anda tertarik menjadi seorang imam? Datanglah segera untuk menjawab panggilannya. Segera hubungi pastor paroki Anda atau segera konfirmasi ke Seminari Menengah St. Vincentius Garum. Sebab, seleksi gelombang kedua masih dibuka pada bulan Mei. Masuk Seminari dan jadi imam, siapa takut? (Vincentius Michael Garry)

Tidak ada komentar: