Jumat, 02 Juli 2010

Kepala Perpustakaan UKWMS


Abdikan Diri Melalui Pelayanan Prima

Vincent, salah satu kepala rumah tangga muda yang peduli terhadap pendidikan, terutama perguruan tinggi. Kepedulian tersebut diwujudnyatakan dalam karya pelayanannya di Pepustakaan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Bekerja di Perpustakaan, awal mulanya sebagai staf Perpusatakaan. Tahun 2009, Vincent diangkat pihak Yayasan Widya Mandala sendiri untuk mengelola perpustakaan sebagai Kepala Perpustakaan, cerita pria yang bernama lengkap Vincentius Widya Iswara, S.S.

Vincent mengungkapkan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya. Tidak hanya sekedar menunjuk begitu saja. Berdasarkan kreteria Yayasan dan Universitas. Diantaranya memenuhi syarat akreditasi, yakni kepala Perpustakaan minimal Strata 1 dan merupakan staf tetap. Dan, S1nya harus mempelajari Perpustakaan, ungkap pria 39 tahun.

Akhirnya, setelah lulus kuliah D3 di Unair dan bekerja di Perpustakaan. Vincent dipanggil pihak Yayasan dan Universitas untuk studi lanjut S1 di Universitas Indonesia.

Dalam skripnya, Vincent membahas inventarisasi koleksi buku di Perpustakaan UKWMS. Inventarisasi ini merupakan proses perhitungan prosentase. Dalam perhitungannya setiap tahunnya tidak boleh lebih dari 5%. Jika lebih dari 5%, pihak Perpustakaan wajib mengevaluasi keberadaan buku yang dikelolanya dengan sistem terbuka, bahasnya.

Jadi, sudah satu tahun ini Vincent menjadi Kepala Perpustakaan UKWMS. Langkah pertama yang diambil saat menjabat kepala Perpustakaan, yakni memaksimalkan standar prosedur layanan teknis dan pemakai. Layanan teknis di sini lebih pada pengelola buku, pembuatan buku, slip, dan katalog. Sedangkan layanan pemakai lebih update keanggotaan perpustakaan dalam peminjaman dan pengembalian buku.

Selain itu, keinginan terbesar dari Vincent, yakni menggembalikan kejayaan Perpustakaan UKWMS. Dengan cara menjalin relasi pihak luar, seperti Forum Kerjasama Perpustakaan Tinggi Indonesia Jawa Timur (FKPTIJ) dan INTI. INTI ini salah satu perhimpunan Tionghoa di kota Surabaya maupun Jawa Timur. Jadi, pada saat hari raya Imlek. Perpustakaan pasti memberikan nuansa Imlek dan berbagai kegiatan yang berkaitan Imlek.
Dan, untuk Natal dan Paskah saat ini belum dikarenakan bulan-bulan itu kebanyakkan mahasiswa-mahasiswinya libur. Begitu juga para staf Perpustakaannya. Sehingga aktivitas di kampus sangat sepi, jelasnya. (asep)

Tidak ada komentar: